Friday, April 16, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

GBPJPY Bearish Setelah Sentimen Risiko Tertekan Karena Investor Berhati-hati

Must Read

AXA Insurance Mulai Menerima Bitcoin sebagai Pembayaran

Perusahaan asuransi terbesar kedua di Eropa, AXA, telah menjadi perusahaan asuransi all-line pertama di Swiss yang menawarkan...

Société Générale Mengeluarkan Token Sekuritasnya di Tezos

Raksasa keuangan Eropa Société Générale telah mengeluarkan token sekuritasnya di blockchain Tezos. Menurut pengumuman...

Chainlink Rilis White Paper Baru dalam Pergeseran Menuju Komputasi Kontrak Pintar

Chainlink meluncurkan white paper barunya pada hari Kamis, yang merinci ekspansi yang direncanakan dan poros dalam menciptakan...

Pasangan mata uang GBPJPY bearish menuju ke nilai tukar 137,08 saat sesi awal kawasan Asia di hari Rabu ini (10/6). Beberapa faktor global menyebabkan para investor tampak mengambil langkah yang sangat hati-hati sebelum melakukan transaksi.

Pasar keuangan global tampaknya sedang menunggu acara utama yang akan berlangsung pekan ini yaitu pertemuan bank sentral AS. Sikap hati-hati lebih menguntungkan bagi mata uang Yen Jepang sebagai aset safe haven global. Pergerakan pasangan juga dipengaruhi adanya katalis-katalis ringan di sesi awal Asia yang masih sangat sepi data ekonomi utama global.

Sementara itu dukungan GBPJPY bearish baru-baru ini datang dari pernyataan Menteri Luar Negeri Jepang yang mengatakan tidak membuka perbatasan dengan China. Bersama dengan itu, tolak ukur risiko yaitu imbal hasil obligasi Treasury AS juga mengalami penurunan akibat risk off. Selain itu aset berisik lain seperti Nikkei Jepang juga mencatatkan penurunan sampai 0,30% akibat penghindaran risiko karena kehati-hatian pasar global.

Pada hari Selasa kemarin, pasar sempat optimis setelah Inggris dan Jepang melangsungkan pembicaraan dagang pasca Brexit untuk kali pertama. Sayangnya kedua negara masih belum memberikan pengumuman terkait kemajuan apa saja yang sudah terjadi. Beban bagi Pound juga datang setelah pemerintah kembali menekankan tidak akan ada perpanjangan Brexit. Hal ini memicu GBPJPY bearish lebih mudah lagi.

Tapi ada dukungan bagi mata uang Britania Raya yaitu Sekretaris Bisnis Alok Sharma yang mengatakan semua toko non vital akan di buka Senin pekan depan. Sehingga memicu naiknya harapan pemulihan ekonomi Inggris. Ada juga berita dari BBC yang mengatakan PM Boris akan memperbarui  kebijakan lockdown Inggris yang sebelumnya sudah dilonggarkan. Berita itu akan terus diawasi para investor.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

AXA Insurance Mulai Menerima Bitcoin sebagai Pembayaran

Perusahaan asuransi terbesar kedua di Eropa, AXA, telah menjadi perusahaan asuransi all-line pertama di Swiss yang menawarkan...

Société Générale Mengeluarkan Token Sekuritasnya di Tezos

Raksasa keuangan Eropa Société Générale telah mengeluarkan token sekuritasnya di blockchain Tezos. Menurut pengumuman pada hari Kamis, langkah tersebut...

Chainlink Rilis White Paper Baru dalam Pergeseran Menuju Komputasi Kontrak Pintar

Chainlink meluncurkan white paper barunya pada hari Kamis, yang merinci ekspansi yang direncanakan dan poros dalam menciptakan jaringan oracle untuk komputasi. Proposal...

CEO Blackrock: Crypto ‘dapat Menjadi Aset yang Hebat’ Tetapi Tidak Menjadi Pengganti Mata Uang

Meskipun peluncuran saham Coinbase berhasil pada hari Rabu, CEO Blackrock Larry Fink masih menyatakan beberapa kekhawatiran atas adopsi institusional crypto.

Google Cloud Integrasikan Band Protocol untuk Data Real-Time Harga Crypto

Google Cloud menggabungkan teknologi inti dari Band Protocol, layanan oracle terdesentralisasi, untuk memungkinkan "analisis data deret waktu keuangan yang cepat dan akurat,"...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -