Saturday, October 23, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Stagnan Awal Pembukaan Asia, Menunggu Pembaruan Sentimen Risiko

Must Read

Minyak Turun Karena Ketatnya Pasokan AS

Minyak turun pada Jumat pagi di Asia karena pasokan AS terus mengetat. Cairan hitam ditetapkan untuk akhir...

Dolar Turun Meskipun Data AS Positif

Dolar turun pada Jumat pagi di Asia dan bersiap untuk penurunan minggu kedua bahkan ketika data ekonomi...

Pengadilan Tinggi Pakistan Meminta Pemerintah untuk Mengatur Kripto

Pengadilan Tinggi Sindh (SHC), badan peradilan tertinggi di Provinsi Sindh Pakistan, telah meminta pemerintah untuk membuat modalitas...

Perdagangan di sekitar pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang tampak masih stagnan di awal pembukaan sesi kawasan Asia hari Rabu (28/8). Saat ini pasangan USDJPY sedang bergerak di sekitar level harga 105,73 dan berada di titik tengah antara level penting di 106,65 dan 105,79.

Para pelaku pasar dan investor saat ini masih merasa khawatir mengenai ancaman perlambatan ekonomi global karena perang dagang antara AS dan China yang tidak kunjung berakhir. Secara luas perdagangan di Amerika Serikat mengalami pelemahan karena terdampak perang dagang yang berkepanjangan. Kondisi ini terlihat dari saham AS yang mengalami penurunan. Selain itu imbal hasil obligasi Treasury pemerintah AS juga mengalami penurunan. Pada imbal hasil tenor 2 tahun saat ini berada di sekitar 1,51 persen sampai 1,55 persen dan imbal hasil tenor 10 tahun berada di 1,52 persen sampai 1,47 persen.

Kondisi ini sebagai gambaran pasar yang kurang optimis mengenai kabar pembaruan hubungan dagang AS-China. Sampai sekarang pasar masih memegang prediksi bahwa bank sentral AS akan memangkas kembali suku bunga sebesar 25 basis poin pada saat pertemuannya bulan September mendatang. Kondisi pasar yang kurang optimis akan membuat permintaan pasar terhadap safe haven melonjak tinggi. Terlihat dari pekan lalu dimana Yen menundukkan Dolar AS dan mendominasi pasangan USDJPY

Fokus Dolar AS selanjutnya akan tertuju ke bank sentral AS dimana mungkin yang mengharapkan USD mengalami pelemahan harus merasa kecewa. Pasalnya sejak pemotongan suku bunga pada pertemuan kemarin, indeks DXY belum terlihat mengalami penurunan cukup moderat. Bahkan USD terus mengalami penguatan disaat ketegangan dagang antara kedua negara ekonom terkuat ini memuncak kembali.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Turun Karena Ketatnya Pasokan AS

Minyak turun pada Jumat pagi di Asia karena pasokan AS terus mengetat. Cairan hitam ditetapkan untuk akhir...

Dolar Turun Meskipun Data AS Positif

Dolar turun pada Jumat pagi di Asia dan bersiap untuk penurunan minggu kedua bahkan ketika data ekonomi yang optimis memberi mata uang...

Pengadilan Tinggi Pakistan Meminta Pemerintah untuk Mengatur Kripto

Pengadilan Tinggi Sindh (SHC), badan peradilan tertinggi di Provinsi Sindh Pakistan, telah meminta pemerintah untuk membuat modalitas untuk regulasi cryptocurrency.

Kapitalisasi Pasar Kripto Mencapai Level ATH Baru

Kapitalisasi pasar total semua cryptocurrency naik ke level tertinggi baru sepanjang masa pada hari Rabu, mengakhiri pemulihan dramatis selama berbulan-bulan yang menegaskan...

Animoca Brands Gandakan Valuasi dari Putaran Pendanaan Baru

Game NFT dan pengembang properti virtual Animoca Brands telah menggandakan valuasinya menjadi $2,2 miliar setelah menutup putaran pendanaan baru yang menghasilkan $65...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -