Thursday, October 29, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

GBPUSD Naik Mengabaikan Dolar AS yang Menguat Di Pasar Keuangan dan Masalah Pandemi

Must Read

Refinancer Pinjaman dan BitLicense SoFi akan Meluncurkan Bank Nasional di AS

Dalam pengumuman pada hari Rabu, Kantor Pengawas Mata Uang (OCC) memberikan lisensi bersyarat kepada SoFi untuk beroperasi...

Avanti Meluncurkan Bank Ramah Crypto di Wyoming

Menurut pengumuman 28 Oktober dari Avanti, Dewan Perbankan Negara Wyoming memberikan suara 8-0 untuk memberikan piagam bank...

Paxful Meluncurkan Kartu Debit Crypto di Meksiko

Pasar P2P Bitcoin (BTC) Paxful telah bermitra dengan neobank Spanyol Bnext untuk meluncurkan kartu debit crypto pertamanya...

Poundsterling Inggris menguat membawa pasangan GBPUSD untuk mencetak nilai tukar yang lebih tinggi dari 1,2798 ke 1,2820 menjelang pembukaan pasar Eropa hari Selasa (22/9). Tampaknya GBPUSD gagal memberikan apresiasi pada kenaikan Dolar AS beberapa waktu terakhir yang terlihat pada sebagian besar pair mata uang.

Poundsterling sepenuhnya mengabaikan masalah pandemi virus Corona yang melonjak di Inggris. Untuk pergerakan selanjutnya mungkin akan menunggu pertemuan darurat yang akan dilakukan oleh PM Boris hari ini. Selain itu komentar dari BoE Bailey juga bisa menawarkan arah pergerakan selanjutnya.

Saat ini Inggris sedang menderita kembali di serang pandemi. Bahkan jumlah kematian akibat pandemi naik ke titik paling tinggi sejak April/Mei kemarin. Hal ini memaksa otoritas setempat didesak memberlakukan lockdown kembali.

Melupakan masalah dalam negeri, Poundsterling Inggris menguat ketika investor mengambil sinyal dovish dari apa yang disampaikan Fed Powell semalam. Dia mengatakan ekonomi tetap penuh ketidakpastian untuk saat ini. Selain itu dukungan Inggris, Jerman dan Perancis kepada AS di PBB mengenai Laut China Selatan juga berkontribusi pada pergerakan GBPUSd baru-baru ini.

Meski Poundsterling Inggris menguat, beberapa saham berisiko justru masih memerah seperti kontrak berjangka S&P 500 yang turun 0,10%. Kemudian saham Asia juga mengalami penurunan karena masalah AS-China dan pandemi virus Corona.

Untuk pergerakan GBPUSD selanjutnya akan fokus pada pidato yang disampaikan Gubernur BoE Bailey nanti siang. Selain itu apa yang terjadi di dalam pemerintahan Inggris di tengah lonjakan kasus juga bisa membebani permintaan mata uang Poundsterling.

Oleh karena itu sebaiknya menunggu bagaimana kejelasan kondisi di Inggris untuk selanjutnya. Apalagi pejabat kesehatan juga telah menyarankan untuk diberlakukan lockdown untuk membatasi penyebaran virus Corona agar tidak semakin meluas.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Refinancer Pinjaman dan BitLicense SoFi akan Meluncurkan Bank Nasional di AS

Dalam pengumuman pada hari Rabu, Kantor Pengawas Mata Uang (OCC) memberikan lisensi bersyarat kepada SoFi untuk beroperasi...

Avanti Meluncurkan Bank Ramah Crypto di Wyoming

Menurut pengumuman 28 Oktober dari Avanti, Dewan Perbankan Negara Wyoming memberikan suara 8-0 untuk memberikan piagam bank kepada lembaga keuangan tersebut.

Paxful Meluncurkan Kartu Debit Crypto di Meksiko

Pasar P2P Bitcoin (BTC) Paxful telah bermitra dengan neobank Spanyol Bnext untuk meluncurkan kartu debit crypto pertamanya di Meksiko.

Mantan Gubernur PBoC: Yuan digital akan Memerangi ‘Dolarisasi’ AS

Pendekatan mata uang digital China, Yuan Digital, akan mendukung sistem ritel domestiknya dan mencegah dolarisasi ekonomi menurut seorang mantan pejabat senior.

Token KP3R Melonjak 2000% dalam Hitungan Jam

Token yang baru diluncurkan oleh pendiri Yearn Finance, Andre Cronje, telah meroket dalam beberapa jam setelah diluncurkan karena para petani yang merosot...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -