Sunday, May 16, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

GBPUSD Naik Ke Puncak Dua Pekan Ketika Peluang Kesepakatan Brexit Naik dan Dolar AS Melemah

Must Read

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank...

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan...

Mata uang Poundsterling bullish membawa pasangan mata uang GBPUSD untuk mencatatkan kenaikan menuju ke puncak harian di 1,3000. Salah satu faktor yang membantu GBPUSD naik adalah adanya pelemahan permintaan di sekitar mata uang Dolar AS beberapa waktu terakhir. Optimisme ringan yang terlihat di pasar global juga membantu Pound menguat lebih meyakinkan lagi.

Walaupun sebenarnya meski ada optimisme, nada kekhawatiran tetap ada mengenai kesehatan Presiden Trump. Pasalnya Trump sudah keluar dari rumah sakit dan orang terdekatnya diperintahkan untuk menggunakan ADP jika akan melakukan kontak. Ini meningkatkan kebingungan pasar sebenarnya bagaimana kondisi kesehatan Trump saat ini.

Dari sisi Inggris, pendukung Poundsterling bullish kemungkinan datang dari harapan kesepakatan Brexit yang kembali meningkat. Selain itu PM Boris juga mengatakan bahwa vaksin virus Corona akan segera diedarkan. Uni Eropa dan Inggris sudah bersiap untuk membuat kebijakan sebagai dorongan terakhir sebelum kepergian secara resmi.

Bersamaan dengan Poundsterling bullish saat ini, beberapa aset berisiko global juga mampu mencatatkan kenaikan yang mengesankan. Saham Asia mencatatkan kenaikan sampai 0,50% diikuti oleh kontrak berjangka S&P 500 mengikuti nada risk on. Penahan yang menyebabkan Dolar AS lemah adalah posisi imbal hasil obligasi Treasury AS dalam 10 tahun yang tidak berubah di 0,77%.

Tantangan Poundsterling Inggris selanjutnya akan datang dari data mengenai IMP Konstruksi untuk bulan September. Selain itu pembaruan apapun mengenai Brexit yang akan melangsungkan pembicaraan di London juga tidak luput dari perhatian. Bahkan mungkin fokus akan tertuju pada pembicaraan tersebut.

Dari sisi Dolar AS, Ketua Fed Powell akan menyampaikan beberapa pidatonya pada sebuah pertemuan tahunan. Berita mengenai kesehatan sebenarnya dari Presiden Trump juga akan terus menggerakkan arah risiko selanjutnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank nama asli.

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan penyelesaian mata uang digital.

Rick Rieder dari BlackRock: Bitcoin Tahan Lama

Rick Rieder, kepala investasi di BlackRock Financial Management, menolak keputusan CEO Telsa Elon Musk untuk menjatuhkan Bitcoin sebagai bentuk pembayaran.

Tether Ungkapkan Perincian Cadangan Penuh untuk Pertama Kalinya

Tether Holdings Limited, perusahaan di balik stablecoin Tether (USDT) yang populer, merilis perincian penuh dari cadangannya pada hari Kamis, menawarkan lebih banyak...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -