Monday, August 10, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

GBPJPY Turun Memantul Dari Resisten, Poundsterling Inggris Menunggu Data Domestik

Must Read

Bitcoin Hampir Sebesar Bank of America

Semua modal spekulatif yang diinvestasikan dalam Bitcoin (BTC) saat ini berjumlah hanya beberapa miliar dolar di bawah...

GBPUSD Bangkit Kembali Setelah Memanfaatkan Kegagalan Pemulihan Dolar AS

Sepanjang sesi akhir Asia hari Senin ini (10/8) pasangan mata uang GBPUSD mampu bergerak positif dengan mencatatkan...

EURUSD Hari Ini Tanpa Arah Menunggu Berita Stimulus AS dan Pembaruan Arah Risiko

Arah EURUSD hari ini tampak tidak begitu jelas hanya naik turun ketika berhadapan dengan Dolar AS di...

Permasalahan Brexit beberapa waktu terakhir semakin rumit setelah Parlemen Inggris menolak kembali proposal yang diajukan oleh PM May. Dampak penolakan tersebut menurunkan kekuatan pasangan Poundsterling Inggris terhadap Yen Jepang dalam perlawanan selama tiga pekan terakhir. Untuk saat ini para pelaku pasar dan investor akan lebih fokus ke pembaruan kabar dari Brexit dan juga data ekonomi Inggris mengenai IMP sektor kontruksi. Katalis tersebut akan memperlihatkan pergerakan pasangan GBPJPY dalam jangka pendek.

Perdagangan di hari Selasa saat sesi awal kawasan Asia, Poundsterling Inggris masih tampak loyo berada di sekitar level harga 145.600. Sebelumnya pasangan ini telah mengalami rebound dari titik resisten berdasarkan garis trend tiga pekan. Rebound ini disebaban oleh hasil pemungutan suara yang menyatakan Parlemen Inggris menolak kembali proposal Brexit dari PM May. Dengan ditolaknya proposal maka semakin membuat Inggris penuh ketidakpastian mengenai Brexit. Pembaruan kabar dari negosiasi dagang AS dengan China juga akan menggerakkan pasar dalam jangka pendek.

Sampai saat ini para pelaku pasar dan investor terlihat masih sangat terbebani untuk berdagang karena penolakan proposal Brexit oleh Parlemen Inggris tersebut. Pasar sangat mengantisipasi resiko kekacauan politik yang lebih besar dengan jalan meninggalkan aset beresiko seperti Poundsterling Inggris. Sementara itu kenaikan pasangan GBPJPY pada pekan sebelumnya disebabkan oleh Brexit yang optimis mengenai perpanjangan pasal 50 dan naiknya harapan adanya solusi dari Parlemen serta negosiasi perdagangan AS-China yang positif.

Dengan ditolaknya proposal, maka beredar banyak spekulasi mengenai masa depan Brexit seperti Parlemen akan menerima proposal PM May untuk menghindari ancaman tanpa kesepakatan. Selain itu juga ada kemungkinan dilakukan referendum Brexit karena banyaknya yang berusaha menyelesaikan masalah Brexit ini.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bitcoin Hampir Sebesar Bank of America

Semua modal spekulatif yang diinvestasikan dalam Bitcoin (BTC) saat ini berjumlah hanya beberapa miliar dolar di bawah...

GBPUSD Bangkit Kembali Setelah Memanfaatkan Kegagalan Pemulihan Dolar AS

Sepanjang sesi akhir Asia hari Senin ini (10/8) pasangan mata uang GBPUSD mampu bergerak positif dengan mencatatkan kenaikan 0,16%. Dengan momentum Poundsterling...

EURUSD Hari Ini Tanpa Arah Menunggu Berita Stimulus AS dan Pembaruan Arah Risiko

Arah EURUSD hari ini tampak tidak begitu jelas hanya naik turun ketika berhadapan dengan Dolar AS di sepanjang sesi Asia hari Senin...

Harga Minyak Mentah Berpeluang Naik Pasca Komentar Aramco, Arah Risiko Akan Terus Diperhatikan

Beberapa saat yang lalu ada berita yang langsung meluas mengenai komentar yang disampaikan oleh produsen minyak Arab Saudi yaitu Aramco. Pasca komentar...

Data China Gagal Membawa AUDJPY Naik, Dolar Australia Terbebani Masalah Dalam Negeri

Permintaan terhadap mata uang Dolar Australia melemah lebih panjang sepanjang sesi Asia hari Senin ini (10/8). Mata uang Dolar Australia gagal untuk...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -