Friday, October 7, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Dollar AS Melemah, Pidato Gubernur Fed Indikasi Pelonggaran Ekonomi AS

Must Read

Dolar Menguat Saat Investor Bersiap untuk Data NFP AS

Dolar naik pada hari Kamis, naik untuk sesi kedua berturut-turut, karena investor bertaruh pada laporan non-farm payrolls...

Emas Mengincar Kenaikan Minggu Kedua Saat Dolar Mereda

Harga emas bergerak sedikit pada hari Jumat karena investor menunggu data nonfarm payrolls utama AS untuk isyarat...

Minyak Naik 1% Karena Pemotongan Target Produksi OPEC+

Harga minyak naik sekitar 1% pada hari Kamis, bertahan di level tertinggi tiga minggu setelah OPEC+ setuju...

Perdagangan minggu pertama di tahun 2019 ini terpantau Dollar AS melemah terhadap beberapa pasangannya seperti dengan Euro. Dollar AS harus tertekan melawan Euro melepaskan beberapa keuntungan yang sebelumnya sudah dibukukan. Hal ini terjadi setelah laporan pekerjaan dari AS yang dilaporkan kuat. Sebelumnya Ketua dari Fed yaitu Jerome Powell melakukan pidato yang berisi bahwa bank sentral Amerika Serikat akan melakukan pemantauan dan lebih perhatian dengan adanya resiko terjadinya penurunan pada harga pasar.

Fed akan terus melakukan pemantauan tentang bagaimana perkembangan ekonomi khususnya di AS. Menurut Powell saat ini Fed tidak sedang berada pada sisi setuju dengan kenaikan suku bunga yang sudah disetujui sebelumnya pada pertemuan Fed. Tapi Fed juga memberikan komentar bahwa Fed dapat melakukan penghentian terhadap pengetatan fiskal yang terjadi seperti pada tahun 2016 lalu.

Fed juga sudah siap dengan segala tindakan seperti melakukan perubahan terhadap ekspektasi kebijakan dengan jalan yang cepat dan fleksibel membuat Dollar AS terbebani. Kondisi ini juga mendukung sentimen resiko semakin meningkat sehingga permintaan Dollar AS melemah. Dari komentar Powell ini dapat disimpulkan bahwa saat ini kondisi Dollar AS sedang tidak buas tapi lebih lembut dan longgar.

Momen Dollar AS melemah terhadap Euro ini terlihat dari posisi Euro yang mengalami penguatan sebesar 0,04 persen lebih tinggi dari pada greenback. Momentum pelemahan pada dollar ini adalah kondisi pembalikan dari sesi awal yang naik setelah rilis data pekerja AS dan NFP yang positif. Hasil laporan pekerja AS menunjukkan bahwa pengusaha AS sudah memberikan pekerjaan pada sebagian besar pekerja dalam waktu 10 bulan ini. NFP juga tidak sesuai ekspektasi yaitu 177.000 dan hasilnya naik 312.000.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Dolar Menguat Saat Investor Bersiap untuk Data NFP AS

Dolar naik pada hari Kamis, naik untuk sesi kedua berturut-turut, karena investor bertaruh pada laporan non-farm payrolls...

Emas Mengincar Kenaikan Minggu Kedua Saat Dolar Mereda

Harga emas bergerak sedikit pada hari Jumat karena investor menunggu data nonfarm payrolls utama AS untuk isyarat lebih lanjut tentang ekonomi terbesar...

Minyak Naik 1% Karena Pemotongan Target Produksi OPEC+

Harga minyak naik sekitar 1% pada hari Kamis, bertahan di level tertinggi tiga minggu setelah OPEC+ setuju untuk memperketat pasokan global dengan...

Bitcoin (BTC) : Analisa Teknikal Harian 7 Oktober 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, Bitcoin (BTC) memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 7 Oktober 2022

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -