Thursday, July 9, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Euro Merosot Terhadap Dolar AS Pasca Pernyataan Gubernur ECB

Must Read

Monex Menjadi Perusahaan Sekuritas Jepang Pertama yang Me-Listing CFD

Monex Securities, perusahaan sekuritas online Jepang utama, meluncurkan layanan cryptocurrency contract-for-difference hari ini. Ini menandai pertama kalinya...

Kraken Menemukan Potensi Serangan Terhadap Dompet Ledger

Kraken Security Labs, divisi keamanan siber dari pertukaran cryptocurrency yang berbasis di AS, Kraken, telah mengidentifikasi potensi...

Volvo Berinvestasi dalam Startup Blockchain untuk Pelacakan Cobalt

Pada 8 Juli, Volvo Cars Tech Fund mengumumkan investasi mereka di startup ketertelusuran blockchain, Circulor.

Hari ini Kamis (24/1) perdagangan pasar uang terlihat Euro merosot cukup tajam menuju ke level harga perdagangan 1.1306 terhadap lawannya Dolar AS. Pelemahan Euro terjadi ketika diperdagangkan sesi kawasan Eropa. Penyebabnya adalah pidato yang disampaikan oleh gubernur dari bank sentral Eropa taua ECB yang bernada dovish setelah rilis kebijakan moneter yang baru. Saat perdagangan mata uang memasuki sesi kawasan New York, Euro sudah mulai mengalami pemulihan dan menuju ke level harga 1.360 terhadap Dolar AS dan tampak pada tren bearish.

Setelah rapat khusus, ECB memberikan pernyataan bahwa mereka tidak melakukan perubahan suku bunga sehingga tetap dan sesuai dengan harapan pasar. Selain itu ECB juga memberikan penegasan mengenai reinvestasi obligasi pada Quantitative Easing yang cukup besar pasca meningkatnya suku bunga yang pertama. Setelah hal ini diumumkan Euro merosot cukup tajam terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

Momen lemahnya mata uang Euro juga didukung dengan pidato gubernur ECB yang menyatakan bahwa berdasarkan hasil laporan data ekonomi memperlihatkan ekonomi zona Euro yang mulai melemah. Perubahan kebijakan moneter perlu dilakukan untuk tetap menjaga angka target inflasi sebesar 2 persen. Saat ini beberapa analis menungkapkan bahwa pelemahan zona Euro bisa terjadi hanya sementara berdasarkan beberapa fakta seperti industri Jerman yang perlu penyesuaian, Brexit dan protes massa di Prancis.

Jika bukan dari dalam negeri, kemungkinan penyebab melemahnya ekonomi zona Euro karena rendahnya tingkat permintaan internasional sehinga Euro merosot. IMF juga menyatakan bahwa zona Euro ditetapkan sebagai pertumbuhan ekonomi terburuk. Jika memang perlambatan ekonomi terus terjadi, maka suku bunga akan tetap bertahan lebih lama dan bisa lebih banyak memberikan stimulus untuk mendukung perekonomian.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Monex Menjadi Perusahaan Sekuritas Jepang Pertama yang Me-Listing CFD

Monex Securities, perusahaan sekuritas online Jepang utama, meluncurkan layanan cryptocurrency contract-for-difference hari ini. Ini menandai pertama kalinya...

Kraken Menemukan Potensi Serangan Terhadap Dompet Ledger

Kraken Security Labs, divisi keamanan siber dari pertukaran cryptocurrency yang berbasis di AS, Kraken, telah mengidentifikasi potensi serangan baru terhadap dompet perangkat...

Volvo Berinvestasi dalam Startup Blockchain untuk Pelacakan Cobalt

Pada 8 Juli, Volvo Cars Tech Fund mengumumkan investasi mereka di startup ketertelusuran blockchain, Circulor. Volvo sebelumnya menggunakan solusi...

‘How Are We’ Telah Ditokenisasikan di Blockchain Ethereum

How Are We, sebuah kolaborasi seni pertunjukan yang terdiri dari 15 karya pendek yang difilmkan dalam karantina COVID-19, telah di hash dan...

Matic Network Meluncurkan Program Inisiatif untuk Adopsi Mainnet

Solusi skalabilitas Blockchain, Matic, merilis berita tentang program “Inisiatif Pengembang Skala Besar” pada 8 Juli. Program ini dimaksudkan untuk mendorong adopsi mainnet,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -