Wednesday, April 14, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

EURUSD Turun Ketika Dolar AS Dalam Pembelian, Euro Menunggu Data IMP Manufaktur

Must Read

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak...

Mata uang Euro bearish saat menjelang pembukaan pasar Eropa hari Jumat (23/10) melawan mata uang Dolar AS. Pelemahan mata uang Euro secara otomatis membawa pasangan EURUSD untuk terjun mematahkan segala upaya kenaikan yang dibangun sebelumnya. Saat ini pasangan berada di sekitar nilai tukar 1,1797 atau turun sampai 80 pip ari tertinggi sebelumnya di 1,1881. Meski begitu pada pekan ini EURUSD masih bisa mencatatkan kenaikan 0,72%.

Salah satu katalis yang menyebabkan Euro bearish adalah adanya penilaian terbaru dari para investor global. Dilansir dari Reuters, saat ini para investor sedang mempertaruhkan posisi EuroDolar Future yang biasa digunakan sebagai benchmark suku bunga dalam jangka pendek. Diprediksi bahwa The Fed akan melakukan kenaikan suku bunga. Bahkan kenaikan ini dinilai lebih awal sehingga membuat Euro mengalami pelemahan.

Salah satu alasannya adalah jika memang parlemen AS mampu memberikan persetujuan pada pembicaraan stimulus ekonomi AS. Karena dengan jumlah uang yang beredar semakin besar, inflasi akan melonjak dan The Fed harus mengendalikannya dengan pemberlakukan suku bunga yang lebih tinggi.

Tingkat harga obligasi AS sudah mengalami penurunan dan membantu imbal hasil menjadi lebih tinggi dan mendorong permintaan mata uang Dolar AS. Pada imbal hasil obligasi dalam tenor 10 tahun saat ini berada pada puncak paling tinggi empat bulan terakhir di sekitar 0,85%.

Melihat semua kondisi yang terjadi beberapa waktu terakhir, Euro bearish bisa terjadi lebih dalam lagi. Namun itu akan ditentukan oleh rilis data IMP Manufaktur awal kawasan Euro dan Jerman. Jika data ini mampu dilaporkan dengan hasil yang menggembirakan, maka akan membantu mata uang Euro untuk bertahan menghentikan dominasi Dolar AS beberapa waktu terakhir.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS turut membawa mata uang EURUSD...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak pada mata uang Dolar New...

Optimisme Inggris Gagal Membantu Pound, GBPUSD Tetap Turun Sepanjang Sesi Asia

Mata uang Poundsterling Inggris melemah sepanjang sesi Asia hari Selasa (13/4) ketika berhadapan melawan Dolar AS. Nilai Pound gagal lebih unggul dibandingkan...

Berita Pekan Ini, RBNZ dan Inflasi AS Akan Jadi Fokus Bersama Pidato Fed Powell dan PDB China

Pekan ini sepertinya menjadi saat-saat yang sibuk untuk kawasan Asia. Sementara itu beberapa wilayah lain ada beberapa data ekonomi yang bisa menjadi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -