Friday, August 14, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Masih Terimbas Imbal Treasury, Yen Jepang Mendominasi USDJPY

Must Read

Reli Ekuitas dan Kebuntuan Stimulus AS Telah Melemahkan Dolar

Dolar jatuh ke level terendah dalam sepekan terhadap sekeranjang mata uang pada Kamis, dengan analis menunjuk pada...

Pemerintahan Trump akan Batalkan Pembatasan Metana dari Operasi Minyak dan Gas

Pemerintahan Trump pada hari Kamis akan membatalkan peraturan yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca metana...

GBPUSD Naik, Pulih Dari Penurunan Dua Hari Setelah Dolar AS Melemah Lagi

Mata uang Poundsterling hari ini menjelang pembukaan sesi Eropa sempat mengalami beberapa pelemahan melawan Dolar AS. Sehingga...

Hari ini perdagangan pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang tampak mengalami penurunan dan menguji kawasan paling rendah skala harian di level harga 110.30. Kondisi ini terjadi ketika sesi perdagangan kawasan Asia di buka hari Kamis (28/3). Pergerakan pasangan ini merupakan sebuah respon dari para pelaku pasar dan investor atas kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Perlambatan ini sudah didasarkan dari penurunan cukup tajam pada imbal hasil obligasi Treasury AS dan juga suasana yang pesimis pada Wall Street. Pasangan USDJPY akan lebih fokus pada rilis data ekonomi mengenai PDB AS dan beberapa peristiwa yang membawa sentimen resiko.

Sebelumnya pada imbal hasil obligasi Treasury skala 10 tahunan AS mengalami penurunan tajam sebesar 2,35 persen dan menuju ke kawasan paling rendah sejak akhir tahun 2017 lalu. Kondisi ini memancing pasar untuk lebih memilih melakukan penjualan terhadap aset global dengan melakukan pemotongan imbal hasil skala tiga bulanan. Sehingga tampak akan terjadi resesi AS seperti yang pernah terjadi pada tahun 2007 lalu. Ancaman resesi membuat perdagangan Dolar AS sepi peminat dan membuat Yen mendominasi pasangan USDJPY.

Pada bund Jerman juga mengalami penurunan cukup tajam yang diakibatkan oleh pernyataan Presiden bank sentral Eropa Draghi. Dia menyatakan memberi sebuah isyarat tentang peningkatan tantangan pada ekonomi regional dan juga lebih memilih mempertahankan kebijakan moneter atau bahkan lebih melonggarkannya. Draghi menyatakan tidak akan melakukan pengetatan kebijakan moneter.

Beberapa bank sentral negara lain seperti RBNZ juga senada dengan nada dovish ECB. Selain itu yang membuat para pelaku pasar dan investor terbebani  untuk berdagang Dolar AS adalah pernyataan dari calon Gubernur Fed, Moore. Mengenai polemik Brexit sampai saat ini juga masih sangat membebani perdagangan pada pasar uang. Dampak yang dirasakan dari Brexit ini bisa sampai ke perekonomian global.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Reli Ekuitas dan Kebuntuan Stimulus AS Telah Melemahkan Dolar

Dolar jatuh ke level terendah dalam sepekan terhadap sekeranjang mata uang pada Kamis, dengan analis menunjuk pada...

Pemerintahan Trump akan Batalkan Pembatasan Metana dari Operasi Minyak dan Gas

Pemerintahan Trump pada hari Kamis akan membatalkan peraturan yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca metana dari operasi minyak dan gas,...

GBPUSD Naik, Pulih Dari Penurunan Dua Hari Setelah Dolar AS Melemah Lagi

Mata uang Poundsterling hari ini menjelang pembukaan sesi Eropa sempat mengalami beberapa pelemahan melawan Dolar AS. Sehingga membawa pasangan GBPUSD untuk turun...

Emas Mempertahankan Kenaikan Mengambil Manfaat Penurunan Dolar AS

Sepanjang sesi perdagangan Asia hari Kamis ini (13/8) emas bullish lebih tinggi bangkit dari penurunan yang dicetak sebelumnya. Sayangnya setelah pulih, para...

AUDJPY Naik Setelah Data Pekerjaan Aussie Membaik Meski Arah Risiko Kurang Jelas

Permintaan mata uang Dolar Australia naik saat sesi Asia melawan Yen Jepang. Lonjakan permintaan ini berhasil membawa pasangan AUDJPY untuk terbang menuju...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -