Wednesday, April 14, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Melemah Kembali Menunggu IHK AS Nanti Malam

Must Read

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak...

Dolar AS melemah kembali setelah beberapa hari terakhir bergerak sangat mengesankan bangkit dari titik paling rendah selama dua tahun terakhir. Untuk hari ini indeks Dolar AS harus rela kembali mencatatkan penurunan yang lebih dalam. Menjelang penutupan pekan ini di hari Jumat, indeks bergerak di sekitar level harga 93,20 yang menjadi lembah sesi Eropa.

Dolar AS melemah untuk hari Jumat (11/9) meskipun hari Kamis kemarin sempat menutup hari dengan catatan yang positif. Sebelumnya juga sempat melewati beberapa sesi yang volatile dimana indeks anjlok sampai menuju ke 92,70. Namun kemudian kembali mengalami kenaikan menuju ke atas 93,0.

Katalis penggerak hari Kamis kemarin adalah arah risiko global yang terus saling tarik ulur antara risk on dan risk off. Kemudian pertemuan kebijakan moneter dari ECB juga berkontribusi banyak pada hari Kamis. Pada pertemuan itu, ECB gagal memberikan kegembiraan bagi para penjual mata uang Euro. Karena ECB tidak mengungkapkan rasa khawatir terhadap kenaikan nilai tukar mata uang Euro yang sangat signifikan melawan Dolar AS.

Tantangan Dolar AS melemah selanjutnya akan datang dari data inflasi AS yang diukur oleh data indeks harga konsumen bulan Agustus ini. Data ini akan memberikan gambaran seberapa kuat konsumsi dalam negeri AS di tengah pandemi ini. Data ini diprediksi akan mengalami kenaikan 1,2% dalam tahun ke tahun dan harga inti naik ke 1,6% pada hitungan yang sama.

Dolar AS tampak sangat kesulitan untuk bisa mencatatkan kenaikan yang lebih tinggi melawan rival utamanya. Beberapa masalah dalam negeri masih sangat membebani mata uang cadangan global ini. Konflik antara AS-China tampaknya juga semakin memburuk setelah kedua negara saling menekan. Selain itu pembicaraan stimulus dan pemilihan presiden AS juga bisa menjadi katalis penggerak.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS turut membawa mata uang EURUSD...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak pada mata uang Dolar New...

Optimisme Inggris Gagal Membantu Pound, GBPUSD Tetap Turun Sepanjang Sesi Asia

Mata uang Poundsterling Inggris melemah sepanjang sesi Asia hari Selasa (13/4) ketika berhadapan melawan Dolar AS. Nilai Pound gagal lebih unggul dibandingkan...

Berita Pekan Ini, RBNZ dan Inflasi AS Akan Jadi Fokus Bersama Pidato Fed Powell dan PDB China

Pekan ini sepertinya menjadi saat-saat yang sibuk untuk kawasan Asia. Sementara itu beberapa wilayah lain ada beberapa data ekonomi yang bisa menjadi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -