Sunday, May 22, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

EURJPY Kembali Dalam Bias Bearish, Masih Terbatas Karena Data Jepang Suram

Must Read

Saham Asia Melonjak Karena China Pangkas Patokan Pinjaman Utama

Saham Asia melonjak pada awal perdagangan pada hari Jumat setelah China memangkas patokan pinjaman utama untuk mendukung...

BNB Chain Tawarkan Cara Lain untuk Pulihkan Ekosistem Terra

Binance akan menyambut migrasi dan menawarkan dukungan untuk proyek-proyek dari ekosistem Terra (LUNA) setelah peluncuran platform keuangan...

Dolar Terseret Jatuh Karena Aliran Uang Mengarah ke Mata Uang Safe Haven

Dolar tergelincir secara menyeluruh pada hari Kamis, jatuh ke level terendah 2 minggu, memperpanjang kemundurannya dari tertinggi...

Permintaan terhadap mata uang Euro melemah kembali ketika dihadapkan melawan Yen Jepang. Saat sesi Asia berlangsung di hari Jumat ini (19/6), pasangan EURJPY mencatatkan penurunan sampai ke 119,80. Penguatan permintaan mata uang Yen Jepang terjadi setelah ada pelemahan nada risiko yang sempat mendominasi pasar keuangan global. Sehingga pada akhirnya EURJPY harus rela kembali mengalami penurunan.

Namun untungnya Euro melemah saat ini tidak sampai menyentuh level yang paling rendah hari Kamis kemarin. Penyebabnya diprediksi adalah karena data dan peristiwa utama dari Jepang yang cukup membebani mata uang negara tersebut untuk menguat di tengah nada risk off.

Sebelumnya Euro sempat mendapatkan dorongan-dorongan positif setelah investor mengharapkan akan ada stimulus tambahan dari AS. Selain itu dorongan positif juga datang dari ECTR bank sentral Eropa. Sayangnya semua sinyal positif itu tetap tidak mampu melawan nada risk off yang masih membebani pasar keuangan global.

Penyebab utama diprediksi adalah karena lonjakan kasus serangan kedua pandemi di AS dan juga China. Beberapa masalah global juga masih membebani permintaan mata uang Euro. Konflik antara AS-China mengenai Hong Kong serta Xinjiang masih menghantui para investor. Selain itu Euro juga digerakkan oleh pembaruan berita mengenai pembicaraan kesepakatan dagang pasca Brexit antara Inggris dan Uni Eropa.

Walaupun Euro melemah, tapi nada risiko pada yield Treasury AS 10 tahun masih bertahan di 0,70%. Sementara itu untuk Nikkei Jepang tampak menerima nada risk off dengan menghapuskan kenaikan hanya menjadi 0,12% sepanjang sesi Asia hari ini. Tapi EURJPY hari ini tidak akan turun lebih dalam mengingat data inflasi konsumen Jepang suram. Meski risk off masih akan memberikan dukungan bagi Yen Jepang.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Saham Asia Melonjak Karena China Pangkas Patokan Pinjaman Utama

Saham Asia melonjak pada awal perdagangan pada hari Jumat setelah China memangkas patokan pinjaman utama untuk mendukung...

BNB Chain Tawarkan Cara Lain untuk Pulihkan Ekosistem Terra

Binance akan menyambut migrasi dan menawarkan dukungan untuk proyek-proyek dari ekosistem Terra (LUNA) setelah peluncuran platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) bulan ini dan...

Dolar Terseret Jatuh Karena Aliran Uang Mengarah ke Mata Uang Safe Haven

Dolar tergelincir secara menyeluruh pada hari Kamis, jatuh ke level terendah 2 minggu, memperpanjang kemundurannya dari tertinggi dua dekade, karena sebagian besar...

Euro Kuatkan Keuntungan Terhadap Dolar karena Ekspektasi Liffoff ECB

Euro melonjak terhadap dolar pada Kamis karena rilis akun pertemuan Bank Sentral Eropa April menunjukkan kekhawatiran atas inflasi telah mendorong anggota bank...

Minyak Rebound dari Kerugian 2 Hari dalam Perdagangan yang Fluktuatif

Harga minyak rebound dari kerugian dua hari dalam sesi yang bergejolak pada hari Kamis, didukung oleh pelemahan dolar dan ekspektasi bahwa China...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -