Monday, July 13, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Melemah Setelah Pidato Trump Indikasi Jalan Buntu Perselisihan Dengan Parlemen Mengenai Anggaran

Must Read

USDJPY Hari Ini Berkonsolidasi, Menunggu Katalis Utama Penggerak Pasar

Sepanjang sesi-sesi awal kawasan Asia di hari Senin ini (13/7), pasangan USDJPY hari ini tetap datar belum...

Berita Stimulus Dari Inggris Mendorong GBPJPY Untuk Mendaki Kembali

Permintaan terhadap mata uang Poundsterling Inggris naik dan berhasil membawa pasangan GBPJPY untuk mencatatkan beberapa bias bullish....

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 13 JULI 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini...

Hari ini Dolar AS melemah akibat dari isi pidato Trump yang membahas mengenai Goverment Shutdown. Dari pidato tersebut, masalah Goverment Shutdown tampaknya masih belum menemukan titik terang penyelesaian perselisihan rencana anggaran parlemen AS dengan Trump. Kondisi yang berdampak pada DOlar AS ini juga terlihat pada Indeks Dolar AS yang tertekan dikisaran angka 95,84 pada sesi akhir perdagangan kawasan Eropa. Selain itu memang ada beberapa faktor negatif yang sedang membenai Greenback.

Pada pidatonya yang membuat Dolar AS melemah, Trump terus menekankan kembali tuntutannya  kepada Parlemen AS untuk diberikan dana anggaran pembangunan tembok kawasan perbatasan AS-Meksiko. Jika tuntutan Trump tidak dipenuhi, maka dia akan membiarkan terjadinya Goverment Shutdown yang terjadi pada beberapa pemerintahan sampai waktu yang tidak bisa diprediksi. Trump juga menyebutkan bawah pihak oposisi tidak pernah mementingkan sektor keamanan dan kepentingan rakyat AS yang mulai diancam dengan adanya gelombang imigran dari Amerika Selatan yang melewati AS-Meksiko.

Senator Nancy Pelosi selaku pimpinan oposisi Trump dari Demokrat menjelaskan bahwa tuntutan dari Trump mengenai anggaran tembok sangat tidak masuk akal dan dia tidak akan menyetujuinya untuk sepeserpun anggaran. Isunya beberapa perwakilan dari Republik akan berkhianat dan setuju dengan penolakan anggaran oleh Demokrat. Tapi sampai saat ini belum menemukan titik terang penyelesaian konflik ini yang menyebabkan Dolar AS melemah.

Selain masalah Goverment Shutdown, kondisi tertekannya Dolar AS ini ternyata juga dipengaruhi oleh penurunan minat pasar terhadap aset beresiko menyusul negosiasi lanjutan mengenai perdagangan AS-China. Walaupun tampak memperoleh kemajuan tapi tekanan masih menyelimuti Dolar AS untuk saat ini. Pelaku pasar akan terus memantau perkembangan pertemuan wakil AS dan China di Beijing.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

USDJPY Hari Ini Berkonsolidasi, Menunggu Katalis Utama Penggerak Pasar

Sepanjang sesi-sesi awal kawasan Asia di hari Senin ini (13/7), pasangan USDJPY hari ini tetap datar belum...

Berita Stimulus Dari Inggris Mendorong GBPJPY Untuk Mendaki Kembali

Permintaan terhadap mata uang Poundsterling Inggris naik dan berhasil membawa pasangan GBPJPY untuk mencatatkan beberapa bias bullish. Pasangan saat ini berada di...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 13 JULI 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 13 JULI 2020

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga...

GBPUSD : Analisa Teknikal Harian 13 JULI 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GBPUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini bergerak dalam sebuah pola harga...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -