Monday, December 6, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

GBPJPY Turun Kembali Karena Risiko Terbebani Oleh Berita Negatif

Must Read

Emas Naik, Investor Menunggu Langkah Fed Selanjutnya

Emas naik pada Senin pagi di Asia, dengan investor terus mencerna laporan AS yang beragam dan mempertimbangkan...

Minyak Naik Lebih dari $1 Setelah Kenaikan Harga di Saudi

Harga minyak naik lebih dari $ 1 per barel pada Senin setelah eksportir utama Arab Saudi menaikkan...

FTX Rilis Proposal Regulasi Kripto sebelum Sidang Kongres AS

Pertukaran cryptocurrency yang berbasis di Bahama, FTX, merilis daftar prinsip dan proposal untuk membantu pembuat kebijakan membangun...

Pasangan mata uang GBPJPY hari ini mengalami kegagalan untuk mempertahankan nada positif yang dibangun dua hari terakhir. Saat ini pasangan telah kehilangan sampai 0,21% turun menuju ke level harga 133,85 saat sesi Asia berlangsung hari Rabu (8/4). Beberapa nada negatif berhasil mematahkan kenaikan Poundsterling diantaranya seperti kekhawatiran atas kondisi PM Boris Johnson yang positif virus Corona. Selain itu jumlah infeksi virus Cona juga terus bertambah.

Media BBC tampak berusaha untuk memberikan laporan-laporan positif untuk mendorong optimisme global. BBC mengutip pembicaraan rahasia menteri mengenai pembukaan lockdown yang diberlakukan sebelumnya. Sayangnya usaha laporan positif itu gagal mendorong pemulihan sentimen risiko. Investor menghindari pembelian GBPJPY hari ini karena khawatir terhadap kondisi PM Boris yang sedang mendapat perawatan intensif di ICU.

Walaupun tadi malam juru bicara PM Inggris mengatakan bahwa kondisi PM Boris telah stabil. Namun sayangnya semua itu tidak berhasil membangun optimisme karena bergabung dengan penambahan kasus kematian di angka 6.159. sementara itu dari Jepang, PM Abe hari Senin telah mengumumkan kondisi darurat untuk beberapa prefektur atau kota di Jepang termasuk Tokyo.

Penurunan GBPJPY hari ini juga disebabkan oleh data ekonomi Jepang yang dilaporkan dengan hasil positif. Data mengenai pesanan mesin dan Neraca Perdagangan Jepang bulan Februari dilaporkan mengalami kenaikan yang baik.

Sementara itu tolak ukur sentimen risiko global yaitu imbal hasil obligasi Treasury AS saat ini telah mengalami penurunan lagi tiga basis poin menuju 0,70%. Saham Jepang juga mengalami penurunan karena nada risk off yang mendominasi dengan penurunan 0,20%. Pedagang GBPJPY tampaknya akan lebih fokus ke hasil survei Eco Watchers pada bulan Maret sebagai dorongan utama saat ini.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Emas Naik, Investor Menunggu Langkah Fed Selanjutnya

Emas naik pada Senin pagi di Asia, dengan investor terus mencerna laporan AS yang beragam dan mempertimbangkan...

Minyak Naik Lebih dari $1 Setelah Kenaikan Harga di Saudi

Harga minyak naik lebih dari $ 1 per barel pada Senin setelah eksportir utama Arab Saudi menaikkan harga minyak mentahnya yang dijual...

FTX Rilis Proposal Regulasi Kripto sebelum Sidang Kongres AS

Pertukaran cryptocurrency yang berbasis di Bahama, FTX, merilis daftar prinsip dan proposal untuk membantu pembuat kebijakan membangun kerangka peraturan. Kebijakan tersebut merekomendasikan...

Jatuhnya Harga Minyak Telah Mengajarkan Shale AS Pelajaran Berharga

Koreksi harga minyak besar-besaran pada November 2021, yang ternyata menjadi bulan terburuk untuk minyak mentah sejak Maret 2020, terjadi tepat ketika produsen...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 6 Desember 2021

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -