Thursday, October 1, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

GBPJPY Jatuh Setelah Trump Melarang Aplikasi Asal China

Must Read

Pounds Jatuh Setelah RUU Brexit yang Ditentang oleh UE Melewati Parlemen Inggris

Pounds jatuh pada Rabu setelah majelis rendah parlemen Inggris menyetujui undang-undang pada Selasa yang memberi para menteri...

Poll Reuters: Minyak Sedikit Meningkat Karena Ancaman Virus Membayangi

Harga minyak akan tetap mendekati level saat ini tahun ini karena meningkatnya kasus virus corona mengancam memperlambat...

EURUSD Harus Rela Turun Lagi Karena Ancaman Penundaan Hasil Pemilihan Presiden AS

Nada pembelian di sekitar mata uang Dolar AS kembali mendominasi saat sesi Asia berlangsung di hari Rabu...

Pasangan mata uang GBPJPY sepanjang sesi Asia harus rela mengalami pelemahan karena dominasi Yen Jepang yang kuat. Hari Jumat ini (7/8) meluas berita dimana Presiden Trump memutuskan melarang aplikasi asal China untuk beroperasi di negaranya. Hal ini memicu permintaan aset berisiko seperti Poundsterling Inggris melemah total. Reaksi dari pemerintah China tentunya akan sangat ditunggu oleh para pelaku pasar dan investor global.

Dalam sebuah laporan dikatakan Presiden Trump merilis perintah eksekusi dimana melarang transaksi dengan perusahaan China ByteDance. Perusahaan itu memiliki beberapa aplikasi video seperti WeChat dan juga Tik Tok. Larangan ini berlaku dalam 45 hari. Trump mengatakan bahwa AS harus mengambil langkah yang agresif untuk melindungi keamanan nasional.

Mendengar berita ini, saham berjangka AS langsung mengalami penurunan. Hal ini memicu Poundsterling Inggris melemah dan didominasi oleh Yen Jepang anti risiko. Kontrak berjangka S&P 500 yang menggambarkan risiko sudah jatuh 0,40% karena masalah kedua negara itu. Kemudian tekanan tambahan bagi aset berisiko global juga datang dari regulator AS yang masih gagal menyetujui dana bantuan virus Corona.

Poundsterling Inggris melemah saat ini mengabaikan komentar positif dari BoE. Dalam pernyataan hari Kamis kemarin, bank sentral Inggris menawarkan hasil nilai yang optimis untuk ekonomi Inggris. Namun para ahli analisa dan investor mengabaikan semua itu dan memprediksi untuk beberapa waktu kedepan, risiko akan meningkat dan membuat risk off mendominasi.

Pergerakan mata uang Poundsterling Inggris selanjutnya akan terus memantau bagaimana perkembangan pembicaraan Brexi. Kemudian perkembangan berita virus Corona dan kondisi ekonomi juga akan menjadi fokus. Dinamika risiko global bagaimanapun tidak bisa diabaikan begitu saja oleh GBPJPY karena akan terus menjadi katalis penggerak.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Pounds Jatuh Setelah RUU Brexit yang Ditentang oleh UE Melewati Parlemen Inggris

Pounds jatuh pada Rabu setelah majelis rendah parlemen Inggris menyetujui undang-undang pada Selasa yang memberi para menteri...

Poll Reuters: Minyak Sedikit Meningkat Karena Ancaman Virus Membayangi

Harga minyak akan tetap mendekati level saat ini tahun ini karena meningkatnya kasus virus corona mengancam memperlambat laju pemulihan permintaan dan melawan...

EURUSD Harus Rela Turun Lagi Karena Ancaman Penundaan Hasil Pemilihan Presiden AS

Nada pembelian di sekitar mata uang Dolar AS kembali mendominasi saat sesi Asia berlangsung di hari Rabu (30/9). Penguatan Dolar AS membawa...

NZDUSD Turun Setelah Data Caixin China Pesimis Bersama Sikap Hati-hati Debat Calon Presiden AS

Permintaan terhadap mata uang Dolar New Zealand mengalami penurunan saat sesi pertengahan Asia hari Rabu (30/9). Dengan pelemahan ini maka menyebabkan NZDUSD...

AUDJPY Turun Meski Data Ekonomi China Mengesankan Di Tengah Langkah Hati-hati Ketika Debat Calon Presiden AS

Mata uang Dolar Australia melemah saat sesi awal Asia hari Rabu (30/9) dan membawa pasangan AUDJPY untuk turun lebih dalam lagi. Padahal...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -