Friday, April 16, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar Australia Bullish Meski Dolar AS Terus Melawan, Terbantu Data Optimis China

Must Read

AXA Insurance Mulai Menerima Bitcoin sebagai Pembayaran

Perusahaan asuransi terbesar kedua di Eropa, AXA, telah menjadi perusahaan asuransi all-line pertama di Swiss yang menawarkan...

Société Générale Mengeluarkan Token Sekuritasnya di Tezos

Raksasa keuangan Eropa Société Générale telah mengeluarkan token sekuritasnya di blockchain Tezos. Menurut pengumuman...

Chainlink Rilis White Paper Baru dalam Pergeseran Menuju Komputasi Kontrak Pintar

Chainlink meluncurkan white paper barunya pada hari Kamis, yang merinci ekspansi yang direncanakan dan poros dalam menciptakan...

Pasangan mata uang AUDUSD mencatatkan aksi kenaikan yang sangat baik di sesi Asia hari Senin (18/10. Dolar Australia bullish menuju ke sekitar nilai tukar 0,7700 setelah menerima dorongan dari data ekonomi China beberapa saat sebelumnya. Bahkan pasca data itu, pasangan sempat melonjak sampai ke atas nilai tukar 0,7700, namun turun beberapa saat setelahnya.

Pendukung utama AUDUSD datang dari data ekonomi China mengenai produk domestik bruto dan juga produksi sektor industri. Namun sisi yang membebani datang dari data penjualan eceran yang mencatatkan penurunan. Di lain sisi aksi harga dari Dolar AS beberapa jam terakhir juga membuat Dolar Australia bullish lebih berat lagi.

Laporan data PDB China tahun ke tahun pada Q4 2020 berada di 6,5% lebih tinggi dari laporan sebelumnya di 6,1%. Sementara itu dalam laporan kuartal ke kuartal data mengalami penurunan ke 2,6% dari prediksi awal di 3,2% dan laporan sebelumnya di 2,7%.

Kemudian produksi industri China juga pulih semakin baik, menggambarkan bahwa aktivitas pabrik mulai bangkit dan menjadi sinyal yang baik bagi ekonomi China. Data itu naik sampai ke 7,3% lebih tinggi dari harapan awal pada 6,9% dalam tahun ke tahun. Sementara itu data yang mengecewakan adalah mengenai penjualan eceran. Data itu anjlok ke 5,0% dari prediksi awal pada 5,5%.

Kekhawatiran pasar terhadap pandemi virus Corona juga memancing aksi pembelian Dolar AS. Inggris sedang dalam pertimbangan lockdown yang lebih ketat lagi. Lalu Jepang melaporkan kasus baru yang banyak beberapa hari terakhir. Kebijakan terbaru dari Joe Biden mengenai pipa Keystone XL Kanada juga sempat menggerakkan pasar global. Tantangan Dolar Australia bullish berikutnya akan datang dari kemana arah sentimen risiko pasar global.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

AXA Insurance Mulai Menerima Bitcoin sebagai Pembayaran

Perusahaan asuransi terbesar kedua di Eropa, AXA, telah menjadi perusahaan asuransi all-line pertama di Swiss yang menawarkan...

Société Générale Mengeluarkan Token Sekuritasnya di Tezos

Raksasa keuangan Eropa Société Générale telah mengeluarkan token sekuritasnya di blockchain Tezos. Menurut pengumuman pada hari Kamis, langkah tersebut...

Chainlink Rilis White Paper Baru dalam Pergeseran Menuju Komputasi Kontrak Pintar

Chainlink meluncurkan white paper barunya pada hari Kamis, yang merinci ekspansi yang direncanakan dan poros dalam menciptakan jaringan oracle untuk komputasi. Proposal...

CEO Blackrock: Crypto ‘dapat Menjadi Aset yang Hebat’ Tetapi Tidak Menjadi Pengganti Mata Uang

Meskipun peluncuran saham Coinbase berhasil pada hari Rabu, CEO Blackrock Larry Fink masih menyatakan beberapa kekhawatiran atas adopsi institusional crypto.

Google Cloud Integrasikan Band Protocol untuk Data Real-Time Harga Crypto

Google Cloud menggabungkan teknologi inti dari Band Protocol, layanan oracle terdesentralisasi, untuk memungkinkan "analisis data deret waktu keuangan yang cepat dan akurat,"...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -