Sunday, January 17, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Emas Menjauh Dari 1.800 Setelah Dolar AS Pulih, Pembalikan S&P 500 Berisiko Melemahkan Dolar AS

Must Read

USDCAD Bullish Memanfaatkan Pemulihan DXY dan Pelemahan Minyak Mentah

Pasangan mata uang USDCAD bullish di sesi pertengahan Eropa hari Jumat (15/1). Dolar AS berhasil melumpuhkan dominasi...

EURUSD Terjun Lebih Dalam Didorong Nada Dovish ECB dan Dominasi Dolar AS

Nada penjualan pada mata uang Euro sepertinya bertahan lebih lama lagi melawan Dolar AS. Euro melemah di...

AUDUSD Stabil Setelah Kenaikan Kemarin, Arah Yield Treasury AS Menjadi Perhatian

Pasangan mata uang AUDUSD saat ini stabil bergerak di sekitar nilai tukar 0,7773 di sesi Asia hari...

Harga emas mencatatkan penurunan sepanjang sesi Asia hari Jumat (17/7). Emas bearish turun menuju ke 1.796 setelah sebelumnya mampu mencatatkan puncak sesi di 1.800. Sementara itu di hari Kamis kemarin, logam mulia mengalami penurunan 0,62% dan menjadi penurunan paling besar sejak 1 Juli lalu. Dengan adanya penurunan tersebut, maka harga emas menjauh dari puncak tahunan yang berada di atas 1.800 dan kenaikan tinggi dalam pekan.

Salah satu faktor yang membawa emas bearish adalah adanya pemulihan Dolar AS secara luas. Pendorong greenback adalah data dalam negeri AS yang mengalami perbaikan sangat signifikan. Data mengenai penjualan eceran mengalami kenaikan menuju ke 7,5% untuk laporan bulan Juni. Walaupun sampai saat ini AS masih mencatatkan kenaikan kasus virus Corona yang sangat besar sekali.

Kemudian kenaikan Dolar AS semakin meyakinkan ketika Wall Street mengalami penurunan yang menggambarkan risk off pasar sangat mendominasi beberapa waktu terakhir. Kontrak berjangka S&P 500 mengalami penurunan sampai 0,34% pada penutupan hari Kamis (16/7). Kemungkinan faktor penyebab risk off tersebut adalah kekhawatiran investor terhadap kenaikan kasus virus Corona di AS.

Selain itu konflik antara AS dan China yang terus memanas juga membebani nada risiko global. Safe haven logam mulia menderita kerugian akibat kondisi tersebut. Tapi kemungkinan Dolar AS ada resiko mengalami pelemahan untuk selanjutnya. Mengingat beberapa saat terakhir kontrak berjangka S&P 500 mampu naik 0,30%. Sehingga diharapkan bisa mengakhiri emas bearish saat ini.

Namun para pelaku pasar dan investor lebih memilih menunggu penggerak utama pasar utama. Berita mengenai masalah AS dan China juga akan terus diperhatikan. Karena hubungan kedua negara terus memanas pada banyak sektor.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

USDCAD Bullish Memanfaatkan Pemulihan DXY dan Pelemahan Minyak Mentah

Pasangan mata uang USDCAD bullish di sesi pertengahan Eropa hari Jumat (15/1). Dolar AS berhasil melumpuhkan dominasi...

EURUSD Terjun Lebih Dalam Didorong Nada Dovish ECB dan Dominasi Dolar AS

Nada penjualan pada mata uang Euro sepertinya bertahan lebih lama lagi melawan Dolar AS. Euro melemah di hari Jumat (15/1) dan membawa...

AUDUSD Stabil Setelah Kenaikan Kemarin, Arah Yield Treasury AS Menjadi Perhatian

Pasangan mata uang AUDUSD saat ini stabil bergerak di sekitar nilai tukar 0,7773 di sesi Asia hari Jumat (15/1). Pasangan AUDUSD hari...

GBPUSD Tertolak Dari 1,3700, Menunggu Katalis Utama Berikutnya

Mata uang Poundsterling hari ini gagal untuk meneruskan aksi bullish yang tercatatkan pada pergerakan hari Kamis kemarin. Kenaikan sebelumnya terjadi setelah mata...

USDJPY Turun Karena Dolar AS Terbebani Banyak Masalah

Di sesi Asia hari ini, pasangan mata uang USDJPY turun cukup signifikan menuju ke nilai tukar 103,63 di hari Rabu (13/1). Dominasi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -