Monday, January 20, 2020
No menu items!
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

GBPJPY Turun Memantul Dari Resisten, Poundsterling Inggris Menunggu Data Domestik

Must Read

Chainalysis Menemukan Teroris yang Memperbaiki Operasi Pembiayaan Menggunakan Crypto

Sebuah studi baru oleh Chainalysis menemukan bahwa teroris memperbaiki operasi pembiayaan mereka menggunakan cryptocurrency.

Senator Oklahoma sedang mengerjakan RUU untuk Lembaga Blockchain yang Didukung Negara

Senator Oklahoma Nathan Dahm menulis undang-undang (RUU) baru untuk negaranya yang ingin membangun lembaga keuangan inovatif yang...

Bank Crypto Seba Akan Menaikkan Modal $ 95 Juta

Seba, sebuah bank aset digital muda yang berbasis di Swiss yang memegang lisensi regulasi, berupaya untuk meningkatkan...

Permasalahan Brexit beberapa waktu terakhir semakin rumit setelah Parlemen Inggris menolak kembali proposal yang diajukan oleh PM May. Dampak penolakan tersebut menurunkan kekuatan pasangan Poundsterling Inggris terhadap Yen Jepang dalam perlawanan selama tiga pekan terakhir. Untuk saat ini para pelaku pasar dan investor akan lebih fokus ke pembaruan kabar dari Brexit dan juga data ekonomi Inggris mengenai IMP sektor kontruksi. Katalis tersebut akan memperlihatkan pergerakan pasangan GBPJPY dalam jangka pendek.

Perdagangan di hari Selasa saat sesi awal kawasan Asia, Poundsterling Inggris masih tampak loyo berada di sekitar level harga 145.600. Sebelumnya pasangan ini telah mengalami rebound dari titik resisten berdasarkan garis trend tiga pekan. Rebound ini disebaban oleh hasil pemungutan suara yang menyatakan Parlemen Inggris menolak kembali proposal Brexit dari PM May. Dengan ditolaknya proposal maka semakin membuat Inggris penuh ketidakpastian mengenai Brexit. Pembaruan kabar dari negosiasi dagang AS dengan China juga akan menggerakkan pasar dalam jangka pendek.

Sampai saat ini para pelaku pasar dan investor terlihat masih sangat terbebani untuk berdagang karena penolakan proposal Brexit oleh Parlemen Inggris tersebut. Pasar sangat mengantisipasi resiko kekacauan politik yang lebih besar dengan jalan meninggalkan aset beresiko seperti Poundsterling Inggris. Sementara itu kenaikan pasangan GBPJPY pada pekan sebelumnya disebabkan oleh Brexit yang optimis mengenai perpanjangan pasal 50 dan naiknya harapan adanya solusi dari Parlemen serta negosiasi perdagangan AS-China yang positif.

Dengan ditolaknya proposal, maka beredar banyak spekulasi mengenai masa depan Brexit seperti Parlemen akan menerima proposal PM May untuk menghindari ancaman tanpa kesepakatan. Selain itu juga ada kemungkinan dilakukan referendum Brexit karena banyaknya yang berusaha menyelesaikan masalah Brexit ini.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Chainalysis Menemukan Teroris yang Memperbaiki Operasi Pembiayaan Menggunakan Crypto

Sebuah studi baru oleh Chainalysis menemukan bahwa teroris memperbaiki operasi pembiayaan mereka menggunakan cryptocurrency.

Senator Oklahoma sedang mengerjakan RUU untuk Lembaga Blockchain yang Didukung Negara

Senator Oklahoma Nathan Dahm menulis undang-undang (RUU) baru untuk negaranya yang ingin membangun lembaga keuangan inovatif yang didukung negara di sekitar teknologi...

Bank Crypto Seba Akan Menaikkan Modal $ 95 Juta

Seba, sebuah bank aset digital muda yang berbasis di Swiss yang memegang lisensi regulasi, berupaya untuk meningkatkan modal sekunder untuk mengumpulkan lebih...

Brexit Kian Dekat, PM Johnson Mendorong Hubungan Dagang yang Lebih Dalam dengan Afrika

Brexit - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, akan menyerukan hubungan investasi yang lebih dalam antara Inggris dan Afrika pada pertemuan puncak para...

Peter Schiff Kehilangan Bitcoinnya: Memiliki Crypto Adalah ‘Ide Buruk’

Pada 19 Januari, crypto skeptic dan gold bug terkenal, Peter Schiff, mengklaim di Twitter bahwa ia telah kehilangan akses ke dompet Bitcoin-nya...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -