Monday, July 4, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Ekonomi China Terguncang, Laporan Data Ekonomi Menunjukkan Pelemahan

Must Read

Harga Minyak Tergelincir Karena Meningkatnya Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun di awal perdagangan Asia pada Senin, memangkas kenaikan dari sesi sebelumnya karena kekhawatiran resesi...

Argentina Menyita Dompet Kripto Terkait dengan Tunggakan Pajak

Otoritas pajak Argentina telah menyita lebih dari 1.000 dompet cryptocurrency yang terkait dengan pembayar pajak yang menunggak...

Saham Asia Berhati-hati Karena Wall Street Berjangka Tergelincir

Pasar saham Asia dimulai dengan hati-hati pada hari Senin karena data AS yang lemah menunjukkan risiko penurunan...

Pendapat dikeluarkan oleh ekonomi ING yaitu Iris Pang yang menyatakan bawah rilis laporan data ekonomi China yaitu IMP Manufaktur Caixin China untuk bulan Desember mengalami penurunan. Penurunan dari rilis laporan data ini dari angka 50,2 di bulan November menjadi turun ke angka 49,7 untuk bulan Desember. Hal ini ternyata sudah searah dengan IMP Manufkatur resmi yang sudah dilaporkan sebelumnya yang turun dari angka 50,0 menuju ke 49,4.

Saat ini sudah ada dua laporan data IMP yang menunjukkan penurunan. Padahal sebelumnya laporan data IMP ini selalu mampu menanjak dan mengekspanasi. Tapi saat ini seolah-olah laporan data IMP sedang berada dalam tekanan setelah mampu menanjak. Hal ini menandakan adanya penyusutan pada bidang aktivitas manufaktur yang berdampak pada sektor ekspor. Bukan hanya itu, ini ternyata juga mengindikasikan bahwa sektor manukaftur domestik secara umum sedang dalam tekanan.

Sebelumnya, rilis data ekonomi China mengenai keuntungan sektor industri juga mengalami penurunan. Data ini turun dari 1,8 persen tahunan untuk bulan November setelah sebelumnya di angka +3,6 persen tahunan untuk bulan Oktober. Selain itu melemahnya perekonomian di negeri China juga tampak pada laporan pertumbuhan penjualan ritel. Datanya menunjukkan pelemahan dari angka 8,6 persen di bulan Oktober menjadi 8,1 persen di bulan November.

Stimulus mengenai fiskal untuk CNY diperkirakan sekitar 4 Triliun walaupun ekonomi China melemah lebih kuat dan angka tersebut masih mungkin untuk naik. Lalu ada juga pemotongan suku bunga sebesar 5bps pada tahun 2019 demi mendukung jalannya perekonomian China. Pemerintah daerah di China juga akan memberikan kemudahan-kemudahan dalam bidang perumahan. Hal ini diharapkan mampu membantu pertumbuhan PDB untuk 2019.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Harga Minyak Tergelincir Karena Meningkatnya Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun di awal perdagangan Asia pada Senin, memangkas kenaikan dari sesi sebelumnya karena kekhawatiran resesi...

Argentina Menyita Dompet Kripto Terkait dengan Tunggakan Pajak

Otoritas pajak Argentina telah menyita lebih dari 1.000 dompet cryptocurrency yang terkait dengan pembayar pajak yang menunggak di negara tersebut.

Saham Asia Berhati-hati Karena Wall Street Berjangka Tergelincir

Pasar saham Asia dimulai dengan hati-hati pada hari Senin karena data AS yang lemah menunjukkan risiko penurunan untuk laporan gaji Juni minggu...

Tether Terus Kurangi Kertas Komersial dalam Pengurangan Tajam Sejak Maret

Tether mengurangi kepemilikan kertas komersialnya sesuai dengan rencana, perusahaan stablecoin melaporkan Jumat. Ini telah mencapai jumlah target $8,4 miliar...

Emas Melonjak Karena Indikator Inflasi Fed Menunjukkan Tanda Mereda

Emas naik dan menghapus semua kerugian di pagi hari setelah indeks harga PCE inti tahunan AS berada di 4,7% di bulan Mei...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -