Friday, December 9, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Menguat Setelah Minat Pasar Terhadap Aset Beresiko Menurun

Must Read

Penelitian: Turki Punya Obsesi dengan Kripto, Khususnya Dogecoin

Kemerosotan pasar kripto tidak berarti minat terhadap kripto juga turun. Sebuah studi baru dari platform pendidikan cryptocurrency...

Dolar Lesu Karena Kekhawatiran Resesi

Dolar AS melemah pada awal perdagangan Eropa Jumat karena meningkatnya kekhawatiran bahwa ekonomi AS menuju resesi, menjelang...

Hong Kong Akan Terapkan UU TradFi untuk Pertukaran Kripto

Dewan legislatif Hong Kong telah mengesahkan amandemen baru terhadap anti-pencucian uang (AML) dan sistem pembiayaan teroris untuk...

Pergerakan Indeks Dolar AS hari ini terlihat menguat sampai 0,10 persen dan menuju ke kisaran angka 96,87. Momen Dolar AS menguat ini terjadi ketika perdagangan uang masuk ke sesi kawasan Eropa Selasa (19/2). Tapi jika dilihat secara teknikal saat ini posisi pergerakan Indeks Dolar AS tampak akan tertahan di angka 97.00. Terlebih lagi hari ini tidak ada sama sekali rilis data penting mengenai Amerika Serikat yang mampu menggerakan pasar dengan volume besar.

Sebelum momen Dolar AS menguat hari ini, kemarin hari Senin Dolar AS sempat mengalami pelemahan terhadap pasangan-pasangannya. Penyebab utama pelemahan kemarin adalah adanya momen liburan pada bank-bank di AS karena hari Presiden. Saat itulah pasar fokus pada hasil negosiasi dagang AS-China. Saat perdagangan AS dibuka kembali, pergerakan Dolar AS langsung menanjak karena minat pasar terhadap aset beresiko menurun seperti pada mata uang Euro dan juga Dolar Australia.

Pelemahan Euro hari ini disebabkan oleh pandangan para pelaku pasar dan investor yang melihat resiko-resiko pergerakan bearish didasarkan outlook ekonomi yang terus memburuk. Apalagi pada pekan lalu beberapa pejabat dari bank sentral Eropa memberikan pernyataan yang mengindikasikan sikap dovish. Hal ini dipandang sebagai penerusan dari kondisi-kondisi perekonomian Zona Euro yang buruk. Arah pasar sebenarnya sudah dapat terlihat dari penurunan yield obliogasi yang diluncurkan oleh beberapa negara di Eropa terutama Jerman.

Saat Dolar AS menguat kondisi pada mata uang Aussie justru menurun setelah rilis notulensi rapat kebijakan RBA yang menyatakan ketidakpastian dalam outlook ekonomi Australia. RBA juga mempertahankan angka suku bunga dan menyatakkan untuk kedepan kemungkinan kenaikan dan penurunan suku bunga sama kuat. Saat ini fokus pasar akan tertuju pada perkembangan negosiasi dagang AS-China.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Penelitian: Turki Punya Obsesi dengan Kripto, Khususnya Dogecoin

Kemerosotan pasar kripto tidak berarti minat terhadap kripto juga turun. Sebuah studi baru dari platform pendidikan cryptocurrency...

Dolar Lesu Karena Kekhawatiran Resesi

Dolar AS melemah pada awal perdagangan Eropa Jumat karena meningkatnya kekhawatiran bahwa ekonomi AS menuju resesi, menjelang pertemuan penting Federal Reserve minggu...

Hong Kong Akan Terapkan UU TradFi untuk Pertukaran Kripto

Dewan legislatif Hong Kong telah mengesahkan amandemen baru terhadap anti-pencucian uang (AML) dan sistem pembiayaan teroris untuk memasukkan penyedia layanan aset virtual.

Survei: Lebih dari 90% Konsumen Penasaran dengan Metaverse

Terlepas dari kondisi pasar yang bergejolak selama setahun terakhir, metaverse dan utilitas potensialnya tetap stabil di benak konsumen. Menurut...

Pengembang Ethereum Targetkan Maret 2023 untuk Hard Fork Shanghai

Menurut sebuah diskusi di Pertemuan Pengembang Inti Ethereum ke-151 pada 8 Desember, pemrogram inti telah menetapkan tenggat waktu tentatif Maret 2023 untuk...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -