Monday, July 13, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Menguat Setelah Minat Pasar Terhadap Aset Beresiko Menurun

Must Read

Pounds mengincar MA 200-hari Karena Sentimen Risiko Membaik

Pounds naik pada hari Senin terhadap dolar menuju MA 200-hari di $ 1,27, meskipun itu terakhir diperdagangkan...

Penurunan Dolar Berlanjut Karena Investor Melihat Pendapatan Data Ekonomi

Dolar AS melemah pada hari Senin karena investor melihat data ekonomi global yang masuk dan pendapatan perusahaan...

Minyak Menurun Karena Pengaruh Lonjakan Infeksi COVID-19

Harga minyak turun pada hari Senin pada rekor harian kenaikan dalam kasus virus corona global dengan lonjakan...

Pergerakan Indeks Dolar AS hari ini terlihat menguat sampai 0,10 persen dan menuju ke kisaran angka 96,87. Momen Dolar AS menguat ini terjadi ketika perdagangan uang masuk ke sesi kawasan Eropa Selasa (19/2). Tapi jika dilihat secara teknikal saat ini posisi pergerakan Indeks Dolar AS tampak akan tertahan di angka 97.00. Terlebih lagi hari ini tidak ada sama sekali rilis data penting mengenai Amerika Serikat yang mampu menggerakan pasar dengan volume besar.

Sebelum momen Dolar AS menguat hari ini, kemarin hari Senin Dolar AS sempat mengalami pelemahan terhadap pasangan-pasangannya. Penyebab utama pelemahan kemarin adalah adanya momen liburan pada bank-bank di AS karena hari Presiden. Saat itulah pasar fokus pada hasil negosiasi dagang AS-China. Saat perdagangan AS dibuka kembali, pergerakan Dolar AS langsung menanjak karena minat pasar terhadap aset beresiko menurun seperti pada mata uang Euro dan juga Dolar Australia.

Pelemahan Euro hari ini disebabkan oleh pandangan para pelaku pasar dan investor yang melihat resiko-resiko pergerakan bearish didasarkan outlook ekonomi yang terus memburuk. Apalagi pada pekan lalu beberapa pejabat dari bank sentral Eropa memberikan pernyataan yang mengindikasikan sikap dovish. Hal ini dipandang sebagai penerusan dari kondisi-kondisi perekonomian Zona Euro yang buruk. Arah pasar sebenarnya sudah dapat terlihat dari penurunan yield obliogasi yang diluncurkan oleh beberapa negara di Eropa terutama Jerman.

Saat Dolar AS menguat kondisi pada mata uang Aussie justru menurun setelah rilis notulensi rapat kebijakan RBA yang menyatakan ketidakpastian dalam outlook ekonomi Australia. RBA juga mempertahankan angka suku bunga dan menyatakkan untuk kedepan kemungkinan kenaikan dan penurunan suku bunga sama kuat. Saat ini fokus pasar akan tertuju pada perkembangan negosiasi dagang AS-China.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Pounds mengincar MA 200-hari Karena Sentimen Risiko Membaik

Pounds naik pada hari Senin terhadap dolar menuju MA 200-hari di $ 1,27, meskipun itu terakhir diperdagangkan...

Penurunan Dolar Berlanjut Karena Investor Melihat Pendapatan Data Ekonomi

Dolar AS melemah pada hari Senin karena investor melihat data ekonomi global yang masuk dan pendapatan perusahaan AS untuk mengukur apakah optimisme...

Minyak Menurun Karena Pengaruh Lonjakan Infeksi COVID-19

Harga minyak turun pada hari Senin pada rekor harian kenaikan dalam kasus virus corona global dengan lonjakan besar infeksi selama akhir pekan...

USDJPY Hari Ini Berkonsolidasi, Menunggu Katalis Utama Penggerak Pasar

Sepanjang sesi-sesi awal kawasan Asia di hari Senin ini (13/7), pasangan USDJPY hari ini tetap datar belum menampilkan arah pergerakan yang jelas....

Berita Stimulus Dari Inggris Mendorong GBPJPY Untuk Mendaki Kembali

Permintaan terhadap mata uang Poundsterling Inggris naik dan berhasil membawa pasangan GBPJPY untuk mencatatkan beberapa bias bullish. Pasangan saat ini berada di...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -