Wednesday, April 14, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

GBPJPY Bearish Mengabaikan Optimisme Pasar Global

Must Read

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak...

Pasangan mata uang GBPJPY hari ini mengalami penurunan ringan sepanjang sesi Asia di hari Selasa (7/7). Dengan GBPJPY bearish tersebut maka pasangan turun 0,08% menuju ke 134,18 turun dari level paling tinggi dalam harian di 134,32. Pada hari Senin kemarin permintaan mata uang Poundsterling sempat mengalami kenaikan yang sangat baik. Karena pasar global dipenuhi oleh nada optimisme.

Tapi sayangnya kemungkinan GBPJPY bearish hari ini karena optimisme tidak mampu membantu Poundsterling. Ada beberapa tantangan bagi Pound sehingga menghambatnya untuk menguat. Pound masih diancam oleh pembicaraan Brexit yang belum ada titik terang. Selain itu lonjakan kasus virus Corona dan konflik China bersama beberapa negara terus menekan aset berisiko.

Secara luas Poundsterling masih ada harapan mencatatkan penguatan lagi. Karena investor menaruh harapan akan ada stimulus yang lebih besar dari Inggris. Asumsi itu muncul setelah para investor mencerna pidato yang disampaikan oleh Kanselir Inggris Rishi Sunak. Sementara itu optimisme juga datang dari vaksin Corona China. Vaksin itu akan masuk pada tahap uji klinis ketiga di Brasil.

Pendukung Yen Jepang sehingga membawa GBPJPY bearish mungkin datang dari kenaikan karus virus Corona di AS. Pada hari Senin kemarin kenaikan kasus dalam harian mencapai 2% lebih tinggi daripada tujuh hari terakhir yang hanya 1,8%.

Konflik geopolitik juga akan terus membebani aset berisiko seperti masalah AS dengan Rusia dan Arab Saudi, China dengan Hong Kong, AS dengan Uni Eropa dan AS dengan China. Pergerakan Pound akan mulai fokus ke pembicaraan Brexit Uni Eropa dengan Inggris. Selain itu berita mengenai pandemi virus Corona juga tidak lupa bisa menggerakkan pasangan GBPJPY. 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS turut membawa mata uang EURUSD...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak pada mata uang Dolar New...

Optimisme Inggris Gagal Membantu Pound, GBPUSD Tetap Turun Sepanjang Sesi Asia

Mata uang Poundsterling Inggris melemah sepanjang sesi Asia hari Selasa (13/4) ketika berhadapan melawan Dolar AS. Nilai Pound gagal lebih unggul dibandingkan...

Berita Pekan Ini, RBNZ dan Inflasi AS Akan Jadi Fokus Bersama Pidato Fed Powell dan PDB China

Pekan ini sepertinya menjadi saat-saat yang sibuk untuk kawasan Asia. Sementara itu beberapa wilayah lain ada beberapa data ekonomi yang bisa menjadi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -