Tuesday, August 9, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Euro Melemah Menanti Perubahan Arah Pasar Saham dan Data IFO Jerman

Must Read

Buterin: Penskalaan lapisan-2 akan membuat pembayaran kripto ‘masuk akal’ lagi

Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, berpendapat bahwa pembayaran crypto akan sekali lagi “masuk akal,” karena biaya transaksi akan...

Minyak Didekat Terendah Multi-Bulan Karena Kekhawatiran Permintaan

Harga minyak naik tipis dari posisi terendah multi-bulan pada hari Senin karena kekhawatiran yang tersisa tentang melemahnya...

Dolar Melemah Karena Pasar Mata Uang Mundur dari Penguatan NFP

Dolar jatuh pada hari Senin, kehilangan beberapa keuntungan yang diperolehnya dari data pekerjaan AS Jumat, karena pasar...

Mata uang Euro bearish saat berhadapan melawan Dolar AS mendekati pasar Eropa di hari Senin (22/2). Euro melemah mengambil nada yang mengecewakan dari pasar saham beberapa jam terakhir. Kenaikan lebih tinggi dari imbal hasil obligasi Treasury AS dalam 10 tahun sepertinya mengambil peran penting atas aksi ini.

Untuk sekarang, pasangan EURUSD masih bertahan di sekitar nilai tukar 1,2120. Padahal sebelumnya saat sesi awal Asia, Euro melonjak sampai ke nilai tukar 1,2136. Kenaikan itu mengikuti pergerakan sebagian besar aset berisiko global di sesi awal Asia tadi pagi.

Katalis utama yang membawa Euro melemah diprediksi akibat pembaruan arah pergerakan imbal hasil obligasi Treasury AS. Karena saat ini yield Treasury dalam 10 tahun itu melompat sampai puncak 12 bulan terakhir pada 1,39%. Bahkan dengan kenaikan ini, maka membuat yield Treasury mencatatkan kenaikan tahunan sampai 47 basis poin.

Melihat kenaikan itu, sebagian besar saham Asia tampak gagal naik dan cenderung stagnan serta beberapa mengalami penurunan. Hal ini otomatis juga dimanfaatkan oleh para pembeli Dolar AS. kenaikan yield Treasury bersama penurunan saham membawa Dolar AS mendominasi pergerakan melawan Euro.

Apa yang terjadi ini sesuai laporan S&P Global Market Intelligence, yang mengatakan pergerakan naik dengan cepat pada yield Treasury AS akan berdampak pada pasar saham. Meski Dolar AS sebagai safe haven, kenaikan yield Treasury biasanya mendorong permintaan USD jadi lebih tinggi.

Tantangan Euro melemah saat ini akan datang dari pembaruan arah pasar ekuitas global. Ketika ara pembaruan arah, tentu akan membawa EURUSD bergerak kembali. Dari sisi lain, data mengenai indeks ekspektasi IFO Jerman Februari juga akan sangat diperhatikan oleh pasar global.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Buterin: Penskalaan lapisan-2 akan membuat pembayaran kripto ‘masuk akal’ lagi

Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, berpendapat bahwa pembayaran crypto akan sekali lagi “masuk akal,” karena biaya transaksi akan...

Minyak Didekat Terendah Multi-Bulan Karena Kekhawatiran Permintaan

Harga minyak naik tipis dari posisi terendah multi-bulan pada hari Senin karena kekhawatiran yang tersisa tentang melemahnya permintaan di belakang prospek ekonomi...

Dolar Melemah Karena Pasar Mata Uang Mundur dari Penguatan NFP

Dolar jatuh pada hari Senin, kehilangan beberapa keuntungan yang diperolehnya dari data pekerjaan AS Jumat, karena pasar mata uang menarik kembali reaksi...

Minyak Merosot di Tengah Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun pada hari Senin, melayang di dekat posisi terendah multi-bulan, karena kekhawatiran resesi merusak prospek permintaan dan data menunjukkan pemulihan...

Dolar Perpanjang Kenaikan vs Yen Karena Meningkatnya Taruhan Kenaikan Fed yang Besar

Dolar memperpanjang reli terbaiknya terhadap yen sejak pertengahan Juni pada Senin, didukung oleh imbal hasil Treasury yang lebih tinggi setelah data pekerjaan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -