Saturday, July 2, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Mendominasi Di Atas Yen Jepang Karena Optimisme Perdagangan, Menunggu FOMC dan BoJ

Must Read

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang...

Awal pekan perdagangan di hari Senin (28/10), Dolar AS tampak mampu beraksi lebih tinggi terhadap Yen Jepang. Kenaikan ini telah mengirim pasangan mata uang USD/JPY untuk berada pada titik paling tinggi selama sepekan terakhir. Walaupun sampai sekarang masih belum ada kelanjutan keputusan pasar pada pasangan.

Sentimen risiko pasar mengalami penguatan yang cukup signifikan setelah adanya kabar yang sangat optimis dari perdagangan. Kondisi tersebut memberikan tekanan berat bagi Yen Jepang sebagai aset safe haven penghindaran risiko. Bahkan kabar perdagangan tersebut yang hanya menjadi satu-satunya katalis penggerak penguatan USD/JPY hari senin ini.

Kantor Perwakilan Dagang dari AS kemarin pada hari Jumat mengatakan bahwa telah ada kemajuan yang besar pada kesepakatan dagang tahap awal antara AS-China. Sementara itu pejabat AS menyampaikan bahwa telah hampir menyelesaikan kesepakatan tahap awal untuk kemudian bisa ditandatangani oleh pimpinan kedua negara pada saat acara KTT APEC Chili pertengahan November mendatang.

Bukan hanya dari optimisme perdagangan, Dolar AS menguat juga disebabkan oleh naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kedua faktor tersebut saling berkolaborasi memberikan tekanan kenaikan pada pasangan USD/JPY pada hari ini. Namun para pelaku pasar dan investor akan berhati-hati menjelang serangkaian acara penting pada pekan ini.

Bank sentral AS akan melakukan rapat dalam pembahasan mengenai kebijakan moneter selanjutnya yang akan menggerakkan Dolar AS. Selain itu bank sentral Jepang juga akan melakukan pertemuan serupa yang tentunya akan menggerakkan Yen Jepang. Fed sendiri diprediksi akan melakukan pemangkasan suku bunga untuk kali ketiga sepanjang tahun ini.

Sementara itu BoJ diprediksi akan tetap mempertahankan kebijakan moneternya. Namun mungkin dalam rapat tersebut para anggota akan mengalami pecah pendapat. Karena sampai saat ini kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global terus mengancam.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+ mengatakan akan tetap pada rencana...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang lebih rendah berarti jumlah koin...

Coinbase ingin Ekspansi ke Eropa di tengah Crypto Winter

Coinbase memperluas operasinya ke berbagai negara di Eropa di tengah "crypto winter." Meskipun memberhentikan banyak karyawan dan membatalkan tawaran pekerjaan, wakil presiden...

Binance akan Bantu Kamboja dalam Mengembangkan Peraturan Kripto

Pertukaran kripto Binance telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Securities and Exchange Regulator of Cambodia (SERC), menurut pengumuman 30 Juni.
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -