Wednesday, October 21, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Ekspor China Menurun, Permintaan Safe Haven Yen Jepang Menguat

Must Read

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari...

GBPUSD : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GBPUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini...

Perdagangan hari ini Senin (14/1) diwarnai dengan rilis data mengenai ekspor China yang turun. Dampaknya mata uang safe haven seperti Yen Jepang menguat terhadap beberapa mata uang lainnya. Sementara itu proxy utama China dalam perdagangan uang yaitu Dolar Australia harus rela anjlok akibat data China ini. Sebenarnya banyak juga yang tidak menduga bahwa untuk bulan Desember ekspor China malah turun. Hal ini membuat ekonomi China sebagai yang terkuat di dunia mulai mengalami pelemahan.

Pantauan terhadap kondisi Yen Jepang menguat ini terlihat pada pasangan USDJPY yang turun sebesar 0,42 persen menuju ke level harga 108,08. Laporan yang terpisah dari China menyebutkan bahwa terjadi peningkatan surplus terbesar dalam perdagangan dengan AS pada tahun 2018. Beberapa mata uang beresiko seperti Dolar Aussie sempat menguat melawan Dolar AS karena adanya harapan perbaikan hubungan AS-China setelah pertemuan mereka.

Sementara itu momen Dolar AS yang melemah ini dikarenakan adanya peningkatan harapan dari pelaku pasar dan investor mengenai berhentinya siklus rutin kenaikan suku bunga AS. Sehingga Yen Jepang menguat melawan Dolar AS saat pekan lalu. Pada Indeks Dolar AS saat momen ini terjadi sempat menyentuh angka 95,21.  Sebelumnya kondisi Dolar AS sempat berjaya dengan kenaikan pada greenback sebesar 4,3 persen akibat kenaikan suku bunga AS oleh Fed. Setelah itu di tahun 2019 ini banyak harapan mengenai penghentian kenaikan suku bunga yang membuat Dolar AS harus terjun lagi.

Mengenai suku bunga AS, Ketua Fed mengatakan bahwa mereka akan lebih bersabar dalam mengambil keputusan kenaikan suku bunga AS untuk tahun 2019. Mereka akan lebih melihat banyak faktor dan rilis data-data ekonomi AS sebagai acuan utamanya. Selain itu laju inflasi AS juga masih cenderung stabil sehingga tidak ada alasan kuat yang membuat Fed harus menaikkan suku bunga AS lagi.  

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga...

GBPUSD : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GBPUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini bergerak dalam sebuah pola harga...

GOLD : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GOLD / XAUUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada dalam sebuah pola...

AUDUSD : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, AUDUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak bergerak dalam sebuah pola.
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -