Friday, December 9, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

GBPJPY Jatuh Setelah Trump Melarang Aplikasi Asal China

Must Read

Dolar Lesu Karena Kekhawatiran Resesi

Dolar AS melemah pada awal perdagangan Eropa Jumat karena meningkatnya kekhawatiran bahwa ekonomi AS menuju resesi, menjelang...

Hong Kong Akan Terapkan UU TradFi untuk Pertukaran Kripto

Dewan legislatif Hong Kong telah mengesahkan amandemen baru terhadap anti-pencucian uang (AML) dan sistem pembiayaan teroris untuk...

Survei: Lebih dari 90% Konsumen Penasaran dengan Metaverse

Terlepas dari kondisi pasar yang bergejolak selama setahun terakhir, metaverse dan utilitas potensialnya tetap stabil di benak...

Pasangan mata uang GBPJPY sepanjang sesi Asia harus rela mengalami pelemahan karena dominasi Yen Jepang yang kuat. Hari Jumat ini (7/8) meluas berita dimana Presiden Trump memutuskan melarang aplikasi asal China untuk beroperasi di negaranya. Hal ini memicu permintaan aset berisiko seperti Poundsterling Inggris melemah total. Reaksi dari pemerintah China tentunya akan sangat ditunggu oleh para pelaku pasar dan investor global.

Dalam sebuah laporan dikatakan Presiden Trump merilis perintah eksekusi dimana melarang transaksi dengan perusahaan China ByteDance. Perusahaan itu memiliki beberapa aplikasi video seperti WeChat dan juga Tik Tok. Larangan ini berlaku dalam 45 hari. Trump mengatakan bahwa AS harus mengambil langkah yang agresif untuk melindungi keamanan nasional.

Mendengar berita ini, saham berjangka AS langsung mengalami penurunan. Hal ini memicu Poundsterling Inggris melemah dan didominasi oleh Yen Jepang anti risiko. Kontrak berjangka S&P 500 yang menggambarkan risiko sudah jatuh 0,40% karena masalah kedua negara itu. Kemudian tekanan tambahan bagi aset berisiko global juga datang dari regulator AS yang masih gagal menyetujui dana bantuan virus Corona.

Poundsterling Inggris melemah saat ini mengabaikan komentar positif dari BoE. Dalam pernyataan hari Kamis kemarin, bank sentral Inggris menawarkan hasil nilai yang optimis untuk ekonomi Inggris. Namun para ahli analisa dan investor mengabaikan semua itu dan memprediksi untuk beberapa waktu kedepan, risiko akan meningkat dan membuat risk off mendominasi.

Pergerakan mata uang Poundsterling Inggris selanjutnya akan terus memantau bagaimana perkembangan pembicaraan Brexi. Kemudian perkembangan berita virus Corona dan kondisi ekonomi juga akan menjadi fokus. Dinamika risiko global bagaimanapun tidak bisa diabaikan begitu saja oleh GBPJPY karena akan terus menjadi katalis penggerak.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Dolar Lesu Karena Kekhawatiran Resesi

Dolar AS melemah pada awal perdagangan Eropa Jumat karena meningkatnya kekhawatiran bahwa ekonomi AS menuju resesi, menjelang...

Hong Kong Akan Terapkan UU TradFi untuk Pertukaran Kripto

Dewan legislatif Hong Kong telah mengesahkan amandemen baru terhadap anti-pencucian uang (AML) dan sistem pembiayaan teroris untuk memasukkan penyedia layanan aset virtual.

Survei: Lebih dari 90% Konsumen Penasaran dengan Metaverse

Terlepas dari kondisi pasar yang bergejolak selama setahun terakhir, metaverse dan utilitas potensialnya tetap stabil di benak konsumen. Menurut...

Pengembang Ethereum Targetkan Maret 2023 untuk Hard Fork Shanghai

Menurut sebuah diskusi di Pertemuan Pengembang Inti Ethereum ke-151 pada 8 Desember, pemrogram inti telah menetapkan tenggat waktu tentatif Maret 2023 untuk...

Dolar Tergelincir Jelang Kian Dekatnya Rapat Bank Sentral

Dolar melemah pada hari Jumat karena kekhawatiran atas perlambatan di Amerika Serikat meningkat, dengan para pedagang waspada menjelang serangkaian pertemuan bank sentral...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -