>
Home / berita / Berita Harian Forex / Dolar AS Lemah, Penurunan USDJPY Dibatasi Yield Obligasi AS Yang Positif

Dolar AS Lemah, Penurunan USDJPY Dibatasi Yield Obligasi AS Yang Positif

Pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang, pada pekan yang lalu telah ditutup dengan penurunan mencapai 50 pip. Hari Senin ini (15/7) pasangan USDJPY memulai hari perdagangan dengan pergerakan yang masih cukup tenang. Saat ini pasangan sedang berada di kisaran level harga di bawah 108 dan dalam ruang gerak sempit. Tepatnya saat ini sedang berada di 107,84 atau mewakili penurunan sebesar 0,05 persen sepanjang hari ini.

Secara luas pada perdagangan pekan lalu USD mengalami pelemahan yang cukup signifikan dan tidak lagi memungkinkan untuk mendaki membentuk titik lebih tinggi. Tapi hal berbalik terjadi pada imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahunan yang mengalami rebound. Yield obligasi Treasury bisa menggambarkan bagaimana arah pergerakan USDJPY dengan baik. Terjadinya kenaikan pada yield obligasi menjadi pembatas sisi bawah untuk menahan penurunan pasangan ini lebih dalam lagi.

Dolar AS masih tampak lemah secara luas terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Indeks DXY juga masih dalam kondisi stagnan di bawah level harga 97 dan merupakan fase stagnan atas penurunanya pasca pidato Powell yang dovish kemarin. Untuk saat ini indeks DXY mengalami pemulihan ringan berada di 96,75 dan untuk yield obligasi Treasury AS stagnan di atas level 2,1 persen dan berusaha mempertahankan arah positifnya.

Untuk perdagangan pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang selanjutnya, akan lebih fokus ke data-data dari AS mengenai indeks sektor manufaktur Empire State NY dan juga pidato dari Presiden Fed New York yaitu J. Williams. Selain dari dalam negeri, pembaruan kabar mengenai hubungan AS dengan China juga mampu menggerakkan sentimen resiko global yang berdampak ke gerakan pasangan USDJPY.

 

About Wida Yodik

Check Also

Dolar Australia

Data Perdagangan China Yang Beragam Membuat Dolar Australia Berjuang Di 0,67 Terhadap USD

Saat sesi Asia berlangsung di hari Senin (14/10) China merilis data mengenai perdagangan yang beragam. …