Wednesday, May 18, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

GBPJPY Jatuh Setelah Trump Melarang Aplikasi Asal China

Must Read

Bursa Efek Brasil akan Luncurkan Bitcoin dan Ethereum Futures

B3, Bursa Efek Brasil, mengkonfirmasi bahwa dalam waktu enam bulan mereka bermaksud untuk meluncurkan produk resmi pertamanya...

Regulator California akan Tinjau Kembali Larangan Donasi Kripto

Regulator negara bagian California mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan larangan donasi kripto untuk kampanye politik yang telah berlaku...

Minyak Turun 2 Persen Karena Komentar Ketua the Fed

Setelah mencapai tertinggi tujuh minggu, harga minyak merosot 2% pada Selasa karena Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat...

Pasangan mata uang GBPJPY sepanjang sesi Asia harus rela mengalami pelemahan karena dominasi Yen Jepang yang kuat. Hari Jumat ini (7/8) meluas berita dimana Presiden Trump memutuskan melarang aplikasi asal China untuk beroperasi di negaranya. Hal ini memicu permintaan aset berisiko seperti Poundsterling Inggris melemah total. Reaksi dari pemerintah China tentunya akan sangat ditunggu oleh para pelaku pasar dan investor global.

Dalam sebuah laporan dikatakan Presiden Trump merilis perintah eksekusi dimana melarang transaksi dengan perusahaan China ByteDance. Perusahaan itu memiliki beberapa aplikasi video seperti WeChat dan juga Tik Tok. Larangan ini berlaku dalam 45 hari. Trump mengatakan bahwa AS harus mengambil langkah yang agresif untuk melindungi keamanan nasional.

Mendengar berita ini, saham berjangka AS langsung mengalami penurunan. Hal ini memicu Poundsterling Inggris melemah dan didominasi oleh Yen Jepang anti risiko. Kontrak berjangka S&P 500 yang menggambarkan risiko sudah jatuh 0,40% karena masalah kedua negara itu. Kemudian tekanan tambahan bagi aset berisiko global juga datang dari regulator AS yang masih gagal menyetujui dana bantuan virus Corona.

Poundsterling Inggris melemah saat ini mengabaikan komentar positif dari BoE. Dalam pernyataan hari Kamis kemarin, bank sentral Inggris menawarkan hasil nilai yang optimis untuk ekonomi Inggris. Namun para ahli analisa dan investor mengabaikan semua itu dan memprediksi untuk beberapa waktu kedepan, risiko akan meningkat dan membuat risk off mendominasi.

Pergerakan mata uang Poundsterling Inggris selanjutnya akan terus memantau bagaimana perkembangan pembicaraan Brexi. Kemudian perkembangan berita virus Corona dan kondisi ekonomi juga akan menjadi fokus. Dinamika risiko global bagaimanapun tidak bisa diabaikan begitu saja oleh GBPJPY karena akan terus menjadi katalis penggerak.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bursa Efek Brasil akan Luncurkan Bitcoin dan Ethereum Futures

B3, Bursa Efek Brasil, mengkonfirmasi bahwa dalam waktu enam bulan mereka bermaksud untuk meluncurkan produk resmi pertamanya...

Regulator California akan Tinjau Kembali Larangan Donasi Kripto

Regulator negara bagian California mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan larangan donasi kripto untuk kampanye politik yang telah berlaku sejak 2018.

Minyak Turun 2 Persen Karena Komentar Ketua the Fed

Setelah mencapai tertinggi tujuh minggu, harga minyak merosot 2% pada Selasa karena Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat dapat mengurangi beberapa pembatasan pada...

Dolar Terpukul Selera Risiko yang Kembali

Dolar jatuh untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Selasa, mundur dari tertinggi dua dekade terhadap sekeranjang mata uang utama, karena meningkatnya selera...

Bitcoin (BTC) : Analisa Teknikal Harian 18 Mei 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, Bitcoin (BTC) memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -