Saturday, December 5, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

GBPJPY Bearish Mengabaikan Optimisme Pasar Global

Must Read

BoC: Kanada dapat Meluncurkan CBDC Lebih Cepat dari yang Diperkirakan

Timothy Lane, wakil gubernur Bank of Canada (BoC) dan kepala penelitian di departemen fintech dan crypto bank,...

Stripe akan Menawarkan Rekening Bank, dengan Bantuan dari Goldman Sachs dan Citi

Raksasa pembayaran online dan pemilik Cash App, Stripe, telah melangkah ke ranah baru layanan keuangan untuk vendor.

AUDUSD Kembali Bullish Karena Dolar AS Bearish Lebih Lama Lagi

Mata uang Dolar Australia naik kembali di sesi Asia melawan Dolar AS. Bahkan Dolar Australia berhasil mengabaikan...

Pasangan mata uang GBPJPY hari ini mengalami penurunan ringan sepanjang sesi Asia di hari Selasa (7/7). Dengan GBPJPY bearish tersebut maka pasangan turun 0,08% menuju ke 134,18 turun dari level paling tinggi dalam harian di 134,32. Pada hari Senin kemarin permintaan mata uang Poundsterling sempat mengalami kenaikan yang sangat baik. Karena pasar global dipenuhi oleh nada optimisme.

Tapi sayangnya kemungkinan GBPJPY bearish hari ini karena optimisme tidak mampu membantu Poundsterling. Ada beberapa tantangan bagi Pound sehingga menghambatnya untuk menguat. Pound masih diancam oleh pembicaraan Brexit yang belum ada titik terang. Selain itu lonjakan kasus virus Corona dan konflik China bersama beberapa negara terus menekan aset berisiko.

Secara luas Poundsterling masih ada harapan mencatatkan penguatan lagi. Karena investor menaruh harapan akan ada stimulus yang lebih besar dari Inggris. Asumsi itu muncul setelah para investor mencerna pidato yang disampaikan oleh Kanselir Inggris Rishi Sunak. Sementara itu optimisme juga datang dari vaksin Corona China. Vaksin itu akan masuk pada tahap uji klinis ketiga di Brasil.

Pendukung Yen Jepang sehingga membawa GBPJPY bearish mungkin datang dari kenaikan karus virus Corona di AS. Pada hari Senin kemarin kenaikan kasus dalam harian mencapai 2% lebih tinggi daripada tujuh hari terakhir yang hanya 1,8%.

Konflik geopolitik juga akan terus membebani aset berisiko seperti masalah AS dengan Rusia dan Arab Saudi, China dengan Hong Kong, AS dengan Uni Eropa dan AS dengan China. Pergerakan Pound akan mulai fokus ke pembicaraan Brexit Uni Eropa dengan Inggris. Selain itu berita mengenai pandemi virus Corona juga tidak lupa bisa menggerakkan pasangan GBPJPY. 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

BoC: Kanada dapat Meluncurkan CBDC Lebih Cepat dari yang Diperkirakan

Timothy Lane, wakil gubernur Bank of Canada (BoC) dan kepala penelitian di departemen fintech dan crypto bank,...

Stripe akan Menawarkan Rekening Bank, dengan Bantuan dari Goldman Sachs dan Citi

Raksasa pembayaran online dan pemilik Cash App, Stripe, telah melangkah ke ranah baru layanan keuangan untuk vendor. Menurut Wall...

AUDUSD Kembali Bullish Karena Dolar AS Bearish Lebih Lama Lagi

Mata uang Dolar Australia naik kembali di sesi Asia melawan Dolar AS. Bahkan Dolar Australia berhasil mengabaikan data dalam negeri yang dilaporkan...

GBPUSD Naik Tinggi Mengabaikan Kekhawatiran Brexit Karena Optimisme Global Menguasai

Pasangan mata uang GBPUSD naik lebih tinggi dan sepertinya berusaha kembali mencetak level yang lebih tinggi lagi. Poundsterling Inggris akan memulihkan diri...

EURUSD Bullish Ketika Ekonomi Eropa Pulih dan Memanfaatkan Pelemahan Dolar AS

Pergerakan mata uang Euro bullish sangat tinggi ketika berhadapan melawan Dolar AS. Saat menjelang pembukaan pasar Eropa di hari Kamis ini (3/12)...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -