Monday, February 24, 2020
No menu items!
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

GBPUSD Berkonsolidasi Karena Kekhawatiran Pedagang Atas Brexit dan Kondisi Politik Inggris

Must Read

Minyak Mentah Mundur Karena Kekhawatiran Virus, Mengabaikan Berita Saudi dan Penurunan Pasokan

Permintaan minyak mentah melemah membawa indeks minyak berjangka WTI turun menuju ke level harga 53.60 saat sesi Asia hari...

Emas Melonjak Ke Puncak 2013 Karena Kekhawatiran Perlambatan Global

Harga logam mulia diperdagangkan dengan kenaikan sepanjang empat hari terakhir berturut-turut. Di hari Jumat ini, emas bullish memperpanjang kenaikannya...

AUDUSD Gagal Memulihkan Diri Dari Terendah Satu Dekade Terakhir

Mata uang Dolar Australia sempat berusaha untuk memulihkan diri dari level paling rendah sepuluh tahun terakhir terhadap Dolar AS....

Pergerakan pada pasangan mata uang GBPUSD tampak tidak memiliki arah yang jelas hanya naik turun di sekitar level harga 1,3050. Poundsterling stagnan menjelang pembukaan sesi dagang Eropa di hari Jumat (14/2). Para pedagang Poundsterling mungkin lebih memilih untuk menahan diri dari taruhan yang besar. Karena sebelumnya mereka sudah melakukan pembelian dalam volume yang sangat besar.

Berhentinya minat beli para pedagang Poundsterling bisa dikaitkan dengan adanya berita politik dari Inggris. Dilaporkan bahwa Menteri Keuangan Inggris yaitu Sajid Javid memutuskan untuk mengundurkan diri dan sangat membuat banyak pihak terkejut. Setelah keputusan itu, tim keuangan akan dipimpin oleh Rishi Sunak yang juga memiliki dukungan dari pimpinan Tory karena beberapa alasan.

Dinamika politik Inggris telah membuat Poundsterling stagnan saat ini. Adanya keputusan untuk melakukan perubahan struktur kabinet PM Boris, membuat para pedagang lebih berhati-hati sebelum masuk ke dalam pasar. Sementara itu The Guardian melaporkan bahwa Jaksa Agung Suella Braverman akan kembali meluruskan peradilan yang sempat menerima beberapa gangguan.

Dinamika pembicaraan Brexit antara Inggris dengan Uni Eropa juga berpotensi menjadi lebih rumit lagi. Terlebih lagi kemarin diberitakan bahwa Presiden Perancis mendorong Inggris akan berkomitmen keras untuk mempunyai sebuah area permainan yang cukup adil.

Hubungan antara AS dan Inggris juga dilaporkan terancam memanas setelah PM Boris menyampaikan penolakan untuk berkunjung ke AS seperti laporan The Sun. Sebelumnya Presiden Trump memang sangat tidak suka dengan langkah pemerintah Inggris yang melakukan kerjasama dengan China melalui perusahaan teknologi Huawei.

Kondisi Poundsterling stagnan saat ini selanjutnya akan digerakkan oleh kabar terbaru mengenai pembicaraan Brexit dan juga dinamika politik Inggris. Untuk pasangan GBPUSD mungkin juga akan fokus ke data mengenai penjualan eceran AS nanit malam.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Mentah Mundur Karena Kekhawatiran Virus, Mengabaikan Berita Saudi dan Penurunan Pasokan

Permintaan minyak mentah melemah membawa indeks minyak berjangka WTI turun menuju ke level harga 53.60 saat sesi Asia hari...

Emas Melonjak Ke Puncak 2013 Karena Kekhawatiran Perlambatan Global

Harga logam mulia diperdagangkan dengan kenaikan sepanjang empat hari terakhir berturut-turut. Di hari Jumat ini, emas bullish memperpanjang kenaikannya dan saat ini berada di...

AUDUSD Gagal Memulihkan Diri Dari Terendah Satu Dekade Terakhir

Mata uang Dolar Australia sempat berusaha untuk memulihkan diri dari level paling rendah sepuluh tahun terakhir terhadap Dolar AS. Namun secara luas pasangan AUDUSD...

USDJPY Konsolidasi Setelah Sempat Melonjak Menuju Ke Puncak April 2019

Saat ini pasangan mata uang USDJPY konsolidasi bergerak di sekitar level harga 112,00 setelah pembukaan sesi Asia hari Jumat (21/2). Sebelumnya Dolar AS sempat...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 21 Februari 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -