Sunday, July 3, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

EURUSD Sempat Pulih, Kekhawatiran Virus Corona Akan Membebani Kenaikan Lebih Tinggi

Must Read

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang...

Pasangan mata uang EURUSD telah mengalami penurunan dan  hari ini memperpanjang kinerja negatifnya yang tercatat dalam lima hari terakhir. Euro melemah dan seperti memberikan konfirmasi mengenai arah tren penurunan yang paling panjang sejak bulan November lalu. Pada hari Jumat kemarin, EURUSD telah menutup hari dengan penurunan di level harga 1,0944 dan membentuk candlestick bear pada grafik harian.

Pelemahan yang terjadi pada mata uang Euro dilatarbelakangi oleh penguatan Dolar AS secara luas pada hari Jumat pekan lalu. Pasalnya AS merilis data mengenai ketenagakerjaan pada bulan Januari dengan hasil di atas harapan awal. Selain itu adanya nada penghindaran risiko para pelaku pasar dan investor juga menyebabkan Euro melemah dan mendorong USD lebih tinggi. Ketakutan terhadap virus Corona masih menjadi penggerak sentimen risiko paling utama.

Sementara itu baru-baru ini indeks S&P 500 telah mengalami kenaikan saat sesi Asia dan memangkas penurunan yang terjadi. Pemulihan risiko ini membawa Dolar Australia untuk bangkit dari level paling rendahnya pada hari Senin ini (10/2). Sementara pasangan EURUSD walaupun masih dikuasai oleh bearish, namun saat sesi Asia mampu mengalami kenaikan menuju ke level harga 1,0952.

Namun para pelaku pasar dan investor perlu mencermati, bahwa kenaikan EURUSD lebih tinggi mungkin masing cukup berat. Pasalnya kekhawatiran wabah virus Corona akan terus menyebabkan Euro melemah dan greenback mendapatkan keuntungan. Walaupun tadi pagi data dari China mengenia inflasi dilaporkan mengalami kenaikan cukup baik pada laporan bulan Januari.

Tapi bagaimanapun juga dampak virus Corona akan menyebabkan pelemahan data ekonomi China pada laporan bulan Februari dan seterusnya. Meski dalam jangka panjang ekonomi China masih dalam pertumbuhan yang baik. Selanjutnya EURUSD akan lebih fokus ke data Kepercayaan Konsumen Sentix kawasan Euro dan data AS nanti malam.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+ mengatakan akan tetap pada rencana...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang lebih rendah berarti jumlah koin...

Coinbase ingin Ekspansi ke Eropa di tengah Crypto Winter

Coinbase memperluas operasinya ke berbagai negara di Eropa di tengah "crypto winter." Meskipun memberhentikan banyak karyawan dan membatalkan tawaran pekerjaan, wakil presiden...

Binance akan Bantu Kamboja dalam Mengembangkan Peraturan Kripto

Pertukaran kripto Binance telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Securities and Exchange Regulator of Cambodia (SERC), menurut pengumuman 30 Juni.
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -