Sunday, December 6, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Optimisme Perdagangan Gagal Dimanfaatkan Dolar AS, USDJPY Turun Menunggu Data AS

Must Read

BoC: Kanada dapat Meluncurkan CBDC Lebih Cepat dari yang Diperkirakan

Timothy Lane, wakil gubernur Bank of Canada (BoC) dan kepala penelitian di departemen fintech dan crypto bank,...

Stripe akan Menawarkan Rekening Bank, dengan Bantuan dari Goldman Sachs dan Citi

Raksasa pembayaran online dan pemilik Cash App, Stripe, telah melangkah ke ranah baru layanan keuangan untuk vendor.

AUDUSD Kembali Bullish Karena Dolar AS Bearish Lebih Lama Lagi

Mata uang Dolar Australia naik kembali di sesi Asia melawan Dolar AS. Bahkan Dolar Australia berhasil mengabaikan...

Pergerakan pasangan mata uang USDJPY terpantau mengalami penurunan dan menghapus kenaikan yang terjadi saat sesi Asia tadi pagi. Dolar AS melemah membawa pasangan menuju ke level paling rendah sesi Asia di sekitar level harga 109,40.

Beberapa waktu terakhir pasar sedang menerima kabar optimis seputar kesepakatan dagang tahap satu antara AS dan China. Namun sayangnya Dollar gagal untuk mengambil momentum tersebut dan hanya mampu melonjak ringan saat sesi Asia. Sayangnya saat sesi Eropa berlangsung, justru Yen Jepang mampu unggul di tengah berita positif perdagangan.

Penyebab utama Dolar AS melemah mungkin adalah adanya nada negatif yang terjadi di sekitar imbal hasil obligasi Treasury AS. Pasalnya yield tersebut juga merupakan tolak ukur sentimen risiko global sehingga penurunan yield menggambarkan penghindaran risiko sedang aktif. Padahal Dollar sudah berusaha dengan sekuat tenaga saat sesi Asia berlangsung untuk mencetak level yang lebih tinggi.

Tapi perlu diperhatikan bahwa kondisi negatif yang membuat Dolar AS melemah tidak akan bisa bertahan dengan lama di tengah adanya optimisme kesepakatan dagang AS dengan China. Sehingga penurunan USDJPY mungkin juga akan terbatas karena kurangnya katalis yang pasti. Optimisme perdagangan datang setelah pada hari Sabtu kemarin, Presiden Trump mengatakan bahwa akan memberikan tanda tangan perjanjian dagang segera mungkin.

Saat ini perdagangan di sekitar bursa ekuitas global juga tampak masih sepi sehingga harga cenderung tenang. Hal ini yang juga memberikan dampak pada Yen Jepang untuk tidak bergerak dengan liar. 

Selanjutnya para pelaku pasar dan investor bisa terus memperhatikan kepastian arah pergerakan pasangan USDJPY. Beberapa rilis data dari AS saat sesi Amerika berlangsung juga perlu diperhatikan seperti data mengenai pesanan barang tahan lama dan data lainnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

BoC: Kanada dapat Meluncurkan CBDC Lebih Cepat dari yang Diperkirakan

Timothy Lane, wakil gubernur Bank of Canada (BoC) dan kepala penelitian di departemen fintech dan crypto bank,...

Stripe akan Menawarkan Rekening Bank, dengan Bantuan dari Goldman Sachs dan Citi

Raksasa pembayaran online dan pemilik Cash App, Stripe, telah melangkah ke ranah baru layanan keuangan untuk vendor. Menurut Wall...

AUDUSD Kembali Bullish Karena Dolar AS Bearish Lebih Lama Lagi

Mata uang Dolar Australia naik kembali di sesi Asia melawan Dolar AS. Bahkan Dolar Australia berhasil mengabaikan data dalam negeri yang dilaporkan...

GBPUSD Naik Tinggi Mengabaikan Kekhawatiran Brexit Karena Optimisme Global Menguasai

Pasangan mata uang GBPUSD naik lebih tinggi dan sepertinya berusaha kembali mencetak level yang lebih tinggi lagi. Poundsterling Inggris akan memulihkan diri...

EURUSD Bullish Ketika Ekonomi Eropa Pulih dan Memanfaatkan Pelemahan Dolar AS

Pergerakan mata uang Euro bullish sangat tinggi ketika berhadapan melawan Dolar AS. Saat menjelang pembukaan pasar Eropa di hari Kamis ini (3/12)...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -