Friday, April 16, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

GBPJPY Turun Meneruskan Bearish Hari Sebelumnya Karena Kekhawatiran Virus Gelombang Kedua

Must Read

AXA Insurance Mulai Menerima Bitcoin sebagai Pembayaran

Perusahaan asuransi terbesar kedua di Eropa, AXA, telah menjadi perusahaan asuransi all-line pertama di Swiss yang menawarkan...

Société Générale Mengeluarkan Token Sekuritasnya di Tezos

Raksasa keuangan Eropa Société Générale telah mengeluarkan token sekuritasnya di blockchain Tezos. Menurut pengumuman...

Chainlink Rilis White Paper Baru dalam Pergeseran Menuju Komputasi Kontrak Pintar

Chainlink meluncurkan white paper barunya pada hari Kamis, yang merinci ekspansi yang direncanakan dan poros dalam menciptakan...

Mata uang Poundsterling Inggris mencatatkan pelemahan ketika melawan aset safe haven Yen Jepang. Pelemahan itu membawa pasangan GBPJPY turun menuju ke nilai tukar 0,17% saat sesi pertengahan Asia hari Rabu (17/6). Dengan catatan negatif dari Poundsterling, maka pasangan mengalami penurunan selama dua hari tanpa jeda sejak hari Selasa kemarin. Sehingga ada upaya memperpanjang momentum bearish dari puncak 136,36.

Permintaan mata uang Yen Jepang menguat setelah banyak investor yang merasa khawatir dengan serangan gelombang kedua pandemi virus Corona di AS, China dan juga Jepang. Bahkan kekhawatiran itu juga meredupkan optimisme hasil pengujian vaksin yang dilakukan di Inggris beberapa waktu terakhir.

Dari China, otoritas Beijing kembali menerapkan pembatasan aktivitas atau lockdown untuk menekan penyebaran pandemi. Sementara itu negara bagian di AS juga melaporkan ada lonjakan kasus terutama di California dan Texas. Hal itu menyebabkan nada risk off terus bertahan lebih lama. Apalagi hari Selasa kemarin, Pound menderita kerugian setelah data ketenagakerjaan yang saling bertolak belakang dengan klaim tunjangan pengangguran.

Momentum GBPJPY turun saat ini juga disebabkan oleh adanya ketegangan geopolitik yang terjadi di Korea antara Korsel dan Korut. Pertemuan penting antara wakil AS dan China di kepulauan Hawaii juga akan menjadi penggerak risiko untuk beberapa waktu kedepan.

Bersama dengan GBPJPY turun hari ini, tolak ukur risiko yaitu imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun juga kembali mundur ke 0,743%. Dukungan risk off juga terlihat pada saham Asia Nikkei Jepang yang mengalami penurunan ringan. Pergerakan GBPJPY selanjutnya akan fokus ke rilis data dari Inggris mengenai indeks harga konsumen untuk bulan Mei. Selain itu berita virus Corona juga akan menjadi fokus investor.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

AXA Insurance Mulai Menerima Bitcoin sebagai Pembayaran

Perusahaan asuransi terbesar kedua di Eropa, AXA, telah menjadi perusahaan asuransi all-line pertama di Swiss yang menawarkan...

Société Générale Mengeluarkan Token Sekuritasnya di Tezos

Raksasa keuangan Eropa Société Générale telah mengeluarkan token sekuritasnya di blockchain Tezos. Menurut pengumuman pada hari Kamis, langkah tersebut...

Chainlink Rilis White Paper Baru dalam Pergeseran Menuju Komputasi Kontrak Pintar

Chainlink meluncurkan white paper barunya pada hari Kamis, yang merinci ekspansi yang direncanakan dan poros dalam menciptakan jaringan oracle untuk komputasi. Proposal...

CEO Blackrock: Crypto ‘dapat Menjadi Aset yang Hebat’ Tetapi Tidak Menjadi Pengganti Mata Uang

Meskipun peluncuran saham Coinbase berhasil pada hari Rabu, CEO Blackrock Larry Fink masih menyatakan beberapa kekhawatiran atas adopsi institusional crypto.

Google Cloud Integrasikan Band Protocol untuk Data Real-Time Harga Crypto

Google Cloud menggabungkan teknologi inti dari Band Protocol, layanan oracle terdesentralisasi, untuk memungkinkan "analisis data deret waktu keuangan yang cepat dan akurat,"...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -