Thursday, August 6, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Harga Emas Stagnan Karena Pasa AS Libur, Dinamika Sentimen Resiko Akan Menjadi Fokus

Must Read

OKEx Luncurkan Platform P2P di India Meskipun Ada Ketidakpastian Hukum

Pertukaran cryptocurrency OKEx telah mengumumkan platform perdagangan peer-to-peer baru yang diluncurkan pada 5 Agustus, yang memungkinkan pengguna...

EURUSD Kembali Naik Menunggu Rilis Data Zona Eropa dan AS

Mata uang Euro menguat sepanjang sesi akhir Asia menjelang pembukaan sesi Eropa hari Rabu (5/8). Momentum ini...

GBPUSD Mampu Mendaki Mendapatkan Manfaat Dari Rencana Stimulus Inggris dan Kemajuan Brexit

Arah pasangan mata uang GBPUSD hari ini tampak lebih condong bullish tipis sepanjang sesi akhir Asia hari...

Harga emas di hari Kamis (4/7) terlihat masih memilih untuk stagnan di sekitar level harga $1,420 ketika pasar sudah mendekati pembukaan sesi kawasan Eropa. Minimnya gerakan pada pasar logam mulia disebabkan oleh pasar di sekitar Amerika Serikat yang pada hari ini libur dan sangat kurang rilis data sebagai penggerak selama awal perdagangan.

Pada Wall Street sendiri mengalami kenaikan yang cukup baik ketika pasar tengah berekspektasi mendukung adanya pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut dari AS. Dengan menguatnya Wall Street membuat harga emas mengalami penurunan karena minat terhadap safe haven mulai luntur. Posisi perdagangan logam mulia saat ini sedan berada di level paling tinggi dalam hitungan tahunan.

Katalis terhadap USD juga datang dari hubungan dagang AS-China yang sempat ramai setelah memutuskan sepakatan untuk melakukan gencatan senjata. Tapi berdasarkan laporan dari Reuters mengatakan bahwa perundingan yang sudah dijadwalkan selama pekan mendatang dengan kabar AS memberikan kritik terhadap Huawei asal China berdasarkan Bloomberg, telah menggagalkan adanya harapan langkah-langkah yang cukup penting.

Kabar mengenai geopolitik juga tampak begitu kurang diperhatikan oleh pasar. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Amerika Serikat melalui Presiden Trump melayangkan peringatan atas ancaman Iran untuk terus meningkatkan cadangan nuklirnya. Sementara itu pada imbal hasil obligasi Treasury 10 tahunan mengalami kemunduran menuju ke titik rendah di bulan November 2016 yang mendukung penguatan harga emas.  Imbal hasil obligasi ini juga merupakan tolak ukur kekuatan sentimen resiko global.

Bukan hanya pasar Amerika Serikat yang sedang libur, namun dengan minimnya data-data dari negara lain selama hari ini juga akan menurukan volume perdagangan pasar. Pergolakan dunia politik global mungkin akan menjadi penggerak utama pasar selanjutnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

OKEx Luncurkan Platform P2P di India Meskipun Ada Ketidakpastian Hukum

Pertukaran cryptocurrency OKEx telah mengumumkan platform perdagangan peer-to-peer baru yang diluncurkan pada 5 Agustus, yang memungkinkan pengguna...

EURUSD Kembali Naik Menunggu Rilis Data Zona Eropa dan AS

Mata uang Euro menguat sepanjang sesi akhir Asia menjelang pembukaan sesi Eropa hari Rabu (5/8). Momentum ini juga berhasil mendorong pasangan mata...

GBPUSD Mampu Mendaki Mendapatkan Manfaat Dari Rencana Stimulus Inggris dan Kemajuan Brexit

Arah pasangan mata uang GBPUSD hari ini tampak lebih condong bullish tipis sepanjang sesi akhir Asia hari Rabu (5/8). Dengan ini maka...

USDJPY Hari Ini Terus Naik Turun Karena Dinamika Risiko yang Ramai

Pergerakan pasangan mata uang USDJPY bullish bangkit dari titik yang paling rendah dalam mingguan yang berada di 105,58. Pasangan berhasil kembali merebut...

Dolar Australia Naik Membawa AUDUSD Lebih Tinggi Mengabaikan Risk Off dan Data Negatif China

Permintaan terhadap mata uang Dolar Australia naik dan terus bertahan melawan Dolar AS dengan mencatatkan kenaikan 0,28% menuju ke 0,7180. Dengan catatan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -