Wednesday, October 21, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Euro Terus Anjlok Mencatat Kinerja Terburuk 2 Tahun Terakhir Akibat Perang Dagang

Must Read

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari...

GBPUSD : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GBPUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini...

Pasangan mata uang EURUSD saat ini kemungkinan akan memangkas siklus kenaikan pada periode awal tahun yang terlihat sejak tahun 2017 dan 2018 kemarin. Pasalnya Euro hari ini masih mengalami penurunan dan kemungkinan akan menutup tahun 2019 dengan penurunan yang moderat.

Untuk saat ini Euro sedang diperdagangkan di sekitar level harga 1,1082 terhadap Dolar AS. Level tersebut menjadi catatan bahwa pasangan sudah kehilangan sebesar 3,17 persen sepanjang perdagangan tahun 2019 ini. Jika dihitung dari tahun 2018, maka pasangan sudah kehilangan sekitar 14,14 persen.

Euro hari ini terus memperpanjang masa-masa berat sepanjang tahun 2019. Walaupun bank sentral AS telah melakukan pelonggaran bertahap yang bisa memicu kenaikan Euro terhadap greenback. Fed melakukan pelonggaran dengan pemangkasan suku bunga sebanyak tiga kali masing-masing 25 basis poin.

Langkah itu diambil oleh bank sentral AS untuk bisa meredam risiko akibat perang dagang antara AS dengan China. Salah satu faktor yang membuat Euro tumbang melawan greenback adalah adanya ancaman resesi yang sempat menghantui ekonomi Jerman. Karena negara itu adalah pusat ekonomi utama kawasan Eropa. Selain itu ECB juga melakukan pelonggaran menuju ke suku bunga negatif dengan pelonggaran non-konvensional.

Saat ini ketegangan perdagangan antara AS dengan China sudah mengalami penurunan tensi. Setelah kedua negara sepakat untuk mencapai kesepakatan dagang tahap awal pada pertengahan bulan Desember kemarin.

Menjelang pemilihan Presiden AS pada November 2020 mendatang membuka peluang perdagangan AS dan China yang lebih baik lagi. Sehingga mata uang tunggal bisa berpeluang melonjak lebih tinggi tidak seperti kondisi Euro hari ini yang tertekan berat. Tapi jika ekonomi kawasan Eropa gagal pulih, mata uang Euro juga akan tetap kesulitan untuk mendaki.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga...

GBPUSD : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GBPUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini bergerak dalam sebuah pola harga...

GOLD : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GOLD / XAUUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada dalam sebuah pola...

AUDUSD : Analisa Teknikal Harian 21 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, AUDUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak bergerak dalam sebuah pola.
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -