Thursday, June 30, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Lemah Karena Penurunan Yield AS, USDJPY Fokus Ke Fed

Must Read

Harga Minyak Kembali Naik Karena Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak naik untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Rabu dengan kekhawatiran pasokan yang ketat mengimbangi kekhawatiran...

Euro Pangkas Penurunan Terhadap Dolar Setelah Lonjakan Inflasi Spanyol

Euro stabil pada hari Rabu setelah jatuh ke level terendah enam hari, bereaksi terhadap rilis data inflasi...

Presiden Republik Afrika Tengah Luncurkan Inisiatif Kripto Setelah Adopsi Bitcoin

Faustin-Archange Touadéra, presiden Republik Afrika Tengah, telah mengumumkan bahwa pemerintah akan mendukung inisiatif yang berpusat pada pengembangan...

Pada akhirnya pasangan Dolar AS terhadap Yen Jepang harus kehabisan tenaga untuk mendaki lebih tinggi lagi. Pasangan ini mengakhiri lonjakannya selama tiga hari berurutan dan ditutup pada hari Selasa kemarin dengan candlestick bearish engulfing. Penyebab pelemahan di sekitar USD adalah terjadinya penurunan pada imbal hasil obligasi AS yang sekaligus menjadi tolak ukur kekuatan sentimen risiko global.

Yield obligasi Treasury pemerintah AS dalam 2 tahunan mengalami penurunan menuju ke 1,49 setelah sebelumnya berada di 1,52 persen hari Selasa kemarin. Sementara itu untuk hitungan 10 tahunan juga mengalami penurunan menuju ke 1,55 persen dari sebelumnya di 1,59 persen. Lemahnya yield AS ini berdampak ke pelemahan Dolar AS dan penguatan safe haven seperti Yen Jepang.

Sementara itu saham AS juga mengalami penurunan seperti pada S&P 500 merosot sebesar 0,790 persen sekaligus menutup kenaikan tiga hari terakhir. Atas kondisi ini juga menjadi sinyal penguatan untuk aset anti risiko atau safe haven.

Untuk selanjutnya fokus para pelaku pasar akan tertuju ke rilis risalah pertemuan FOMC bulan Juli. Pada pertemuan kemarin dilaporkan bahwa Fed memangkas suku bunga sebanyak 25 basis poin. Mereka juga menyampaikan menahan diri dari pemangkasan lanjutan seperti apa yang diharapkan pasar.

Permintaan Dolar AS akan mengalami lonjakan tinggi jika rilis risalah tersebut menunjukkan bahwa anggota tidak ingin melakukan pemotongan suku bunga dengan agresif. Pasalnya pasar tidak mungkin melihat akan ada pelonggaran lanjutan paling tidak sampai akhir tahun. Meskipun jika risalah tersebut menampilkan sinyal positif. Karena Fed saat ini mengalami tekanan dari sisi politik yang belum pernah dialami sebelumnya. Jadi jika USD melonjak karena hawkish, tidak akan berumur lama.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Harga Minyak Kembali Naik Karena Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak naik untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Rabu dengan kekhawatiran pasokan yang ketat mengimbangi kekhawatiran...

Euro Pangkas Penurunan Terhadap Dolar Setelah Lonjakan Inflasi Spanyol

Euro stabil pada hari Rabu setelah jatuh ke level terendah enam hari, bereaksi terhadap rilis data inflasi yang saling bertentangan di Jerman...

Presiden Republik Afrika Tengah Luncurkan Inisiatif Kripto Setelah Adopsi Bitcoin

Faustin-Archange Touadéra, presiden Republik Afrika Tengah, telah mengumumkan bahwa pemerintah akan mendukung inisiatif yang berpusat pada pengembangan infrastruktur blockchain negara tersebut.

Harga Minyak Mengambil Jeda Setelah Reli Tiga Hari

Harga minyak turun pada hari Rabu setelah naik dalam tiga sesi sebelumnya tetapi kerugian terbatas pada pandangan bahwa pengetatan pasokan global akan...

Euro Ditekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga ECB

Dolar naik pada hari Selasa sementara euro tersendat setelah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde tidak memberikan wawasan baru tentang prospek...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -