Thursday, January 27, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

GBPUSD Anjlok Semakin Dalam Ketika Naiknya Ekspektasi BoE Dovish dan Ancaman Hard Brexit

Must Read

Minyak Jatuh Karena Aksi Ambil Untung Setelah Mencetak High Baru

Harga minyak turun pada hari Kamis karena investor menguangkan keuntungan dari kenaikan 2% di sesi sebelumnya setelah...

Dolar Naik Karena Dorongan Petunjuk Kenaikan Suku Bunga Fed

Dolar naik pada Kamis pagi di Asia, mencapai tertinggi multi-minggu. Mata uang safe-haven AS mendapat dorongan setelah...

Minyak Global Brent Mencapai $90 di Ukraina, Narasi OPEC

ika Anda berusaha cukup keras, Anda akan sampai di sana, kata pepatah. Tidak ada...

Beberapa waktu yang lalu saat mendekati pembukaan sesi Eropa hari Senin (20/1), Poundsterling Inggris melemah menuju ke level harga 1,2994 terhadap USD. Sebelumnya pasangan GBPUSD sudah dalam tekanan yang besar sejak hari Jumat pekan lalu. Salah satu penyebabnya adalah naiknya ekspektasi pasar pada pelonggaran kebijakan oleh bank sentral Inggris. Selain itu polemik masalah Brexit juga turut memberikan tekanan lebih lanjut bagi Pound.

Sebelumnya Menteri Keuangan Inggris yaitu Sajid Javid sempat memberikan komentar negatif mengenai Brexit. Kondisi diperburuk dengan berita UK Express yang membuat optimisme Brexit perlahan mulai hancur. Diberitakan bahwa PM Boris akan melakukan pembatasan pada migran yang memiliki keterampilan rendah dan datang ke Inggris.

Pembatasan dilakukan pada hari pertama jika masa transisi Brexit berakhir yaitu akhir tahun 2020 mendatang. Tentunya ini akan menjadi masalah bagi Uni Eropa dalam melakukan proses pembicaraan kesepakatan dagang kedua negara. Peluang terjadinya Brexit tanpa kesepakatan sempat melonjak dan membuat Poundsterling Inggris melemah.

Permintaan Pound yang anjlok juga semakin dikonfirmasi oleh rilis data ekonomi Inggris yang mengecewakan. Hari Jumat kemarin Inggris merilis data mengenai penjualan eceran degan hasil yang negatif. Hasil itu akan semakin memperjelas sinyal pelonggaran kebijakan yang akan diambil oleh bank sentral Inggris.

Disaat Poundsterling Inggris melemah, Dolar AS mampu tampil positif untuk memanfaatkan keadaan di tengah pedagang AS yang sedang liburan. Beberapa data ekonomi AS seperti penjualan eceran yang naik memberikan indikasi ekonomi telah membaik.

 Hasil data itu akan memaksa Fed untuk kembali mempertimbangkan pelonggaran kebijakan dengan tetap menunggu dan melihat. Pedagang mungkin akan terus mengawasi dinamika politik Brexit yang semakin penuh ketidakpastian. Data pekerjaan dari Inggris esok hari juga akan menjadi penentu arah kebijakan BoE.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Jatuh Karena Aksi Ambil Untung Setelah Mencetak High Baru

Harga minyak turun pada hari Kamis karena investor menguangkan keuntungan dari kenaikan 2% di sesi sebelumnya setelah...

Dolar Naik Karena Dorongan Petunjuk Kenaikan Suku Bunga Fed

Dolar naik pada Kamis pagi di Asia, mencapai tertinggi multi-minggu. Mata uang safe-haven AS mendapat dorongan setelah ketua Federal Reserve AS Jerome...

Minyak Global Brent Mencapai $90 di Ukraina, Narasi OPEC

ika Anda berusaha cukup keras, Anda akan sampai di sana, kata pepatah. Tidak ada kata-kata yang lebih benar yang...

Dolar Sentuh Tertinggi 5-Minggu Pasca Keputusan Kebijakan Fed

Dolar naik ke level tertinggi lima minggu pada hari Rabu setelah Federal Reserve mengatakan kemungkinan akan menaikkan suku bunga AS pada bulan...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 27 Januari 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -