Wednesday, September 23, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dolar New Zealand Melemah Karena Risk-Off, Fokus Ke Pembaruan Sentimen Risiko

Must Read

Lagarde ECB: Euro Digital Tidak Akan Menjadi Pengganti Uang Tunai

Mata uang digital apa pun yang dirilis di Uni Eropa mungkin tidak sepenuhnya menggantikan fiat, kata Presiden...

Equilibrium Menerima Hibah Web3 untuk Kembangkan Modul DeFi Universal

Startup keuangan terdesentralisasi Equilibrium telah menerima hibah sebesar $ 27.000 dari Web3 Foundation untuk mengembangkan palet DeFi...

Bank-bank Besar yang Terlibat dalam Kebocoran FinCen Terpukul di Pasar Saham

Bank-bank besar yang disebutkan dalam kebocoran FinCen baru-baru ini kemudian dihancurkan oleh pasar hari ini. Menurut penyelidikan...

Pasangan mata uang NZDUSD dilaporkan sempat mampu menembus level lebih rendah dari 0,64 saat perdagangan hari Senin kemarin (16/9). Saat Selasa ini (17/9) ini terlihat Dolar New Zealand terus mengalami pelemahan dan turun menuju ke titik paling rendah dalam satu pekan terakhir di 0,6321. Dengan penurunan ini maka telah mewakili kehilangan sebesar 0,26 persen sepanjang hari Selasa.

Sampai saat ini katalis utama yang ada di pasar yaitu kabar terbaru dari konflik dagang AS dengan China juga belum terdengar kembali. Terlebih lagi tidak ada jadwal rilis data ekonomi dari New Zealand sehingga tidak ada faktor penggerak untuk Dolar New Zealand sendiri. Untuk selanjutnya mungkin pasangan NZDUSD akan digerakkan oleh dinamika sentimen risiko yang bergejolak dari front dagang dan juga geopolitik global.

Pasar menghindari pembelian Dolar New Zealand karena merupakan aset berisiko. Pasalnya saat ini pasar sedang memindahkan dana mereka ke aset safe haven setelah adanya kabar yang cukup mengkhawatirkan. Dilaporkan bahwa telah terjadi penyerangan terhadap pusat fasilitas minyak di Arab Saudi pada akhir pekan kemarin. Kabar ini sangat membebani permintaan NZD sampai beberapa waktu terakhir.

Sementara itu di sisi lain terlihat Dolar AS memanfaatkan suasana risk-off pasar dan memangkas semua penurunan yang sempat terjadi pada pekan kemarin. Kondisi ini menyebabkan tekanan bearish yang terjadi pada pasangan NZDUSD tetap kuat sampai sekarang sambil menunggu data AS.

Untuk perdagangan selanjutnya pasar akan fokus ke Global Dairy Trade minggu kedua di New Zealand. Kabar ini akan menggerakkan pasar, dan pasar sendiri memprediksi lelang tersebut akan mengalami penurunan 1,7 persen pada tingkat harga. Hasil tersebut akan menjadi beban tambahan pada NZD ke depan.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Lagarde ECB: Euro Digital Tidak Akan Menjadi Pengganti Uang Tunai

Mata uang digital apa pun yang dirilis di Uni Eropa mungkin tidak sepenuhnya menggantikan fiat, kata Presiden...

Equilibrium Menerima Hibah Web3 untuk Kembangkan Modul DeFi Universal

Startup keuangan terdesentralisasi Equilibrium telah menerima hibah sebesar $ 27.000 dari Web3 Foundation untuk mengembangkan palet DeFi dan menyediakan alat yang memungkinkan...

Bank-bank Besar yang Terlibat dalam Kebocoran FinCen Terpukul di Pasar Saham

Bank-bank besar yang disebutkan dalam kebocoran FinCen baru-baru ini kemudian dihancurkan oleh pasar hari ini. Menurut penyelidikan yang dilakukan oleh Konsorsium Jurnalis...

Regulator Korea Selatan Mewaspadai Game berbasis NFT

Industri game blockchain Korea Selatan prihatin bahwa regulator melihat kurang baik pada game berbasis token yang tidak dapat dipertukarkan, setelah Game Rating...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 23 September 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -