Friday, April 16, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

GBPJPY Turun Kembali Karena Risiko Terbebani Oleh Berita Negatif

Must Read

AXA Insurance Mulai Menerima Bitcoin sebagai Pembayaran

Perusahaan asuransi terbesar kedua di Eropa, AXA, telah menjadi perusahaan asuransi all-line pertama di Swiss yang menawarkan...

Société Générale Mengeluarkan Token Sekuritasnya di Tezos

Raksasa keuangan Eropa Société Générale telah mengeluarkan token sekuritasnya di blockchain Tezos. Menurut pengumuman...

Chainlink Rilis White Paper Baru dalam Pergeseran Menuju Komputasi Kontrak Pintar

Chainlink meluncurkan white paper barunya pada hari Kamis, yang merinci ekspansi yang direncanakan dan poros dalam menciptakan...

Pasangan mata uang GBPJPY hari ini mengalami kegagalan untuk mempertahankan nada positif yang dibangun dua hari terakhir. Saat ini pasangan telah kehilangan sampai 0,21% turun menuju ke level harga 133,85 saat sesi Asia berlangsung hari Rabu (8/4). Beberapa nada negatif berhasil mematahkan kenaikan Poundsterling diantaranya seperti kekhawatiran atas kondisi PM Boris Johnson yang positif virus Corona. Selain itu jumlah infeksi virus Cona juga terus bertambah.

Media BBC tampak berusaha untuk memberikan laporan-laporan positif untuk mendorong optimisme global. BBC mengutip pembicaraan rahasia menteri mengenai pembukaan lockdown yang diberlakukan sebelumnya. Sayangnya usaha laporan positif itu gagal mendorong pemulihan sentimen risiko. Investor menghindari pembelian GBPJPY hari ini karena khawatir terhadap kondisi PM Boris yang sedang mendapat perawatan intensif di ICU.

Walaupun tadi malam juru bicara PM Inggris mengatakan bahwa kondisi PM Boris telah stabil. Namun sayangnya semua itu tidak berhasil membangun optimisme karena bergabung dengan penambahan kasus kematian di angka 6.159. sementara itu dari Jepang, PM Abe hari Senin telah mengumumkan kondisi darurat untuk beberapa prefektur atau kota di Jepang termasuk Tokyo.

Penurunan GBPJPY hari ini juga disebabkan oleh data ekonomi Jepang yang dilaporkan dengan hasil positif. Data mengenai pesanan mesin dan Neraca Perdagangan Jepang bulan Februari dilaporkan mengalami kenaikan yang baik.

Sementara itu tolak ukur sentimen risiko global yaitu imbal hasil obligasi Treasury AS saat ini telah mengalami penurunan lagi tiga basis poin menuju 0,70%. Saham Jepang juga mengalami penurunan karena nada risk off yang mendominasi dengan penurunan 0,20%. Pedagang GBPJPY tampaknya akan lebih fokus ke hasil survei Eco Watchers pada bulan Maret sebagai dorongan utama saat ini.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

AXA Insurance Mulai Menerima Bitcoin sebagai Pembayaran

Perusahaan asuransi terbesar kedua di Eropa, AXA, telah menjadi perusahaan asuransi all-line pertama di Swiss yang menawarkan...

Société Générale Mengeluarkan Token Sekuritasnya di Tezos

Raksasa keuangan Eropa Société Générale telah mengeluarkan token sekuritasnya di blockchain Tezos. Menurut pengumuman pada hari Kamis, langkah tersebut...

Chainlink Rilis White Paper Baru dalam Pergeseran Menuju Komputasi Kontrak Pintar

Chainlink meluncurkan white paper barunya pada hari Kamis, yang merinci ekspansi yang direncanakan dan poros dalam menciptakan jaringan oracle untuk komputasi. Proposal...

CEO Blackrock: Crypto ‘dapat Menjadi Aset yang Hebat’ Tetapi Tidak Menjadi Pengganti Mata Uang

Meskipun peluncuran saham Coinbase berhasil pada hari Rabu, CEO Blackrock Larry Fink masih menyatakan beberapa kekhawatiran atas adopsi institusional crypto.

Google Cloud Integrasikan Band Protocol untuk Data Real-Time Harga Crypto

Google Cloud menggabungkan teknologi inti dari Band Protocol, layanan oracle terdesentralisasi, untuk memungkinkan "analisis data deret waktu keuangan yang cepat dan akurat,"...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -