Thursday, January 27, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar AS Tertekan Setelah Penghindaran Risiko Menguasai Pedagang, USDJPY Merosot Ke Lembah Dua Pekan

Must Read

Minyak Jatuh Karena Aksi Ambil Untung Setelah Mencetak High Baru

Harga minyak turun pada hari Kamis karena investor menguangkan keuntungan dari kenaikan 2% di sesi sebelumnya setelah...

Dolar Naik Karena Dorongan Petunjuk Kenaikan Suku Bunga Fed

Dolar naik pada Kamis pagi di Asia, mencapai tertinggi multi-minggu. Mata uang safe-haven AS mendapat dorongan setelah...

Minyak Global Brent Mencapai $90 di Ukraina, Narasi OPEC

ika Anda berusaha cukup keras, Anda akan sampai di sana, kata pepatah. Tidak ada...

Permintaan beli mata uang Yen Jepang terus meningkat beberapa waktu terakhir terhadap Dolar AS. Kondisi ini membawa pasangan USDJPY untuk turun lebih dalam menuju ke level harga 109,00 saat sesi Eropa berlangsung di hari Kamis (23/1). Dengan posisi Dolar AS tertekan, maka pasangan telah mendekati level paling rendah dalam dua pekan terakhir.

Penurunan yang terjadi pada pasangan USDJPY saat ini merupakan penurunan lanjutan atas penolakan dari puncak dalam bulanan yang tercetak pada pekan lalu. Bahkan Dolar AS tertekan hampir sepanjang tiga sesi dagang berturut-turut. Faktor utamanya adalah suasana penghindaran risiko pasar yang cukup besar sehingga aset lawannya cukup berat untuk menahan.

Sejak hari Rabu kemarin, para pelaku pasar dan investor global sangat dikhawatirkan dengan wabah virus Corona yang menyerang China. Para pedagang takut bahwa virus itu akan menyebar sampai ke seluruh dunia dan menyebabkan kematian dalam jumlah besar. Kondisi ini yang memicu penghindaran risiko yang sangat menguntungkan Yen Jepang.

Nada penghindaran risiko yang kuat juga terlihat pada imbal hasil obligasi Treasury AS yang merosot cukup tajam. Nada imbal yang cukup berat menjadi tolak ukur bahwa sentimen risiko sedang meredup. Terlebih lagi pada kondisi teknikal, pasangan sudah mampu melewati level resisten yang menjadi support. Sehingga penurunan lebih dalam sangat terbuka lebar dalam pandangan teknikal.

Walaupun sebelumnya USD sempat mengalami penguatan sampai menuju ke puncak dalam bulanan. Sayangnya saat Dolar AS tertekan dan menutup semua peluang pembelian dari para pedagang karena kekuatan Yen yang lebih mendominasi. Untuk saat ini juga belum ada katalis penggerak dari kedua negara yang mampu diandalkan. Sehingga para pedagang hanya menunggu pembaruan risiko global sebagai penggerak.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Jatuh Karena Aksi Ambil Untung Setelah Mencetak High Baru

Harga minyak turun pada hari Kamis karena investor menguangkan keuntungan dari kenaikan 2% di sesi sebelumnya setelah...

Dolar Naik Karena Dorongan Petunjuk Kenaikan Suku Bunga Fed

Dolar naik pada Kamis pagi di Asia, mencapai tertinggi multi-minggu. Mata uang safe-haven AS mendapat dorongan setelah ketua Federal Reserve AS Jerome...

Minyak Global Brent Mencapai $90 di Ukraina, Narasi OPEC

ika Anda berusaha cukup keras, Anda akan sampai di sana, kata pepatah. Tidak ada kata-kata yang lebih benar yang...

Dolar Sentuh Tertinggi 5-Minggu Pasca Keputusan Kebijakan Fed

Dolar naik ke level tertinggi lima minggu pada hari Rabu setelah Federal Reserve mengatakan kemungkinan akan menaikkan suku bunga AS pada bulan...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 27 Januari 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -