Saturday, October 23, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

GBPJPY Turun Meneruskan Bearish Hari Sebelumnya Karena Kekhawatiran Virus Gelombang Kedua

Must Read

Minyak Turun Karena Ketatnya Pasokan AS

Minyak turun pada Jumat pagi di Asia karena pasokan AS terus mengetat. Cairan hitam ditetapkan untuk akhir...

Dolar Turun Meskipun Data AS Positif

Dolar turun pada Jumat pagi di Asia dan bersiap untuk penurunan minggu kedua bahkan ketika data ekonomi...

Pengadilan Tinggi Pakistan Meminta Pemerintah untuk Mengatur Kripto

Pengadilan Tinggi Sindh (SHC), badan peradilan tertinggi di Provinsi Sindh Pakistan, telah meminta pemerintah untuk membuat modalitas...

Mata uang Poundsterling Inggris mencatatkan pelemahan ketika melawan aset safe haven Yen Jepang. Pelemahan itu membawa pasangan GBPJPY turun menuju ke nilai tukar 0,17% saat sesi pertengahan Asia hari Rabu (17/6). Dengan catatan negatif dari Poundsterling, maka pasangan mengalami penurunan selama dua hari tanpa jeda sejak hari Selasa kemarin. Sehingga ada upaya memperpanjang momentum bearish dari puncak 136,36.

Permintaan mata uang Yen Jepang menguat setelah banyak investor yang merasa khawatir dengan serangan gelombang kedua pandemi virus Corona di AS, China dan juga Jepang. Bahkan kekhawatiran itu juga meredupkan optimisme hasil pengujian vaksin yang dilakukan di Inggris beberapa waktu terakhir.

Dari China, otoritas Beijing kembali menerapkan pembatasan aktivitas atau lockdown untuk menekan penyebaran pandemi. Sementara itu negara bagian di AS juga melaporkan ada lonjakan kasus terutama di California dan Texas. Hal itu menyebabkan nada risk off terus bertahan lebih lama. Apalagi hari Selasa kemarin, Pound menderita kerugian setelah data ketenagakerjaan yang saling bertolak belakang dengan klaim tunjangan pengangguran.

Momentum GBPJPY turun saat ini juga disebabkan oleh adanya ketegangan geopolitik yang terjadi di Korea antara Korsel dan Korut. Pertemuan penting antara wakil AS dan China di kepulauan Hawaii juga akan menjadi penggerak risiko untuk beberapa waktu kedepan.

Bersama dengan GBPJPY turun hari ini, tolak ukur risiko yaitu imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun juga kembali mundur ke 0,743%. Dukungan risk off juga terlihat pada saham Asia Nikkei Jepang yang mengalami penurunan ringan. Pergerakan GBPJPY selanjutnya akan fokus ke rilis data dari Inggris mengenai indeks harga konsumen untuk bulan Mei. Selain itu berita virus Corona juga akan menjadi fokus investor.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Turun Karena Ketatnya Pasokan AS

Minyak turun pada Jumat pagi di Asia karena pasokan AS terus mengetat. Cairan hitam ditetapkan untuk akhir...

Dolar Turun Meskipun Data AS Positif

Dolar turun pada Jumat pagi di Asia dan bersiap untuk penurunan minggu kedua bahkan ketika data ekonomi yang optimis memberi mata uang...

Pengadilan Tinggi Pakistan Meminta Pemerintah untuk Mengatur Kripto

Pengadilan Tinggi Sindh (SHC), badan peradilan tertinggi di Provinsi Sindh Pakistan, telah meminta pemerintah untuk membuat modalitas untuk regulasi cryptocurrency.

Kapitalisasi Pasar Kripto Mencapai Level ATH Baru

Kapitalisasi pasar total semua cryptocurrency naik ke level tertinggi baru sepanjang masa pada hari Rabu, mengakhiri pemulihan dramatis selama berbulan-bulan yang menegaskan...

Animoca Brands Gandakan Valuasi dari Putaran Pendanaan Baru

Game NFT dan pengembang properti virtual Animoca Brands telah menggandakan valuasinya menjadi $2,2 miliar setelah menutup putaran pendanaan baru yang menghasilkan $65...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -