Sunday, December 8, 2019
No menu items!
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Masih Terimbas Imbal Treasury, Yen Jepang Mendominasi USDJPY

Must Read

FSOC: Adopsi Stablecoin Bisa Berdampak pada Ekonomi

FSOC - Sebuah panel regulator keuangan senior di Amerika Serikat telah memperingatkan publik tentang risiko stablecoin dan...

Microsoft Mengumumkan Token Lencana pada Blockchain Ethereum

Platform cloud berkemampuan blockchain Microsoft, Microsoft Azure, mengumumkan "Azure Heroes", sebuah blockchain non-fungible token (NFT) yang ditujukan...

Rusia: Nornickel Mulai Menguji Platform Perdagangan Digital

Raksasa pertambangan dan peleburan Rusia, Nornickel, telah mulai menguji platform digitalnya untuk perdagangan logam.

Hari ini perdagangan pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang tampak mengalami penurunan dan menguji kawasan paling rendah skala harian di level harga 110.30. Kondisi ini terjadi ketika sesi perdagangan kawasan Asia di buka hari Kamis (28/3). Pergerakan pasangan ini merupakan sebuah respon dari para pelaku pasar dan investor atas kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Perlambatan ini sudah didasarkan dari penurunan cukup tajam pada imbal hasil obligasi Treasury AS dan juga suasana yang pesimis pada Wall Street. Pasangan USDJPY akan lebih fokus pada rilis data ekonomi mengenai PDB AS dan beberapa peristiwa yang membawa sentimen resiko.

Sebelumnya pada imbal hasil obligasi Treasury skala 10 tahunan AS mengalami penurunan tajam sebesar 2,35 persen dan menuju ke kawasan paling rendah sejak akhir tahun 2017 lalu. Kondisi ini memancing pasar untuk lebih memilih melakukan penjualan terhadap aset global dengan melakukan pemotongan imbal hasil skala tiga bulanan. Sehingga tampak akan terjadi resesi AS seperti yang pernah terjadi pada tahun 2007 lalu. Ancaman resesi membuat perdagangan Dolar AS sepi peminat dan membuat Yen mendominasi pasangan USDJPY.

Pada bund Jerman juga mengalami penurunan cukup tajam yang diakibatkan oleh pernyataan Presiden bank sentral Eropa Draghi. Dia menyatakan memberi sebuah isyarat tentang peningkatan tantangan pada ekonomi regional dan juga lebih memilih mempertahankan kebijakan moneter atau bahkan lebih melonggarkannya. Draghi menyatakan tidak akan melakukan pengetatan kebijakan moneter.

Beberapa bank sentral negara lain seperti RBNZ juga senada dengan nada dovish ECB. Selain itu yang membuat para pelaku pasar dan investor terbebani  untuk berdagang Dolar AS adalah pernyataan dari calon Gubernur Fed, Moore. Mengenai polemik Brexit sampai saat ini juga masih sangat membebani perdagangan pada pasar uang. Dampak yang dirasakan dari Brexit ini bisa sampai ke perekonomian global.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

FSOC: Adopsi Stablecoin Bisa Berdampak pada Ekonomi

FSOC - Sebuah panel regulator keuangan senior di Amerika Serikat telah memperingatkan publik tentang risiko stablecoin dan...

Microsoft Mengumumkan Token Lencana pada Blockchain Ethereum

Platform cloud berkemampuan blockchain Microsoft, Microsoft Azure, mengumumkan "Azure Heroes", sebuah blockchain non-fungible token (NFT) yang ditujukan untuk memberi penghargaan kepada komunitas...

Rusia: Nornickel Mulai Menguji Platform Perdagangan Digital

Raksasa pertambangan dan peleburan Rusia, Nornickel, telah mulai menguji platform digitalnya untuk perdagangan logam. Seperti yang dilaporkan Bloomberg pada...

UE Tak Akan Membiarkan Stablecoin Masuk Pasar Sampai Risiko Diatasi

Tidak ada proyek stablecoin global yang akan mulai beroperasi di Uni Eropa (UE) sampai risiko terkait dengan kedaulatan moneter ditangani, menurut otoritas...

Dolar AS dalam Penurunan Mingguan karena Ketegangan Data dan Perdagangan

Dolar AS mengalami kerugian selama satu minggu pada awal hari ini, dilanda kegelisahan pada perdagangan dan sinyal beragam tentang ekonomi AS, sementara...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -