Wednesday, May 18, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

EUR/USD Setelah FOMC Akankah Turun ?

Must Read

Bursa Efek Brasil akan Luncurkan Bitcoin dan Ethereum Futures

B3, Bursa Efek Brasil, mengkonfirmasi bahwa dalam waktu enam bulan mereka bermaksud untuk meluncurkan produk resmi pertamanya...

Regulator California akan Tinjau Kembali Larangan Donasi Kripto

Regulator negara bagian California mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan larangan donasi kripto untuk kampanye politik yang telah berlaku...

Minyak Turun 2 Persen Karena Komentar Ketua the Fed

Setelah mencapai tertinggi tujuh minggu, harga minyak merosot 2% pada Selasa karena Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat...

EUR/USD saat ini berada di bawah tekanan disaat sesi pembukaan pekan ini dan mengalami penurunan dari titik tertinggi 1,1345 ke 1,1332 karena adanya risk-off berlanjut di belakang penutupan pasar indeks Wall Street yang sedang bearish pada hari Jumat. Pasar Asia pun lebih rendah daripada hari Senin dengan Federal Reserve yang diharapkan untuk mengkonfirmasi akan segera dimulainya sejumlah pengurangan likuiditas besar-besaran yang telah memenuhi pasar saham dengan jangka waktu bertahun-tahun.

Selain itu, adanya serangan Rusia di Ukraina  benar-benar menciptakan kecemasan di pasar keuangan karena terjadi ketegangan yang meningkat. The New York Times melaporkan bahwa Presiden Joe Biden sedang mempertimbangkan untuk mengirim sejumlah ribuan tentara AS ke sekutu NATO di Eropa bersama dengan kapal perang dan juga pesawat. Berita tersebut mulai melukai indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang  yang turun sebesar 0,1% dan mengirim Nikkei Jepang sebanyak 1,0% lebih rendah.

Investor EUR/USD menunggu keputusan FOMC

Disisi lain, pasar ternyata telah diperdagangkan dengan hati-hati menjelang pernyataan yang akan dilontarkan FOMC pekan ini. Para analis di bank ANZ juga menjelaskan bahwa mereka sebenarnya ragu The Fed akan mengakhiri QE pada pekan depan, karena adanya beberapa spekulasi pasar yang masihh belum jelas.

Sementara itu, prospek biaya pinjaman yang dinilai lebih tinggi dan imbal hasil obligasi yang lebih menarik akan membebani pasar saham dan pada gilirannya nanti selera risiko yang diterjemahkan akan menjadi prospek yang bearish bagi mata uang.

Melihat di luar faktor The Fed, pembacaan pertama produk domestik bruto Amerika Serikat untuk kuartal bulan Desember nantinya juga akan dirilis pada pekan ini. Ada ekspketasi yang memrediksi untuk pertumbuhan yang berjalan pada 5,4% tahunan sebelum Omicron dinyatakan berhenti.

”Hingga saat ini, ECB telah berusaha untuk melakukan perlawanan terhadap spekulasi bahwa mereka bisa membatalkan panduan kebijakan dovishnya. Pada pekan ini, Presiden ECB Lagarde berkomentar bahwa Bank telah memiliki “setiap alasan” mereka sendiri untuk tidak merespon sekuat  pihak The Fed, dengan inflasi IHK yang jelas lebih lemah di zona euro dan pemulihan berkembang,” ungkap para analis di Rabobank..

Selain itu juga, harga minyak akan menjadi fokus utama EUR/USD mengingat tekanan inflasi yang bisa merugikan perekonomian di samping harga gas yang diimpor dari negara Rusia. Minyak telah naik lagi setelah naik selama waktu lima minggu berturut-turut menuju ke puncak tujuh tahun. Bank Sentral Eropa juga akan terus menduga-duga dalam hal ini.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bursa Efek Brasil akan Luncurkan Bitcoin dan Ethereum Futures

B3, Bursa Efek Brasil, mengkonfirmasi bahwa dalam waktu enam bulan mereka bermaksud untuk meluncurkan produk resmi pertamanya...

Regulator California akan Tinjau Kembali Larangan Donasi Kripto

Regulator negara bagian California mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan larangan donasi kripto untuk kampanye politik yang telah berlaku sejak 2018.

Minyak Turun 2 Persen Karena Komentar Ketua the Fed

Setelah mencapai tertinggi tujuh minggu, harga minyak merosot 2% pada Selasa karena Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat dapat mengurangi beberapa pembatasan pada...

Dolar Terpukul Selera Risiko yang Kembali

Dolar jatuh untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Selasa, mundur dari tertinggi dua dekade terhadap sekeranjang mata uang utama, karena meningkatnya selera...

Bitcoin (BTC) : Analisa Teknikal Harian 18 Mei 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, Bitcoin (BTC) memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -