Sunday, November 29, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Euro Menguat dan Masih Dibebani Oleh Resiko Resesi Zona Euro

Must Read

Dolar Turun untuk Menutup Merah Pekan Ini, Aussie dan Kiwi Bangkit

Dolar jatuh pada awal perdagangan London pada hari Jumat dan berada di jalur kerugian mingguan terhadap sekeranjang...

Panel OPEC + akan Mengadakan Pembicaraan Online Informal pada Hari Sabtu

Panel OPEC +, sekelompok negara penghasil minyak terkemuka, akan mengadakan pembicaraan informal online pada hari Sabtu sebelum...

Yearn Finance Umumkan ‘Merger’ Lain dengan Protokol Cream

Dua hari setelah Yearn Finance (YFI) dan Pickle Finance bergabung dalam merger efektif pertama DeFi, pendiri Yearn...

Mata uang Euro hari ini Selasa (12/2) terlihat mampu menguat tapi hanya tipis saat memasuki sesi perdagangan kawasan New York. Euro menguat tipis terhadap Dolar AS dan naik sekitar 0,16 persen dan menuju ke level harga 1.1294 yang sebelumnya sempat jatuh mencapai kawasan paling rendah pada November lalu. Selain terhadap Dolar AS,  Euro juga mampu unggul terhadap Yen Jepang dengan pasangan EURJPY menanjak sekitar 0,11 persen menuju ke level harga 124,69. Selain itu pasangan EURGBP masih terlihat stagnan dan tidak terlihat pegerakan volume besar.

Mengenai kondisi perekonomian Zona Euro saat ini banyak pakar dan pengamat pasar yang sampai saat ini masih belum menyatakan pendapat pasti mereka. Tapi secara garis besar mereka sudah sepakat menyatakan bahwa momentum pertumbuhan Zona Euro sudah sirna. Saat ini resiko yang paling dekat terhadap Euro adalah reses ringan yang menekan momen Euro menguat. Kabar mengenai Inggris keluar dari Uni Eropa juga dinilai akan menyebabkan dampak negatif terhadap negara-negara yang bekerja sama dengan keduanya.

Ken Wattret menyatakan resiko resesi ringan yang menekan ketika Euro menguat masih bisa terjadi, tapi untuk resesi yang sampai tingkatan parah tidak akan terjadi. Karena dia menilai tidak ada faktor-faktor penyebab seperti tekanan pada keuangan dan juga kebijakan yang diperketat. Jens Weidman juga mengungkapkan bahwa saat ini Eropa memang sedang krisis dan sangat bergantung pada ECB untuk menangani krisi dan kondisi darurat dalam perekonomian.

Pimpinan bank sentral Jerman tersebut juga menyatakan bahwa khawatir dengan negara Uni Eropa jika kekurangan kemampuan untuk menghadapi dan menanggulangi krisis tersebut. ECB juga semakin bingung jika mengeluarkan solusi yang diluar mandate maka akan menurunkan tingkat kepercayaan rakyat kepada ECB.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Dolar Turun untuk Menutup Merah Pekan Ini, Aussie dan Kiwi Bangkit

Dolar jatuh pada awal perdagangan London pada hari Jumat dan berada di jalur kerugian mingguan terhadap sekeranjang...

Panel OPEC + akan Mengadakan Pembicaraan Online Informal pada Hari Sabtu

Panel OPEC +, sekelompok negara penghasil minyak terkemuka, akan mengadakan pembicaraan informal online pada hari Sabtu sebelum pertemuan yang dijadwalkan untuk minggu...

Yearn Finance Umumkan ‘Merger’ Lain dengan Protokol Cream

Dua hari setelah Yearn Finance (YFI) dan Pickle Finance bergabung dalam merger efektif pertama DeFi, pendiri Yearn Andre Cronje menerbitkan rincian integrasi...

Perdana Menteri Rusia Usulkan Langkah Hukum untuk Menertibkan Pasar Crypto

Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin tampaknya menyatakan dukungan untuk pengembangan lebih lanjut pasar cryptocurrency lokal. Pada pertemuan pemerintah baru-baru...

Program Cashback baru di FBS Trader

Program Cashback baru di FBS Trader Kini setiap pedagang disajikan dengan peluang keemasan untuk mendapatkan ganjaran tambahan dan memperolehi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -