Thursday, July 9, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Naik Melawan Aussie, Ekspektasi Suku Bunga AS Tidak Naik Masih Membebani

Must Read

Monex Menjadi Perusahaan Sekuritas Jepang Pertama yang Me-Listing CFD

Monex Securities, perusahaan sekuritas online Jepang utama, meluncurkan layanan cryptocurrency contract-for-difference hari ini. Ini menandai pertama kalinya...

Kraken Menemukan Potensi Serangan Terhadap Dompet Ledger

Kraken Security Labs, divisi keamanan siber dari pertukaran cryptocurrency yang berbasis di AS, Kraken, telah mengidentifikasi potensi...

Volvo Berinvestasi dalam Startup Blockchain untuk Pelacakan Cobalt

Pada 8 Juli, Volvo Cars Tech Fund mengumumkan investasi mereka di startup ketertelusuran blockchain, Circulor.

Hari ini mata uang Dolar AS naik dalam beberapa pasangan mata uang. Tapi sampai saat ini ekspektasi dari para pelaku pasar dan investor masih terus meningkat mengenai Fed yang tidak akan menaikkan lagi suku bunga AS untuk tahun 2019. Sehingga kenaikan pada Dolar AS diperkirakan tidak akan terlalu tajam. Karena masih ditahan oleh ekspektasi pasar tersebut.

Sementara itu disisi lain Dolar Australia dan juga Dolar Selandia Baru harus rela kalah melawan Dolar AS pada perdagangan hari ini. Pada sesi awal perdagangan kawasan Asia, pasangan AUDUSD harus rela turun sebesar 0,2 persen sedangkan NZDUSD turun sebesar 0,1 persen. Saat ini memang kedua mata uang tersebut tengah tertekan oleh Dolar AS naik, tapi pekan lalu justru sudah menang melawan Dolar AS setelah membaiknya sentimen resiko karena pembicaraan lanjutan antara AS-China.

Momentum pelemahan Dolar AS pekan lalu terlihat pada pasangan mata uang USDJPY. Pasangan ini turun sebesar 1,5 persen yang menunjukkan posisi Dolar AS yang tertekan dan merupakan penurunan dalam mingguan yang paling tajam semenjak bulan Januari 2017. Sebelum melemah, Dolar AS naik dan menjadi jawara melawan beberapa pasangan mata uang lainnya pada 2018 lalu. Bahkan greenback sempat naik sebesar 4,3 persen karena adanya kenaikan suku bunga AS.

Ekspektasi para pelaku pasar dan investor mengenai Fed yang tidak akan menaikkan kembali suku bunga AS tahun ini dikarenakan adanya kekhawatiran terjadi perlambatan pertumbuhan AS dan dunia. Selain itu data laju inflasi AS yang masih dapat dikontrol dan cenderung stabil mengindikasikan para pemegang jabatan di Fed akan berfikir ulang untuk menaikkan suku bunga AS kembali. Fed akan lebih bersabar untuk menetukan keputusan mengenai kenaikan suku bunga AS untuk tahun ini.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Monex Menjadi Perusahaan Sekuritas Jepang Pertama yang Me-Listing CFD

Monex Securities, perusahaan sekuritas online Jepang utama, meluncurkan layanan cryptocurrency contract-for-difference hari ini. Ini menandai pertama kalinya...

Kraken Menemukan Potensi Serangan Terhadap Dompet Ledger

Kraken Security Labs, divisi keamanan siber dari pertukaran cryptocurrency yang berbasis di AS, Kraken, telah mengidentifikasi potensi serangan baru terhadap dompet perangkat...

Volvo Berinvestasi dalam Startup Blockchain untuk Pelacakan Cobalt

Pada 8 Juli, Volvo Cars Tech Fund mengumumkan investasi mereka di startup ketertelusuran blockchain, Circulor. Volvo sebelumnya menggunakan solusi...

‘How Are We’ Telah Ditokenisasikan di Blockchain Ethereum

How Are We, sebuah kolaborasi seni pertunjukan yang terdiri dari 15 karya pendek yang difilmkan dalam karantina COVID-19, telah di hash dan...

Matic Network Meluncurkan Program Inisiatif untuk Adopsi Mainnet

Solusi skalabilitas Blockchain, Matic, merilis berita tentang program “Inisiatif Pengembang Skala Besar” pada 8 Juli. Program ini dimaksudkan untuk mendorong adopsi mainnet,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -