Sunday, July 5, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Inflasi Rendah Membuat Yen Jepang Lemah Terhadap USD

Must Read

EURUSD Belum Bergerak, Menunggu Penembusan Fase Konsolidasi

Pasangan mata uang Euro hari ini tidak mengalami perubahan yang cukup berarti ketika dihadapkan melawan Dolar AS....

AUDUSD Bertahan Di Puncak Mingguan, Kekhawatiran Pandemi Menjadi Ancaman

Mata uang Dolar Australia bullish lebih panjang lagi dan mempertahankan pasangan AUDUSD di puncak. Saat sesi awal...

USDJPY Bearish Kembali, Optimisme NFP Tidak Bertahan Lama

Pasangan mata uang USDJPY bearish menuju ke titik yang paling rendah menuju ke 107,44. Namun beberapa saat...

Permintaan pasar pada mata uang Yen Jepang mengalami penurunan dan akhirnya kehilangan kekuatan saat sesi Asia berlangsung. Pelemahan Yen mungkin bisa jadi karena rilis data mengenai tingkat inflasi Jepang yang mengecewakan pasar. Selain itu bank sentral Jepang yang dovish turut membuat USDJPY melonjak.

Data mengenai indeks harga konsumen inti dari Jepang yang terdiri dari produk minyak tidak termasuk makanan segar, mengalami lonjakan 0,6 persen selama Juli tahun ke tahun. Data ini sesuai dengan apa yang diharapkan pasar sebelumnya. Namun sayangnya hasil ini merupakan pergerakan yang paling lambat sejak bulan Juli 2017 lalu dimana indeks harga konsumen inti berada di hasil 0,5 persen.

Dengan rilis data IHK inti yang mengecewakan, akan semakin menaikkan potensi pelonggaran kebijakan oleh bank sentral Jepang. Perdagangan di sekitar Yen Jepang sendiri telah mengalami pelemahan beberapa waktu terakhir. USDJPY diperdagangkan di sekitar level harga 106,50 naik dari terendah sebelumnya di sekitar level harga 106,38.

Bank sentral Jepang sendiri telah mengambil komitmen untuk memperpanjang stimulus moneter. Langkah ini akan diambil jika memang perlambatan ekonomi global berhasil menghapus target inflasi di level 2 persen.

Fokus perdagangan pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang akan terfokus ke pidato dari Ketua Fed Powell saat acara Simposium Jackson Hole. Para pelaku pasar dan investor meyakini bahwa Powell akan memanfaatkan kesempatan pidato untuk merencanakan pemangkasan suku bunga pada bulan September mendatang sebesar 25 basis poin.

Pasangan USDJPY akan turun menuju ke 106,00 jika memang pernyataan dari Powell terbukti dovish. Secara otomatis akan menghapus pernyataan Powell pada akhir bulan Juli kemarin yang mengatakan bahwa pelonggaran hanya sebuah penyesuaian siklus bukan awal sebuah siklus.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

EURUSD Belum Bergerak, Menunggu Penembusan Fase Konsolidasi

Pasangan mata uang Euro hari ini tidak mengalami perubahan yang cukup berarti ketika dihadapkan melawan Dolar AS....

AUDUSD Bertahan Di Puncak Mingguan, Kekhawatiran Pandemi Menjadi Ancaman

Mata uang Dolar Australia bullish lebih panjang lagi dan mempertahankan pasangan AUDUSD di puncak. Saat sesi awal Eropa hari Jumat ini (3/7),...

USDJPY Bearish Kembali, Optimisme NFP Tidak Bertahan Lama

Pasangan mata uang USDJPY bearish menuju ke titik yang paling rendah menuju ke 107,44. Namun beberapa saat setelah penurunan itu, pasangan mampu...

GBPUSD Hari Ini Defensif Menunggu Data Inggris, Masih Jauh Dari Puncak Sepekan

Pasangan mata uang GBPUSD hari ini tampak defensif dan bertahan di sekitar nilai tukar 1,2460 mendekati pembukaan sesi Eropa hari Jumat (3/6)....

Pengguna Crypto Austria Akan Segera Bisa Menggunakan Crypto di 2.500 Lokasi

Pemegang Crypto di Austria akan segera dapat menghabiskan koin mereka di lebih dari 2.500 poin penerimaan menggunakan Pembayaran A1 - salah satu...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -