>
Home / berita / Berita Harian Forex / Dolar Australia Terbebani Konflik AS-China

Dolar Australia Terbebani Konflik AS-China

Perdagangan pasangan mata uang Dolar Australia terhadap Dolar AS hari ini Jumat (7/6) terlihat sedang dalam gerakan yang tidak pasti. Pasangan ini hanya bergerak dengan rentang jarak 20 pip saja ketika perdagangan masuk di sesi kawasan Eropa. Sebelumnya pasangan AUDUSD telah gagal menggunakan dengan baik pantulan dari kawasan paling rendah dalam bulanan. Level kunci pasangan ini berada di sekitar 0,70 sebagai pembatas utama walaupun Dolar AS tengah dalam pelemahan terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

Penurunan USD terlihat pada Greenback yang mengalami kemerosotan tajam karena naiknya harapan pasar mengenai pemangkasan suku bunga oleh Fed pada tahun ini. Selain itu kabar ini juga diperkuat dengan komentar dari beberapa anggota FOMC termasuk juga Jerome Powell selaku Ketua. Sampai saat ini Dolar Australia masih terus berusaha menguat dan terus dibebani oleh kekhawatiran pasar yang memuncak mengenai ketegangan konflik dagang antara AS dengan China.

Kabar terbaru bahkan Presiden AS yaitu Donald Trump memberikan ancaman kepada China dengan akan menaikkan tarif mencapai $300 Miliar. Dengan ancaman ini otomatis China juga merespon dengan akan melakukan tindakan-tindakan pembalasan jika memang AS telah meresmikan ancaman tersebut dan terus berusaha meningkatkan intensitas perdagangan kedua negara.

Banyak para pelaku pasar dan investor yang menahan uang mereka untuk investasi pada aset beresiko seperti Dolar Australia. Mereka lebih suka untuk tetap menunggu katalis lain yang lebih pasti di rilis seperti data ekonomi. Saat ini akana da rilis data mengenai laporan pekerjaan dari AS skala bulanan pada hari Jumat malam. Data ini secara luas akan menjadi kunci pergerakan Dolar AS ke depan  terhadap beberapa mata uang lainnya.

About Wida Yodik

Check Also

Yen Jepang

Yen Tidak Bergeming Meski Jepang Memiliki Kesepakatan Perdagangan Awal dengan AS

Yen Jepang tidak bergeming terhadap dolar AS pada hari ini di sesi Asia meskipun ada …