Thursday, January 27, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Menguat Terhadap Safe Haven Yen Karena Optimisme Perdagangan

Must Read

Minyak Jatuh Karena Aksi Ambil Untung Setelah Mencetak High Baru

Harga minyak turun pada hari Kamis karena investor menguangkan keuntungan dari kenaikan 2% di sesi sebelumnya setelah...

Dolar Naik Karena Dorongan Petunjuk Kenaikan Suku Bunga Fed

Dolar naik pada Kamis pagi di Asia, mencapai tertinggi multi-minggu. Mata uang safe-haven AS mendapat dorongan setelah...

Minyak Global Brent Mencapai $90 di Ukraina, Narasi OPEC

ika Anda berusaha cukup keras, Anda akan sampai di sana, kata pepatah. Tidak ada...

Pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen terus mengalami kenaikan yang moderat saat sesi dagang Asia berlangsung hari Kamis (12/9). Kenaikan telah mengirim pasangan menuju ke level paling tinggi dalam enam pekan terakhir di atas level harga 108. Kenaikan USD terjadi bersamaan dengan kenaikan saham AS seperti indeks DJIA yang melonjak dan mencatat penguatan enam kali berturut-turut.

Saham AS lain seperti S&P 500 juga ditutup dengan kondisi menguat dan mencapai titik yang lebih tinggi untuk kali kelima berturut-turut. Sementara itu Nasdaq mengalami penguatan dan menghapus penurunan yang terjadi sebelumnya. Pasar saat ini lebih memilih menunggu data mengenai inflasi harga konsumen dari AS untuk menentukan arah Dolar AS lebih lanjut. Keputusan kebijakan oleh bank sentral Eropa juga akan menjadi katalis bagi USD.

Sesuai jadwal bank sentral AS akan melakukan pertemuan dalam pembahasan kebijakan moneter pada pekan depan. Mendekati pertemuan tersebut, Presiden Trump tampak belum menyampaikan komentar-komentar yang biasanya mengkritik Fed.

Namun pada hari ini dikabarkan bahwa Presiden Trump telah menyampaikan komentar kembali dengan nada kritikan dan permintaan kepada bank sentral AS. Trump menyampaikan bahwa Fed harus memangkas suku bunga sampai titik Nol atau kurang. Lalu kemudian akan memulai kembali pembayaran hutang dan mengejek Powell dengan sebutan Kepala Batu.

Dolar AS lebih unggul terhadap Yen Jepang setelah Trump juga menyampaikan kabar terbaru mengenai perang dagang. Trump mengatakan bahwa pemerintah China sangat menginginkan kesepakatan perdagangan dengan AS. Pemerintah China juga menyampaikan daftar barang-barang AS yang akan dibebaskan dari kenaikan tarif.

Namun USD sedikit kalah terhadap aset berisiko lain karena kebangkitan sentimen risiko global. Imbal hasil obligasi juga bangkit di sekitar 1,68 persen dalam tenor 2 tahun dan di level 1,75 persen pada tenor 10 tahun. Fokus akan tetap tertuju ke data inflasi AS nanti malam.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Jatuh Karena Aksi Ambil Untung Setelah Mencetak High Baru

Harga minyak turun pada hari Kamis karena investor menguangkan keuntungan dari kenaikan 2% di sesi sebelumnya setelah...

Dolar Naik Karena Dorongan Petunjuk Kenaikan Suku Bunga Fed

Dolar naik pada Kamis pagi di Asia, mencapai tertinggi multi-minggu. Mata uang safe-haven AS mendapat dorongan setelah ketua Federal Reserve AS Jerome...

Minyak Global Brent Mencapai $90 di Ukraina, Narasi OPEC

ika Anda berusaha cukup keras, Anda akan sampai di sana, kata pepatah. Tidak ada kata-kata yang lebih benar yang...

Dolar Sentuh Tertinggi 5-Minggu Pasca Keputusan Kebijakan Fed

Dolar naik ke level tertinggi lima minggu pada hari Rabu setelah Federal Reserve mengatakan kemungkinan akan menaikkan suku bunga AS pada bulan...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 27 Januari 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -