Friday, October 30, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Menguat Berusaha Menghentikan Penurunan Dua Pekan

Must Read

Cred Secara Resmi Mengkonfirmasi Penangguhan Aliran Dana Masuk dan Keluar

Cred, layanan pinjaman cryptocurrency yang berbasis di Amerika Serikat, telah secara resmi mengumumkan penghentian sementara operasi karena...

Simplex Meluncurkan Tether ke Offramp Euro ke Mitra Pertukarannya

Simplex, penyedia pembayaran crypto-to-fiat, menambahkan offramp fiat lain untuk memungkinkan pertukaran mitranya seperti Binance dan Huob untuk...

Fidelity Digital Asset Services Perluas Ekspansi ke Asia

Fidelity Investments - salah satu manajer aset terbesar di dunia - terus memperluas jangkauan globalnya dalam industri...

Dolar AS menguat saat sesi awal Asia hari Jumat (16/10) menuju ke level 93,80 atau mewakili kenaikan sekitar 0,80% selama sepekan ini. Indeks Dolar AS sebagai pengukur kekuatan greenback terhadap beberapa mata uang utama global terus mampu mencetak kinerja yang sangat mengesankan. Walaupun dalam dua pekan sebelumnya sempat mengalami pelemahan yang signifikan.

Kekuatan sentimen risiko global beberapa waktu terakhir sangat lemah sekali dan menyebabkan permintaan terhadap greenback melonjak tinggi. Saham AS saja mengalami penurunan suram selama tiga hari tanpa jeda hari Kamis kemarin. Salah satu penyebab penurunan saham AS adalah data klaim tunjangan pengangguran AS dalam sepekan yang sangat mengecewakan. Kenaikan data itu menggambarkan sektor pekerja masih menghasilkan pengangguran yang tinggi.

Selain itu beban tambahan bagi aset-aset berisiko AS adalah tidak adanya kemajuan terkait dengan pembicaran stimulus fiskal AS. Kemudian lonjakan kasus virus Corona yang terjadi di kawasan Eropa juga turut membebani sentimen risiko. Sehingga Dolar AS menguat memanfaatkan semua kondisi risk off yang terjadi.

Sementara itu di sesi akhir pekan ini, kemungkinan Dolar AS akan menerima beberapa hambatan untuk bisa meraih kenaikan yang lebih tinggi. Salah satu peluang yang bisa membatalkan Dolar AS menguat adalah jika memang pasar saham mengalami pembalikan arah pergerakan. Mengingat saat ini kontrak berjangka S&P 500 yang sering digunakan sebagai indikator arah risiko mencatatkan kenaikan 0,20%.

Walaupun dari sisi kontrak berjangka S&P 500 sendiri untuk bisa naik lebih tinggi juga sangat diragukan. Karena kebangkitkan virus Corona gelombang kedua yang terus memburuk akan mengancam pertumbuhan ekonomi global yang sedang terjadi. Sehingga pada pekan ini diprediksi Dolar AS mampu mencatatkan kenaikan meski mungkin akan terpangkas.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Cred Secara Resmi Mengkonfirmasi Penangguhan Aliran Dana Masuk dan Keluar

Cred, layanan pinjaman cryptocurrency yang berbasis di Amerika Serikat, telah secara resmi mengumumkan penghentian sementara operasi karena...

Simplex Meluncurkan Tether ke Offramp Euro ke Mitra Pertukarannya

Simplex, penyedia pembayaran crypto-to-fiat, menambahkan offramp fiat lain untuk memungkinkan pertukaran mitranya seperti Binance dan Huob untuk menjual stablecoin utama Tether (USDT)...

Fidelity Digital Asset Services Perluas Ekspansi ke Asia

Fidelity Investments - salah satu manajer aset terbesar di dunia - terus memperluas jangkauan globalnya dalam industri cryptocurrency melalui anak perusahaan kripto...

Adopsi Bitcoin dapat Mencapai 90% pada Tahun 2030

Dengan masuknya pemain keuangan arus utama baru-baru ini ke ruang blockchain, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk alokasi perusahaan Bitcoin (BTC) menjadi...

Chengdu China Berupaya untuk Berdayakan Tata Kelola Perkotaan dengan Blockchain

Pihak berwenang di Chengdu, China berencana mengadopsi blockchain untuk beberapa kasus penggunaan di seluruh kota, termasuk tata kelola perkotaan, perdagangan lintas batas,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -