Friday, October 2, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Melemah Kembali Menunggu IHK AS Nanti Malam

Must Read

GBPUSD Naik Karena Optimisme Brexit, Mengabaikan Lonjakan Kasus Di Inggris

Mata uang Poundsterling Inggris naik saat menjelang pembukaan pasar Eropa hari Kamis (1/10). Dengan penguatan ini maka...

EURUSD Menghentikan Kenaikan Empat Bulan dan Mencatatkan Penurunan Terbesar Bulanan Sejak Juli 2019 Lalu

Sepanjang bulan September 2020 kemarin, mata uang Euro telah mengalami penurunan yang signifikan melawan Dolar AS. Bahkan...

Minyak Mentah WTI dan Brent Bergerak Berlawanan Meski Ada Katalis Positif

Pergerakan harga minyak mentah pada dua kontrak yang ditransaksikan hari Kamis ini (1/10) dalam arah campuran. Untuk...

Dolar AS melemah kembali setelah beberapa hari terakhir bergerak sangat mengesankan bangkit dari titik paling rendah selama dua tahun terakhir. Untuk hari ini indeks Dolar AS harus rela kembali mencatatkan penurunan yang lebih dalam. Menjelang penutupan pekan ini di hari Jumat, indeks bergerak di sekitar level harga 93,20 yang menjadi lembah sesi Eropa.

Dolar AS melemah untuk hari Jumat (11/9) meskipun hari Kamis kemarin sempat menutup hari dengan catatan yang positif. Sebelumnya juga sempat melewati beberapa sesi yang volatile dimana indeks anjlok sampai menuju ke 92,70. Namun kemudian kembali mengalami kenaikan menuju ke atas 93,0.

Katalis penggerak hari Kamis kemarin adalah arah risiko global yang terus saling tarik ulur antara risk on dan risk off. Kemudian pertemuan kebijakan moneter dari ECB juga berkontribusi banyak pada hari Kamis. Pada pertemuan itu, ECB gagal memberikan kegembiraan bagi para penjual mata uang Euro. Karena ECB tidak mengungkapkan rasa khawatir terhadap kenaikan nilai tukar mata uang Euro yang sangat signifikan melawan Dolar AS.

Tantangan Dolar AS melemah selanjutnya akan datang dari data inflasi AS yang diukur oleh data indeks harga konsumen bulan Agustus ini. Data ini akan memberikan gambaran seberapa kuat konsumsi dalam negeri AS di tengah pandemi ini. Data ini diprediksi akan mengalami kenaikan 1,2% dalam tahun ke tahun dan harga inti naik ke 1,6% pada hitungan yang sama.

Dolar AS tampak sangat kesulitan untuk bisa mencatatkan kenaikan yang lebih tinggi melawan rival utamanya. Beberapa masalah dalam negeri masih sangat membebani mata uang cadangan global ini. Konflik antara AS-China tampaknya juga semakin memburuk setelah kedua negara saling menekan. Selain itu pembicaraan stimulus dan pemilihan presiden AS juga bisa menjadi katalis penggerak.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

GBPUSD Naik Karena Optimisme Brexit, Mengabaikan Lonjakan Kasus Di Inggris

Mata uang Poundsterling Inggris naik saat menjelang pembukaan pasar Eropa hari Kamis (1/10). Dengan penguatan ini maka...

EURUSD Menghentikan Kenaikan Empat Bulan dan Mencatatkan Penurunan Terbesar Bulanan Sejak Juli 2019 Lalu

Sepanjang bulan September 2020 kemarin, mata uang Euro telah mengalami penurunan yang signifikan melawan Dolar AS. Bahkan pasangan mata uang EURUSD telah...

Minyak Mentah WTI dan Brent Bergerak Berlawanan Meski Ada Katalis Positif

Pergerakan harga minyak mentah pada dua kontrak yang ditransaksikan hari Kamis ini (1/10) dalam arah campuran. Untuk minyak mentah hari ini yang...

USDJPY Bullish Di Tengah Aksi Risk On Pasar Global dan Data Campuran Jepang

Perdagangan hari Kamis ini (1/10) pasangan mata uang USDJPY bullish menuju ke nilai tukar 105,50 ketika sesi awal Asia. Dolar AS mampu...

Dolar Jatuh di Tengah Harapan Kompromi pada Stimulus AS

Dolar berada dalam posisi defensif pada satu minggu terendah pada hari Kamis, karena data AS yang kuat dan harapan baru untuk stimulus...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -