Wednesday, December 1, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar Australia Kuat Ketika Data IMP China Pesimis, Perang Dagang Menjadi Katalis Utama

Must Read

Bancor Perkenalkan Staking Pool Baru dan Perlindungan Kerugian Instan

Pembuat pasar otomatis terdesentralisasi (AMM) Bancor akan meluncurkan staking pool baru dan peningkatan mekanisme perlindungan kerugian yang...

Minyak Naik di Tengah Taruhan OPEC+ akan Menghentikan Kenaikan Produksi

Harga minyak naik pada hari Selasa, memperpanjang rebound dari penurunan minggu lalu di tengah meningkatnya ekspektasi produsen...

Dolar Turun Menuju Low Satu Minggu, Karena Melonggarnya Kekhawatiran Omicron

Dolar melemah pada Selasa pagi di Asia, tepat di atas level terendah satu minggu selama minggu sebelumnya,...

Perdagangan hari Senin (5/8) saat sesi dagang kawasan Asia berlangsung, China merilis data mengenai IMP Jasa Caixin China. Data tersebut dilaporkan dengan hasil yang lebih lemah dari prediksi awal. Namun walaupun mengecewakan, Dolar Australia tetap mampu pulih terhadap Yen dari titik paling rendah tujuh bulan terakhir. Pasangan AUDJPY melonjak menuju ke sekitar level harga 71,80.

Data mengenai IMP Jasa Caixin China dilaporkan dengan hasil yang merosot cukup jauh dari prediksi. Data tersebut secara aktual berada di 51,6 dengan prediksi sebelumnya berada di 52,9 selama bulan Juli. Data China sangat memiliki pengaruh terhadap Australia karena China merupakan pelanggan utama Aussie pada produk-produk impor.

Sebelum data tersebut laporan dari AiG dan Commonwealth Bank mengenai indeks aktivitas dan dilanjutkan TD Securities Inflation serta ANZ Job Advertisements. Semua data tersebut dilaporkan dengan hasil yang bermacam-macam tidak searah yang menjadi gambaran bagaimana kondisi ekonomi Aussie saat ini.

Sebelumnya Dolar Australia mengalami penurunan cukup tajam setelah adanya rasa kekecewaan dari China atas kenaikan tarif oleh Trump.  Dampak perang dagang yang tidak kunjung usai juga membebani tolak ukur sentimen resiko global. Pada imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun dan pada imbal hasil Treasury Jerman 30 tahun terus mengalami penurunan yang menjadi pertanda pasar sedang pesimis.

Daya tarik pada aset safe haven seperti Yen juga akan semakin besar. Karena pasar sedang khawatir dengan adanya pelonggaran kebijakan moneter dan juga ketegangan di kawasan Iran mengenai geopolitik yang belum ada indikasi penurunan tensi. Dolar Australia semakin merosot karena terdorong oleh penurunan harga pada Iron Ore. Karena produk ini merupakan produk ekspor paling besar bagi Aussie.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bancor Perkenalkan Staking Pool Baru dan Perlindungan Kerugian Instan

Pembuat pasar otomatis terdesentralisasi (AMM) Bancor akan meluncurkan staking pool baru dan peningkatan mekanisme perlindungan kerugian yang...

Minyak Naik di Tengah Taruhan OPEC+ akan Menghentikan Kenaikan Produksi

Harga minyak naik pada hari Selasa, memperpanjang rebound dari penurunan minggu lalu di tengah meningkatnya ekspektasi produsen utama akan menghentikan rencana untuk...

Dolar Turun Menuju Low Satu Minggu, Karena Melonggarnya Kekhawatiran Omicron

Dolar melemah pada Selasa pagi di Asia, tepat di atas level terendah satu minggu selama minggu sebelumnya, karena kekhawatiran bahwa varian baru...

Kelly Strategic Management Mengajukan ETF Ethereum Futures

Perusahaan investasi yang berbasis di Denver, Kelly Strategic Management telah mengajukan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang menawarkan eksposur ke kontrak...

Minyak Coba Memulihkan Beberapa Kerugian Karena Omicron

Pasar minyak memulihkan beberapa kerugian mengejutkan pekan lalu yang dipicu oleh kepanikan atas varian Omicron dari Covid setelah beberapa mengatakan bahwa jenisnya...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -