Sunday, May 16, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

EURUSD Tertolak Dari Puncak Tertinggi Meski Risk On Mendominasi

Must Read

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank...

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan...

Euro hari ini ketika menjelang pembukaan pasar Eropa mengalami pelemahan melawan Dolar AS. Sehingga membawa pasangan EURUSD turun menjauh dari puncak tertinggi sepanjang sesi Asia di 1,1930 menuju ke 1,1910. Meski begitu secara luas pasangan masih mencatatkan kenaikan yang cukup baik untuk awal pekan hari Senin (31/8).

Euro tetap dalam pelemahan walaupun nada risk on sangat mendominasi pasar saham Asia. Indeks MSCI tanpa Jepang mengalami kenaikan menuju ke puncak tertinggi Maret 2018 lalu. Kemudian Nikkei Jepang juga mencatatkan kenaikan sekitar 1% karena risk on. Sayangnya Euro hari ini tidak mampu memanfaatkan dengan baik momentum ini.

Salah satu faktor yang mendukung risk on adalah rilis data ekonomi China mengenai IMP sektor manufaktur dan non manufaktur dengan hasil lebih tinggi dari prediksi. Kemudian Dolar AS sebenarnya juga masih dalam mode pelemahan setelah pidato Fed Powell pekan lalu. Fed akan memberikan toleransi inflasi di atas 2% untuk sementara waktu.

Diprediksi penyebab utama Euro hari ini memangkas kenaikan adalah akibat sikap pasar yang takut dengan posisi EURUSD bullish sangat ekstrim. Para spekulan mendorong bullsh mereka mencapai 14.809 kontrak yang menjadi titik paling tinggi sepanjang masa menuju ke 211.752 yang ditutup pada 25 Agustus. Dengan adanya rekor kontrak bullish pada EURUSD, telah menyebabkan banyak pelaku pasar dan investor khawatir akan terjadi pullback dari puncak.

Namun sebenarnya bias bullish yang lebih tinggi tetap terbuka secara substansial. Syaratnya adalah rilis data Jerman mengenai indeks harga konsumen lebih tinggi dari prediksi. Tapi jika data itu dilaporkan melemah, maka bisa mendorong EURUSD turun lebih dalam lagi untuk hari ini. Sehingga investor akan terus mengawasi pergerakan selanjutnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank nama asli.

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan penyelesaian mata uang digital.

Rick Rieder dari BlackRock: Bitcoin Tahan Lama

Rick Rieder, kepala investasi di BlackRock Financial Management, menolak keputusan CEO Telsa Elon Musk untuk menjatuhkan Bitcoin sebagai bentuk pembayaran.

Tether Ungkapkan Perincian Cadangan Penuh untuk Pertama Kalinya

Tether Holdings Limited, perusahaan di balik stablecoin Tether (USDT) yang populer, merilis perincian penuh dari cadangannya pada hari Kamis, menawarkan lebih banyak...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -