Tuesday, June 2, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Euro Menguat dan Masih Dibebani Oleh Resiko Resesi Zona Euro

Must Read

Dolar Bertahan Karena Pasar Menaruh Harapan pada Pemulihan Ekonomi Global

Dolar berada pada posisi defensif pada hari Selasa ini karena investor berpegang teguh pada harapan pemulihan ekonomi...

Western Union Membuat Penawaran Pengambilalihan untuk MoneyGram

Western Union mungkin akan membeli perusahaan pembayaran lintas batas MoneyGram. Menurut artikel pada 1...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 2 JUNI 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini...

Mata uang Euro hari ini Selasa (12/2) terlihat mampu menguat tapi hanya tipis saat memasuki sesi perdagangan kawasan New York. Euro menguat tipis terhadap Dolar AS dan naik sekitar 0,16 persen dan menuju ke level harga 1.1294 yang sebelumnya sempat jatuh mencapai kawasan paling rendah pada November lalu. Selain terhadap Dolar AS,  Euro juga mampu unggul terhadap Yen Jepang dengan pasangan EURJPY menanjak sekitar 0,11 persen menuju ke level harga 124,69. Selain itu pasangan EURGBP masih terlihat stagnan dan tidak terlihat pegerakan volume besar.

Mengenai kondisi perekonomian Zona Euro saat ini banyak pakar dan pengamat pasar yang sampai saat ini masih belum menyatakan pendapat pasti mereka. Tapi secara garis besar mereka sudah sepakat menyatakan bahwa momentum pertumbuhan Zona Euro sudah sirna. Saat ini resiko yang paling dekat terhadap Euro adalah reses ringan yang menekan momen Euro menguat. Kabar mengenai Inggris keluar dari Uni Eropa juga dinilai akan menyebabkan dampak negatif terhadap negara-negara yang bekerja sama dengan keduanya.

Ken Wattret menyatakan resiko resesi ringan yang menekan ketika Euro menguat masih bisa terjadi, tapi untuk resesi yang sampai tingkatan parah tidak akan terjadi. Karena dia menilai tidak ada faktor-faktor penyebab seperti tekanan pada keuangan dan juga kebijakan yang diperketat. Jens Weidman juga mengungkapkan bahwa saat ini Eropa memang sedang krisis dan sangat bergantung pada ECB untuk menangani krisi dan kondisi darurat dalam perekonomian.

Pimpinan bank sentral Jerman tersebut juga menyatakan bahwa khawatir dengan negara Uni Eropa jika kekurangan kemampuan untuk menghadapi dan menanggulangi krisis tersebut. ECB juga semakin bingung jika mengeluarkan solusi yang diluar mandate maka akan menurunkan tingkat kepercayaan rakyat kepada ECB.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Dolar Bertahan Karena Pasar Menaruh Harapan pada Pemulihan Ekonomi Global

Dolar berada pada posisi defensif pada hari Selasa ini karena investor berpegang teguh pada harapan pemulihan ekonomi...

Western Union Membuat Penawaran Pengambilalihan untuk MoneyGram

Western Union mungkin akan membeli perusahaan pembayaran lintas batas MoneyGram. Menurut artikel pada 1 Juni di Bloomberg, raksasa pembayaran...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 2 JUNI 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 2 JUNI 2020

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga...

GBPUSD : Analisa Teknikal Harian 2 JUNI 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GBPUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini bergerak dalam sebuah pola harga...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -