Monday, July 4, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Melemah Kembali Menunggu IHK AS Nanti Malam

Must Read

Harga Minyak Tergelincir Karena Meningkatnya Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun di awal perdagangan Asia pada Senin, memangkas kenaikan dari sesi sebelumnya karena kekhawatiran resesi...

Argentina Menyita Dompet Kripto Terkait dengan Tunggakan Pajak

Otoritas pajak Argentina telah menyita lebih dari 1.000 dompet cryptocurrency yang terkait dengan pembayar pajak yang menunggak...

Saham Asia Berhati-hati Karena Wall Street Berjangka Tergelincir

Pasar saham Asia dimulai dengan hati-hati pada hari Senin karena data AS yang lemah menunjukkan risiko penurunan...

Dolar AS melemah kembali setelah beberapa hari terakhir bergerak sangat mengesankan bangkit dari titik paling rendah selama dua tahun terakhir. Untuk hari ini indeks Dolar AS harus rela kembali mencatatkan penurunan yang lebih dalam. Menjelang penutupan pekan ini di hari Jumat, indeks bergerak di sekitar level harga 93,20 yang menjadi lembah sesi Eropa.

Dolar AS melemah untuk hari Jumat (11/9) meskipun hari Kamis kemarin sempat menutup hari dengan catatan yang positif. Sebelumnya juga sempat melewati beberapa sesi yang volatile dimana indeks anjlok sampai menuju ke 92,70. Namun kemudian kembali mengalami kenaikan menuju ke atas 93,0.

Katalis penggerak hari Kamis kemarin adalah arah risiko global yang terus saling tarik ulur antara risk on dan risk off. Kemudian pertemuan kebijakan moneter dari ECB juga berkontribusi banyak pada hari Kamis. Pada pertemuan itu, ECB gagal memberikan kegembiraan bagi para penjual mata uang Euro. Karena ECB tidak mengungkapkan rasa khawatir terhadap kenaikan nilai tukar mata uang Euro yang sangat signifikan melawan Dolar AS.

Tantangan Dolar AS melemah selanjutnya akan datang dari data inflasi AS yang diukur oleh data indeks harga konsumen bulan Agustus ini. Data ini akan memberikan gambaran seberapa kuat konsumsi dalam negeri AS di tengah pandemi ini. Data ini diprediksi akan mengalami kenaikan 1,2% dalam tahun ke tahun dan harga inti naik ke 1,6% pada hitungan yang sama.

Dolar AS tampak sangat kesulitan untuk bisa mencatatkan kenaikan yang lebih tinggi melawan rival utamanya. Beberapa masalah dalam negeri masih sangat membebani mata uang cadangan global ini. Konflik antara AS-China tampaknya juga semakin memburuk setelah kedua negara saling menekan. Selain itu pembicaraan stimulus dan pemilihan presiden AS juga bisa menjadi katalis penggerak.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Harga Minyak Tergelincir Karena Meningkatnya Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun di awal perdagangan Asia pada Senin, memangkas kenaikan dari sesi sebelumnya karena kekhawatiran resesi...

Argentina Menyita Dompet Kripto Terkait dengan Tunggakan Pajak

Otoritas pajak Argentina telah menyita lebih dari 1.000 dompet cryptocurrency yang terkait dengan pembayar pajak yang menunggak di negara tersebut.

Saham Asia Berhati-hati Karena Wall Street Berjangka Tergelincir

Pasar saham Asia dimulai dengan hati-hati pada hari Senin karena data AS yang lemah menunjukkan risiko penurunan untuk laporan gaji Juni minggu...

Tether Terus Kurangi Kertas Komersial dalam Pengurangan Tajam Sejak Maret

Tether mengurangi kepemilikan kertas komersialnya sesuai dengan rencana, perusahaan stablecoin melaporkan Jumat. Ini telah mencapai jumlah target $8,4 miliar...

Emas Melonjak Karena Indikator Inflasi Fed Menunjukkan Tanda Mereda

Emas naik dan menghapus semua kerugian di pagi hari setelah indeks harga PCE inti tahunan AS berada di 4,7% di bulan Mei...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -