Thursday, July 9, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar Australia Tertekan Terhadap Dolar AS Setelah Rilis Risalah RBA Hari Ini Bernada Dovish

Must Read

Monex Menjadi Perusahaan Sekuritas Jepang Pertama yang Me-Listing CFD

Monex Securities, perusahaan sekuritas online Jepang utama, meluncurkan layanan cryptocurrency contract-for-difference hari ini. Ini menandai pertama kalinya...

Kraken Menemukan Potensi Serangan Terhadap Dompet Ledger

Kraken Security Labs, divisi keamanan siber dari pertukaran cryptocurrency yang berbasis di AS, Kraken, telah mengidentifikasi potensi...

Volvo Berinvestasi dalam Startup Blockchain untuk Pelacakan Cobalt

Pada 8 Juli, Volvo Cars Tech Fund mengumumkan investasi mereka di startup ketertelusuran blockchain, Circulor.

Pasangan mata uang Dolar Australia melawan Dolar AS mengalami penurunan setelah rilis risalah RBA hari ini. Dalam risalah tersebut bank sentral Australia mencatat bahwa dewan akan kembali melakukan penilaian pada kondisi ekonomi di bulan Februari mendatang.

Selain itu risalah RBA hari ini juga mengungkapkan tingkat pertumbuhan upah Australia mengalami perlambatan yang tidak diharapkan. Sehingga cukup jauh dengan target inflasi dan tingkat konsumsi yang diharapkan oleh bank sentral. RBA juga mencatat kondisi yang kurang positif dari para konsumen dalam negeri.

Sementara itu para pembuat kebijakan bank sentral menganggap stimulus dengan pemangkasan suku bunga telah berdampak negatif yang menyasar tingkat keyakinan. Mereka mengatakan bahwa siap untuk melakukan stimulus pada pasar jika memang hal itu sangat dibutuhkan untuk mendukung perekonomian dalam negeri.

RBA hari ini memutuskan untuk tidak melakukan perubahan suku bunga dan tetap pada level 0,75 persen di bulan Desember. Sebelumnya bank sentral telah melakukan pemangkasan suku bunga sampai tiga kali masing-masing 0,25 persen. Para pelaku pasar dan investor sendiri mengkhawatirkan bahwa RBA akan memangkas suku bunga sampai pada level nol tahun 2020 mendatang. Hal ini akan membuka peluang kebijakan non konvensional yaitu pelonggaran kuantitatif berupa pembelian obligasi.

Dengan rilis risalah pertemuan RBA itu, Dolar Australia langsung melemah dan turun menuju ke level harag 0,6876 terhadap Dolar AS. Bahkan pasangan terus turun lebih dalam menuju ke 0,6868 yang merupakan terendah dalam sesi.

Sebelumnya pasangan juga telah gagal untuk dapat memanfaatkan momentum positif dari kesepakatan dagang AS dan China. Kemungkinan penurunan pasangan masih akan terjadi mengingat saat ini ekuitas telah mengalami penurunan seperti pada S&P 500 yang turun 0,14 persen sepanjang sesi Asia.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Monex Menjadi Perusahaan Sekuritas Jepang Pertama yang Me-Listing CFD

Monex Securities, perusahaan sekuritas online Jepang utama, meluncurkan layanan cryptocurrency contract-for-difference hari ini. Ini menandai pertama kalinya...

Kraken Menemukan Potensi Serangan Terhadap Dompet Ledger

Kraken Security Labs, divisi keamanan siber dari pertukaran cryptocurrency yang berbasis di AS, Kraken, telah mengidentifikasi potensi serangan baru terhadap dompet perangkat...

Volvo Berinvestasi dalam Startup Blockchain untuk Pelacakan Cobalt

Pada 8 Juli, Volvo Cars Tech Fund mengumumkan investasi mereka di startup ketertelusuran blockchain, Circulor. Volvo sebelumnya menggunakan solusi...

‘How Are We’ Telah Ditokenisasikan di Blockchain Ethereum

How Are We, sebuah kolaborasi seni pertunjukan yang terdiri dari 15 karya pendek yang difilmkan dalam karantina COVID-19, telah di hash dan...

Matic Network Meluncurkan Program Inisiatif untuk Adopsi Mainnet

Solusi skalabilitas Blockchain, Matic, merilis berita tentang program “Inisiatif Pengembang Skala Besar” pada 8 Juli. Program ini dimaksudkan untuk mendorong adopsi mainnet,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -