Sunday, May 16, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Eropa Masih Diserang Pandemi, EURUSD Turun Dari Tertinggi Bersama Aliran Risk Off

Must Read

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank...

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan...

Mata uang Euro bearish melawan Dolar AS dan mengirimkan pasangan terjun sampai ke sekitar nilai tukar 1,1955. Euro terus melemah mendekati pembukaan pasar Eropa hari Jumat (16/4) dan otomatis memperpanjang bias bearish dua hari. Untuk hari ini pasangan EURUSD telah mengalami pelemahan sekitar 0,10%.

Euro Terbebani Pandemi

Aksi Euro bearish saat ini mungkin disebabkan oleh imbal hasil obligasi Treasury Jerman yang terus turun menjauh dari puncak. Aksi penurunan ini jadi yang paling besar sejak Maret lalu dan pada akhirnya membebani mata uang Euro. Selain itu penurunan EURUSD juga disebabkan oleh gagalnya ekonomi kawasan Eropa untuk bangkit dari perlambatan akibat serangan pandemi terbaru.

Sejak kemarin, berita mengenai larangan penggunaan vaksin dari J&J telah menyebabkan sentimen risiko pasar lemah. Signal forex hari ini yang membawa EURUSD turun sepertinya juga masih dipengaruhi oleh berita tersebut. Meski efeknya tidak besar untuk Inggris dan AS. Tapi penundaan vaksin akan jadi bencana besar bagi kawasan Eropa yang berusaha memulihkan perekonomian.

Analisa hari ini, penyebab Euro bearish juga disebabkan oleh masalah geopolitik global. Sanksi yang dikenakan AS kepada Rusia bersama pertemuan AS-Jepang pada masalah China memicu risk off. Pada akhirnya risk off ini yang membantu Dolar AS untuk memulihkan diri dan menyeret EURUSD turun lebih dalam lagi.

Bahkan data mengenai inflasi Jerman Kamis kemarin sepertinya gagal membantu Euro untuk bergerak lebih tinggi. Penyebabnya adalah prediksi penurunan ekonomi Italia bergabung dengan kondisi pandemi di blok tersebut yang masih tinggi. Para pelaku pasar dan investor berikutnya akan memperhatikan laporan data mengenai inflasi konsumen Eropa bulan Maret. Selain itu pembaruan berita mengenai pandemi dan vaksin di Eropa juga akan menjadi perhatian utama.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank nama asli.

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan penyelesaian mata uang digital.

Rick Rieder dari BlackRock: Bitcoin Tahan Lama

Rick Rieder, kepala investasi di BlackRock Financial Management, menolak keputusan CEO Telsa Elon Musk untuk menjatuhkan Bitcoin sebagai bentuk pembayaran.

Tether Ungkapkan Perincian Cadangan Penuh untuk Pertama Kalinya

Tether Holdings Limited, perusahaan di balik stablecoin Tether (USDT) yang populer, merilis perincian penuh dari cadangannya pada hari Kamis, menawarkan lebih banyak...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -