Friday, October 7, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Melemah Terhadap Franc Swiss Karena Pidato Trump Mengecewakan

Must Read

Dolar Menguat Saat Investor Bersiap untuk Data NFP AS

Dolar naik pada hari Kamis, naik untuk sesi kedua berturut-turut, karena investor bertaruh pada laporan non-farm payrolls...

Emas Mengincar Kenaikan Minggu Kedua Saat Dolar Mereda

Harga emas bergerak sedikit pada hari Jumat karena investor menunggu data nonfarm payrolls utama AS untuk isyarat...

Minyak Naik 1% Karena Pemotongan Target Produksi OPEC+

Harga minyak naik sekitar 1% pada hari Kamis, bertahan di level tertinggi tiga minggu setelah OPEC+ setuju...

Perdagangan hari Kamis (12/3) Dolar AS melemah melawan safe haven Franc Swiss setelah pidato dari Presiden Trump. Saat pertengahan sesi Asia, USDCHF harus rela merosot sampai 0,53 persen menuju ke level harga 0,9335. Rencana yang disampaikan oleh Presiden Trump dalam upaya menanggulangi virus Corona gagal menghidupkan sentimen risiko global.

Presiden Trump gagal untuk menyampaikan rincian nyata mengenai langkah penanganan virus corona yang telah menelan banyak korban jiwa. Trump hanya memberikan pernyataan berupa peningkatan pada pendanaan dan juga pemasukan pada likuiditas. Trump juga memberlakukan larangan untuk melakukan perjalanan menuju dan dari kawasan Eropa. Komentar yang kurang memuaskan ini menyebabkan Dolar AS melemah terhadap safe haven.

Padahal para pelaku pasar dan investor mengharapkan akan ada pembahasan terkait kebijakan fiskal untuk menanggulangi dampak virus Corona. Selain itu pedagang juga mengharapkan akan ada langkah untuk meningkatkan pengeluaran dan bantuan bagi UMKM. Namun sayangnya semua harapan itu tidak disinggung sama sekali oleh Presiden Trump. Dampaknya kekhawatiran terhadap ekonomi AS terus meningkat.

Saat ini jumlah kasus di Amerika Serikat sudah mencapai 366 kasus dengan 29 korban meninggal dunia. Selain itu Franc Swiss turut mendapatkan dorongan dengan adanya serangan rudal yang terjadi di Irak. Meningkatnya jumlah korban infeksi Corona di Italia turut meningkatkan penghindaran risiko para pedagang.

Bersamaan dengan Dolar AS melemah, imbal hasil obligasi Treasury AS dalam 10 tahun tampak kembali merosot ke bawah 0,80% beberapa waktu terakhir. Saham AS dan Asia turut mengalami penurunan seperti Nikkei Jepang yang anjlok sampai 4,2 persen. Selanjutnya para pelaku pasar dan investor akan fokus ke berita terkait virus Corona sebagai topik utama penggerak pasar.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Dolar Menguat Saat Investor Bersiap untuk Data NFP AS

Dolar naik pada hari Kamis, naik untuk sesi kedua berturut-turut, karena investor bertaruh pada laporan non-farm payrolls...

Emas Mengincar Kenaikan Minggu Kedua Saat Dolar Mereda

Harga emas bergerak sedikit pada hari Jumat karena investor menunggu data nonfarm payrolls utama AS untuk isyarat lebih lanjut tentang ekonomi terbesar...

Minyak Naik 1% Karena Pemotongan Target Produksi OPEC+

Harga minyak naik sekitar 1% pada hari Kamis, bertahan di level tertinggi tiga minggu setelah OPEC+ setuju untuk memperketat pasokan global dengan...

Bitcoin (BTC) : Analisa Teknikal Harian 7 Oktober 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, Bitcoin (BTC) memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 7 Oktober 2022

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -