Wednesday, September 23, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

GBPUSD Berkonsolidasi Karena Kekhawatiran Pedagang Atas Brexit dan Kondisi Politik Inggris

Must Read

Lagarde ECB: Euro Digital Tidak Akan Menjadi Pengganti Uang Tunai

Mata uang digital apa pun yang dirilis di Uni Eropa mungkin tidak sepenuhnya menggantikan fiat, kata Presiden...

Equilibrium Menerima Hibah Web3 untuk Kembangkan Modul DeFi Universal

Startup keuangan terdesentralisasi Equilibrium telah menerima hibah sebesar $ 27.000 dari Web3 Foundation untuk mengembangkan palet DeFi...

Bank-bank Besar yang Terlibat dalam Kebocoran FinCen Terpukul di Pasar Saham

Bank-bank besar yang disebutkan dalam kebocoran FinCen baru-baru ini kemudian dihancurkan oleh pasar hari ini. Menurut penyelidikan...

Pergerakan pada pasangan mata uang GBPUSD tampak tidak memiliki arah yang jelas hanya naik turun di sekitar level harga 1,3050. Poundsterling stagnan menjelang pembukaan sesi dagang Eropa di hari Jumat (14/2). Para pedagang Poundsterling mungkin lebih memilih untuk menahan diri dari taruhan yang besar. Karena sebelumnya mereka sudah melakukan pembelian dalam volume yang sangat besar.

Berhentinya minat beli para pedagang Poundsterling bisa dikaitkan dengan adanya berita politik dari Inggris. Dilaporkan bahwa Menteri Keuangan Inggris yaitu Sajid Javid memutuskan untuk mengundurkan diri dan sangat membuat banyak pihak terkejut. Setelah keputusan itu, tim keuangan akan dipimpin oleh Rishi Sunak yang juga memiliki dukungan dari pimpinan Tory karena beberapa alasan.

Dinamika politik Inggris telah membuat Poundsterling stagnan saat ini. Adanya keputusan untuk melakukan perubahan struktur kabinet PM Boris, membuat para pedagang lebih berhati-hati sebelum masuk ke dalam pasar. Sementara itu The Guardian melaporkan bahwa Jaksa Agung Suella Braverman akan kembali meluruskan peradilan yang sempat menerima beberapa gangguan.

Dinamika pembicaraan Brexit antara Inggris dengan Uni Eropa juga berpotensi menjadi lebih rumit lagi. Terlebih lagi kemarin diberitakan bahwa Presiden Perancis mendorong Inggris akan berkomitmen keras untuk mempunyai sebuah area permainan yang cukup adil.

Hubungan antara AS dan Inggris juga dilaporkan terancam memanas setelah PM Boris menyampaikan penolakan untuk berkunjung ke AS seperti laporan The Sun. Sebelumnya Presiden Trump memang sangat tidak suka dengan langkah pemerintah Inggris yang melakukan kerjasama dengan China melalui perusahaan teknologi Huawei.

Kondisi Poundsterling stagnan saat ini selanjutnya akan digerakkan oleh kabar terbaru mengenai pembicaraan Brexit dan juga dinamika politik Inggris. Untuk pasangan GBPUSD mungkin juga akan fokus ke data mengenai penjualan eceran AS nanit malam.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Lagarde ECB: Euro Digital Tidak Akan Menjadi Pengganti Uang Tunai

Mata uang digital apa pun yang dirilis di Uni Eropa mungkin tidak sepenuhnya menggantikan fiat, kata Presiden...

Equilibrium Menerima Hibah Web3 untuk Kembangkan Modul DeFi Universal

Startup keuangan terdesentralisasi Equilibrium telah menerima hibah sebesar $ 27.000 dari Web3 Foundation untuk mengembangkan palet DeFi dan menyediakan alat yang memungkinkan...

Bank-bank Besar yang Terlibat dalam Kebocoran FinCen Terpukul di Pasar Saham

Bank-bank besar yang disebutkan dalam kebocoran FinCen baru-baru ini kemudian dihancurkan oleh pasar hari ini. Menurut penyelidikan yang dilakukan oleh Konsorsium Jurnalis...

Regulator Korea Selatan Mewaspadai Game berbasis NFT

Industri game blockchain Korea Selatan prihatin bahwa regulator melihat kurang baik pada game berbasis token yang tidak dapat dipertukarkan, setelah Game Rating...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 23 September 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -