Wednesday, October 28, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar Australia Stagnan Akibat Kabar Positif China dan Ekonomi Australia Memburuk

Must Read

EURUSD Bullish Naik, Mata Uang Euro Mengabaikan Kenaikan Kasus Benua Biru

Pasangan mata uang EURUSD bullish saat menjelang pembukaan pasar Eropa hari Selasa (27/10). Saat ini Euro berhasil...

GBPUSD Naik Ketika Meningkat Harapan Kesepakatan Brexit dan Nada Risk On

Mata uang Poundsterling Inggris naik menjelang pembukaan pasar Eropa hari melawan mata uang Dolar AS. Kenaikan mata...

AUDUSD Memperpanjang Kenaikan Meski Beberapa Masalah Membebani Dolar Australia

Pasangan mata uang AUDUSD naik lebih tinggi saat sesi awal Eropa hari Selasa (27/10). Penguatan permintaan terhadap...

Dolar Australia stagnan pada perdagangan hari ini Rabu (16/1) dan hanya bergerak dikisaran level harga perdagangan 0.7205 terhadap Dolar AS. Kondisi pergerakan dengan area sempit ini terjadi pada saat sesi perdagangan kawasan Eropa. Penyebab utamanya adalah setelah bank sentral China merilis laporan bahwa sudah melakukan penyuntikandana ke dalam sistem keuangan dengan tujuan untuk stimulus moneter. Dolar Australia juga didukung oleh adanya sikap optimis pelaku pasar setelah pengumuman voting Brexit yang ditolak dan sesuai prediksi pasar. Tapi laporan dalam negeri mengenai sentimen konsumen justru membuat kenaikan Aussie tertahan.

Data sentimen konsumen dirilis oleh Westpac yang memperlihatkan penurunan menuju ke angka -4,7 persen untuk bulan Januari. Sebelumnya data ini sempat membaik pada bulan Desember dengan angka +1 persen. Angka ini menjadi level terburuk pada tiga tahun terakhir dan membuat perdagangan Dolar Australia stagnan. Dampaknya terjadi kenaikkan tingkat pesimisme terhadap ekonomi Ausralia.

Beberapa pekan terakhir beberapa data ekonomi Australia dilaporkan mengecewakan. Hal ini memicu pupusnya harapan Reverse Bank of Australia untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini. Rumor tersebut tapi tidak begitu dihiraukan oleh pasar karena terpengaruh langkah positif dari China mengenai suntikan dana stimulus moneter. Data ekonomi yang seimbang membuat Dolar Australia stagnan terhadap Dolar AS pada perdagangan hari ini.

Pemerintah China melakukan suntikan dana dengan tujuan untuk melakukan penanggulangan akibat faktor musiman yang sering terjadi seperti pembayaran pajak dan juga untuk penanggulangan menaiknya permintaan uang tunai karena hari raya Imlek yang semakin dekat. Kabar suntikan dana stimulus ini membuat Dolar Australia mampu menahan kabar-kabar negatif perekonomian mereka. Sehingga kondisinya saat ini pada beberapa pasangan mata uang tampak stagnan.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

EURUSD Bullish Naik, Mata Uang Euro Mengabaikan Kenaikan Kasus Benua Biru

Pasangan mata uang EURUSD bullish saat menjelang pembukaan pasar Eropa hari Selasa (27/10). Saat ini Euro berhasil...

GBPUSD Naik Ketika Meningkat Harapan Kesepakatan Brexit dan Nada Risk On

Mata uang Poundsterling Inggris naik menjelang pembukaan pasar Eropa hari melawan mata uang Dolar AS. Kenaikan mata uang Inggris ini berhasil mengangkat...

AUDUSD Memperpanjang Kenaikan Meski Beberapa Masalah Membebani Dolar Australia

Pasangan mata uang AUDUSD naik lebih tinggi saat sesi awal Eropa hari Selasa (27/10). Penguatan permintaan terhadap mata uang Dolar Australia membantu...

Minyak Mentah Berusaha Bangkit Ketika Risk On Sedang Berlaku

Minyak mentah berjangka yang berada di WTI AS terus berusaha naik memperpanjang momentum pemulihannya. Minyak mentah hari ini berusaha bangkit dari titik...

Pounds Tetap Netral, Smakin Terlihat Tidak Mendapatkan Keuntungan dari Kesepakatan Brexit

Pounds netral pada hari Selasa dan analis percaya bahwa itu tidak akan banyak berubah meskipun Inggris dan Uni Eropa mencapai kesepakatan perdagangan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -