>
Home / berita / Berita Harian Forex / Dolar AS Stabil Ditengah Melemahnya Permintaan Aset Berisiko

Dolar AS Stabil Ditengah Melemahnya Permintaan Aset Berisiko

Dolar AS sedikit berubah terhadap sekeranjang mata uang pada hari Rabu (5/12), ketika kekhawatiran kembali bangkit atas perang perdagangan AS-China yang melemahkan permintaan untuk aset berisiko. Sementara pound tetap tertekan ketika debat parlemen yang terus berlangsung terhadap rencana Brexit dari pemerintah.

Wall Street merosot pada hari Selasa (4/12) setelah serangkaian tweet dari Presiden AS Donald Trump merusak kepercayaan investor bahwa resolusi penuh terhadap konflik perdagangan AS-China akan tercapai selama gencatan perdagangandalam 90 hari.

Trump mengancam akan memberlakukan tarif lebih tinggi terhadap China, kecuali jika mereka membuat konsesi, memperburuk kekhawatiran atas prospek pertumbuhan global.

Kekhawatiran tentang pasar obligasi AS menandakan resesi yang akan datang juga membebani sentimen pasar.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, berada di level 96,93 pada pukul 09:10 GMT. Volume perdagangan diperkirakan akan tetap rendah, dengan pasar AS tutup untuk hari berkabung nasional bagi Presiden George HW Bush.

Dolar AS sedikit lebih tinggi terhadap yen, dengan USD/JPY naik 0,2% menjadi 112,99. Euro hampir berubah terhadap dolar AS, dengan EUR/USD berpindah tangan pada level 1,1338.

Pound menunjukkan sentuhan yang lebih tinggi terhadap mata uang AS, dengan GBP/USD naik 0,13% menjadi 1,2732. Sterling jatuh ke level terendah sejak Juni 2017 pada hari Selasa (4/12) setelah serangkaian kekalahan di Parlemen untuk Perdana Menteri Theresa May atas rencana Brexit-nya.

About Wida Yodik

Check Also

dolar kanada

Dolar Kanada Terimbas Pergerakan Harga Minyak Mentah, Fokus pasangan USDCAD Pada FOMC

Perdagangan mata uang Dolar AS terhadap Dolar Kanada hari ini tengah diperdagangkan dengan minat jual …