Wednesday, December 1, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

EURUSD Melanjutnya Penurunan, Menunggu Data Eropa dan Jerman

Must Read

Bancor Perkenalkan Staking Pool Baru dan Perlindungan Kerugian Instan

Pembuat pasar otomatis terdesentralisasi (AMM) Bancor akan meluncurkan staking pool baru dan peningkatan mekanisme perlindungan kerugian yang...

Minyak Naik di Tengah Taruhan OPEC+ akan Menghentikan Kenaikan Produksi

Harga minyak naik pada hari Selasa, memperpanjang rebound dari penurunan minggu lalu di tengah meningkatnya ekspektasi produsen...

Dolar Turun Menuju Low Satu Minggu, Karena Melonggarnya Kekhawatiran Omicron

Dolar melemah pada Selasa pagi di Asia, tepat di atas level terendah satu minggu selama minggu sebelumnya,...

Permintaan mata uang Euro melemah lebih panjang di sesi Asia hari Kamis ini (16/4) terhadap Dolar AS. Saat menjelang pembukaan sesi Eropa hari ini, pasangan masih dalam bias bearish menuju ke level harga 1,0875. Padahal sebelumnya saat sesi dagang Amerika tadi malam, pasangan menerima pembalikan setelah tertolak dari halangan utama teknikal MA 100 dalam jam.

Sampai saat ini para pelaku pasar dan investor global masih terus fokus ke ancaman resesi ekonomi global akibat pandemi virus Corona. Kekhawatiran itu memaksa mereka untuk mengalihkan dan mengamankan dana ke aset safe haven salah satunya Dolar AS. Kekhawatiran juga telah menyebabkan kontrak berjangka S&P 500 mengalami penurunan sampai 0,50%. Selain itu permintaan Euro melemah karena Dolar AS yang cukup mendominasi.

Saham Asia juga terlihat dalam tekanan dengan Nikkei Jepang yang mencatatkan kinerja negatif turun 1,6%. Para investor saat ini menilai Dolar AS merupakan pilihan utama dan mulai menimbunnya karena ancaman krisis ekonomi global. Kenaikan permintaan greenback menyebabkan pasangan EURUSD memperpanjang kembali penurunan yang terjadi sebelumnya.

Sementara itu di tengah Euro melemah saat ini, para pedagang akan fokus ke rilis data mengenai produksi sektor industri zona Euro. Data itu diprediksi akan mengalami tekanan sampai ke 0,2% bulan ke bulan pada laporan bulan Februari.

Para pelaku pasar global khawatir jika penguncian wilayah yang diperpanjang akan terus memperdalam perlambatan pertumbuhan ekonomi. Tapi mungkin saja data zona Euro itu tidak diperhatikan mengingat laporannya cukup usang sebelum pandemi menyerang zona Euro

Selain itu data inflasi konsumen dari Jerman bulan Maret mungkin akan memberikan kejelasan arah EURUSD selanjutnya. Para pelaku pasar juga sangat menunggu keputusan Presiden Trump terkait dengan pembukaan kembali semua aktivitas di tengah pandemi.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bancor Perkenalkan Staking Pool Baru dan Perlindungan Kerugian Instan

Pembuat pasar otomatis terdesentralisasi (AMM) Bancor akan meluncurkan staking pool baru dan peningkatan mekanisme perlindungan kerugian yang...

Minyak Naik di Tengah Taruhan OPEC+ akan Menghentikan Kenaikan Produksi

Harga minyak naik pada hari Selasa, memperpanjang rebound dari penurunan minggu lalu di tengah meningkatnya ekspektasi produsen utama akan menghentikan rencana untuk...

Dolar Turun Menuju Low Satu Minggu, Karena Melonggarnya Kekhawatiran Omicron

Dolar melemah pada Selasa pagi di Asia, tepat di atas level terendah satu minggu selama minggu sebelumnya, karena kekhawatiran bahwa varian baru...

Kelly Strategic Management Mengajukan ETF Ethereum Futures

Perusahaan investasi yang berbasis di Denver, Kelly Strategic Management telah mengajukan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang menawarkan eksposur ke kontrak...

Minyak Coba Memulihkan Beberapa Kerugian Karena Omicron

Pasar minyak memulihkan beberapa kerugian mengejutkan pekan lalu yang dipicu oleh kepanikan atas varian Omicron dari Covid setelah beberapa mengatakan bahwa jenisnya...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -