Monday, February 24, 2020
No menu items!
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Tertekan Setelah Penghindaran Risiko Menguasai Pedagang, USDJPY Merosot Ke Lembah Dua Pekan

Must Read

Minyak Mentah Mundur Karena Kekhawatiran Virus, Mengabaikan Berita Saudi dan Penurunan Pasokan

Permintaan minyak mentah melemah membawa indeks minyak berjangka WTI turun menuju ke level harga 53.60 saat sesi Asia hari...

Emas Melonjak Ke Puncak 2013 Karena Kekhawatiran Perlambatan Global

Harga logam mulia diperdagangkan dengan kenaikan sepanjang empat hari terakhir berturut-turut. Di hari Jumat ini, emas bullish memperpanjang kenaikannya...

AUDUSD Gagal Memulihkan Diri Dari Terendah Satu Dekade Terakhir

Mata uang Dolar Australia sempat berusaha untuk memulihkan diri dari level paling rendah sepuluh tahun terakhir terhadap Dolar AS....

Permintaan beli mata uang Yen Jepang terus meningkat beberapa waktu terakhir terhadap Dolar AS. Kondisi ini membawa pasangan USDJPY untuk turun lebih dalam menuju ke level harga 109,00 saat sesi Eropa berlangsung di hari Kamis (23/1). Dengan posisi Dolar AS tertekan, maka pasangan telah mendekati level paling rendah dalam dua pekan terakhir.

Penurunan yang terjadi pada pasangan USDJPY saat ini merupakan penurunan lanjutan atas penolakan dari puncak dalam bulanan yang tercetak pada pekan lalu. Bahkan Dolar AS tertekan hampir sepanjang tiga sesi dagang berturut-turut. Faktor utamanya adalah suasana penghindaran risiko pasar yang cukup besar sehingga aset lawannya cukup berat untuk menahan.

Sejak hari Rabu kemarin, para pelaku pasar dan investor global sangat dikhawatirkan dengan wabah virus Corona yang menyerang China. Para pedagang takut bahwa virus itu akan menyebar sampai ke seluruh dunia dan menyebabkan kematian dalam jumlah besar. Kondisi ini yang memicu penghindaran risiko yang sangat menguntungkan Yen Jepang.

Nada penghindaran risiko yang kuat juga terlihat pada imbal hasil obligasi Treasury AS yang merosot cukup tajam. Nada imbal yang cukup berat menjadi tolak ukur bahwa sentimen risiko sedang meredup. Terlebih lagi pada kondisi teknikal, pasangan sudah mampu melewati level resisten yang menjadi support. Sehingga penurunan lebih dalam sangat terbuka lebar dalam pandangan teknikal.

Walaupun sebelumnya USD sempat mengalami penguatan sampai menuju ke puncak dalam bulanan. Sayangnya saat Dolar AS tertekan dan menutup semua peluang pembelian dari para pedagang karena kekuatan Yen yang lebih mendominasi. Untuk saat ini juga belum ada katalis penggerak dari kedua negara yang mampu diandalkan. Sehingga para pedagang hanya menunggu pembaruan risiko global sebagai penggerak.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Mentah Mundur Karena Kekhawatiran Virus, Mengabaikan Berita Saudi dan Penurunan Pasokan

Permintaan minyak mentah melemah membawa indeks minyak berjangka WTI turun menuju ke level harga 53.60 saat sesi Asia hari...

Emas Melonjak Ke Puncak 2013 Karena Kekhawatiran Perlambatan Global

Harga logam mulia diperdagangkan dengan kenaikan sepanjang empat hari terakhir berturut-turut. Di hari Jumat ini, emas bullish memperpanjang kenaikannya dan saat ini berada di...

AUDUSD Gagal Memulihkan Diri Dari Terendah Satu Dekade Terakhir

Mata uang Dolar Australia sempat berusaha untuk memulihkan diri dari level paling rendah sepuluh tahun terakhir terhadap Dolar AS. Namun secara luas pasangan AUDUSD...

USDJPY Konsolidasi Setelah Sempat Melonjak Menuju Ke Puncak April 2019

Saat ini pasangan mata uang USDJPY konsolidasi bergerak di sekitar level harga 112,00 setelah pembukaan sesi Asia hari Jumat (21/2). Sebelumnya Dolar AS sempat...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 21 Februari 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -