Friday, October 2, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

GBPJPY Memperpanjang Penurunan Empat Hari Setelah Ada Ancaman Lonjakan Kematian di Inggris

Must Read

GBPUSD Naik Karena Optimisme Brexit, Mengabaikan Lonjakan Kasus Di Inggris

Mata uang Poundsterling Inggris naik saat menjelang pembukaan pasar Eropa hari Kamis (1/10). Dengan penguatan ini maka...

EURUSD Menghentikan Kenaikan Empat Bulan dan Mencatatkan Penurunan Terbesar Bulanan Sejak Juli 2019 Lalu

Sepanjang bulan September 2020 kemarin, mata uang Euro telah mengalami penurunan yang signifikan melawan Dolar AS. Bahkan...

Minyak Mentah WTI dan Brent Bergerak Berlawanan Meski Ada Katalis Positif

Pergerakan harga minyak mentah pada dua kontrak yang ditransaksikan hari Kamis ini (1/10) dalam arah campuran. Untuk...

Pasangan mata uang GBPJPY tetap mengalami penurunan nilai tukar sepanjang sesi Asia di hari Selasa (5/5). Permintaan Poundsterling melemah membawa pasangan terjun menuju ke level harga 132,80. Melihat pelemahan tersebut, Yen Jepang tampak mampu memanfaatkan keadaan dan membawa pasangan lebih rendah. Dengan penurunan ini maka pasangan GBPJPY telah mencatatkan penurunan untuk hari keempat tanpa jeda.

Namun sebenarnya beberapa waktu terakhir Poundsterling memiliki momentum untuk menguat. Pasalnya sentimen risiko mengalami pemulihan yang ditandai dengan kenaikan pada kontrak berjangka S&P 500. Tapi sayangnya nada penghindaran risiko tetap mendominasi karena banyak yang khawatir jumlah korban di Inggris mengalami peningkatan tajam.

Berdasarkan data terbaru per Minggu kemarin, jumlah korban meninggal akibat virus Corona di Inggris mencapai angka 28.446. Dilansir dari CNBC, penyebaran Inggris hanya berjarak sepekan dua pekan dari Italia, sehingga jumlah kematian Inggris bisa melonjak tinggi dibandingkan saat ini. Hal ini membuat permintaan Poundsterling melemah.

Selain itu para investor juga khawatir data IMP jasa akan dilaporkan dengan hasill yang mengecewakan lebih rendah dari 12,2 pada bulan April. Jika data itu benar-benar lebih rendah maka Poundsterling melemah lebih dalam dan membawa GBPJPY semakin jatuh.

Inggris juga tampak akan melangsungkan pembicaraan perdagangan AS. Hal itu akan menawarkan kepada Uni Eropa untuk memberikan persetujuan pembicaraan Brexit. Kamar Dagang AS mengatakan bahwa AS dan Inggris akan membuat kesepakatan untuk menghapuskan tarif dan beberapa hambatan perdagangan kedua negara.

Tantangan pasangan GBPJPY selanjutnya akan datang dari pertemuan BoE pada hari Kamis besok. Pertemuan itu lebih cepat dari yang dijadwalkan sebelumnya. Sehingga hasil pertemuan akan sangat di awasi oleh para investor global.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

GBPUSD Naik Karena Optimisme Brexit, Mengabaikan Lonjakan Kasus Di Inggris

Mata uang Poundsterling Inggris naik saat menjelang pembukaan pasar Eropa hari Kamis (1/10). Dengan penguatan ini maka...

EURUSD Menghentikan Kenaikan Empat Bulan dan Mencatatkan Penurunan Terbesar Bulanan Sejak Juli 2019 Lalu

Sepanjang bulan September 2020 kemarin, mata uang Euro telah mengalami penurunan yang signifikan melawan Dolar AS. Bahkan pasangan mata uang EURUSD telah...

Minyak Mentah WTI dan Brent Bergerak Berlawanan Meski Ada Katalis Positif

Pergerakan harga minyak mentah pada dua kontrak yang ditransaksikan hari Kamis ini (1/10) dalam arah campuran. Untuk minyak mentah hari ini yang...

USDJPY Bullish Di Tengah Aksi Risk On Pasar Global dan Data Campuran Jepang

Perdagangan hari Kamis ini (1/10) pasangan mata uang USDJPY bullish menuju ke nilai tukar 105,50 ketika sesi awal Asia. Dolar AS mampu...

Dolar Jatuh di Tengah Harapan Kompromi pada Stimulus AS

Dolar berada dalam posisi defensif pada satu minggu terendah pada hari Kamis, karena data AS yang kuat dan harapan baru untuk stimulus...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -