>
Home / berita / Berita Harian Forex / Dolar AS Menguat Karena Peringatan Draghi Tentang Risiko Menyakiti Euro

Dolar AS Menguat Karena Peringatan Draghi Tentang Risiko Menyakiti Euro

Dolar AS naik ke level tertinggi dalam lebih dari lima minggu terhadap euro pada hari Kamis (24/1). Setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan risiko ekonomi telah bergerak ke sisi negatifnya dan data jangka pendek kemungkinan akan lebih lemah daripada yang diantisipasi sebelumnya.

Pada hari Kamis (24/1), ECB membiarkan sikap kebijakannya tidak berubah seperti yang diharapkan. Mempertahankan kenaikan suku bunga akhir tahun ini di atas meja bahkan ketika ekonomi zona euro mengalami penurunan terbesar dalam setengah dekade.

“Risiko seputar prospek pertumbuhan kawasan euro telah bergerak ke downside karena adanya ketidakpastian,” kata Draghi dalam konferensi pers, mengutip ancaman perdagangan dan geopolitik serta volatilitas pasar negara berkembang.

Euro persen lebih rendah terhadap dolar AS pada $ 1,136, setelah jatuh le level terendah di $ 1,1308, terlemah sejak 17 Desember.

“Nada Draghi jelas bergeser ke mode yang jauh lebih dovish,” kata Charles Tomes, associate manager portfolio di Manulife Asset Management.

“Kami benar-benar merasa bahwa saat ini telah membuka pintu bagi risiko sedikit penurunan yang lebih dalam dari euro dengan data ekonomi yang terus lebih berada di sisi lemah,” kata Tomes.

Euro naik dari posisi terendah dalam sesi perdagangan setelah Draghi meremehkan penggelaran pendanaan operasi pembiayaan jangka panjang.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap euro, yen, pound Inggris dan tiga mata uang lainnya, naik sebesar 0,15 persen pada 96,265.

About Wida Yodik

Check Also

Yen Jepang

Perdagangan Mulai Aktif Pasca Paskah, Yen Jepang Cukup Mendominasi USDJPY

Perdagangan pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang hari ini bergerak mencoba mendekati level …